You are here

BK UAD Selenggarakan Indonesian Counseling Olimpiade

Indonesian

 

Indonesian Counseling Olimpiade merupakan ajang perlombaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas calon guru BK.

Acara yang berlangsung Sabtu (7/7/2018) di auditorium kampus 2 UAD, Jln. Pramuka 42, Yogyakarta, diikuti oleh 52 peserta dari 11 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tajuk yang diangkat dalam olimpiade ini adalah “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling untuk Membentuk Konselor yang Unggul, Efektif, dan Inovatif”.

Ketua Program Studi BK, Dr. Dodi Hartanto, M.Pd. menyampaikan, saat ini yang diprihatinkan adalah persaingan untuk mengisi posisi sebagai guru BK. Dodi menjelaskan, banyak guru BK tidak berlatar belakang seorang konselor.

“Dari 7.000 guru BK yang ada, hanya 2.000-an yang berlatar belakang asli sebagai konselor. Sisanya berasal dari jurusan lain,” ungkapnya serius.

Ia beranggapan, fenomena ini memunculkan pandangan bahwa guru BK tidak memenuhi kualifikasi dan dianggap tidak mampu mengatasi permasalahan siswa di sekolah. Oleh karenanya, ia berharap dengan adanya olimpiade ini para calon guru BK yang berlatar belakang konselor dapat meningkatkan kualitas kualifikasi supaya dapat memenangkan persaingan.

Semantara Caraka Putra Bhakti, M.Pd., pembimbing mahasiswa dari UAD sekaligus juri lomba menyampaikan, olimpiade jenis ini baru pertama kali diselenggarakan oleh BK UAD. Lomba yang sering diselenggarakan biasanya terakit dengan media.

“Dengan lomba ini kami memiliki komitmen untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, menyampaikan ide produktif, serta membangun guru BK yang profesional. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan akdemis, khususnya di bidang menulis karya ilmiah,” paparnya.

Selain itu, olimpiade ini untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa BK dan memantapkan eksistensi Program Studi BK UAD di kancah pendidikan nasional. Perlombaan terdiri atas dua cabang lomba, yakni olimpiade BK dan lomba karya tulis ilmiah. (ard)