Rektor UAD: Jangan Terlalu Sering Main Game

 

“Kurangi main game,” ungkap Dr. Kasiyarno, M.Hum., Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat membuka Program Pengenalan Kampus (P2K) yang diikuti oleh lima ribu lebih mahasiswa baru (maba) di GOR Amongrogo Senin, (31/8/2015).

Kasiyarno menambahkan bahwa bermain game bisa merugikan dan menghilangkan waktu yang seharusnya bisa diisi dengan hal yang bermanfaat.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) V Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut menganjurkan kepada maba untuk perbanyak baca buku dan diskusi dengan mahasiswa lainnya. Ia juga menambahkan bahwa yang paling penting adalah mengikuti organisasi kemahasiswaan yang ada.

Mahasiswa harus kerja keras dan kerja cerdas untuk mengukir prestasi. Jangan terlalu banyak main game, nanti bisa merusak otak. Syarat menjadi sukses adalah masuk perguruan tinggi, belajar, perbanyak baca buku.

“Mahasiswa harus tekun dan mampu meraih prestasi,” tuitupntya mengakhiri pidato yang diikuti tepuk tangan.

Saat ini, ada sekitar lima ratus maba yang tidak bisa ikut P2K karena keterbatasan tenaga dan alokasi waktu. (Doc:Pors)