You are here

Gandeng ICRC, UAD Selenggarakan Pelatihan bagi Guru PKn

Indonesian

 

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan “Akhlak Kemanusiaan” bagi guru PKn Muhammdiyah se-Yogyakarta. Pelatihan ini bekerja sama dengan delegasi regional Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk Indonesia dan Timor Leste.

Acara yang berlangsung 9-12 Juli 2018 di Hotel Grand Dafam Roham merupakan kerja sama yang ke sekian kali dengan PPKn UAD. Pelatihan ICRC sebelumnya menyasar mahasiswa dan dosen.

Wakil Rektor I UAD, Dr. Muchlas, M.T. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah dijalin dengan ICRC untuk meningkatkan kompetensi baik bagi mahasiswa, dosen, maupun guru di lingkungan Muhammadiyah.

“Pelatihan akhlak kemanusiaan ini perlu diikuti dengan sebaik-baiknya, sebab masalah kemanusiaan perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak,” tandasnya.

Sementara Andrew Bartles-Smith Penasihat Regional ICRC untuk urusan kemanusiaan mengungkapkan kebahagiannya menyaksikan komitmen UAD untuk memperkenalkan dan mengajarkan aspek penting dalam menjaga harkat dan martabat kemanusiaan kepada pendidik dan peserta didik.

“Untuk alasan inilah ICRC sampai saat ini juga berkomitmen memperkuat kerja sama ini sembari berbagi sense of ownership lebih dalam lagi dengan UAD.”

Pada pelatihan ini, program yang akan dilakukan adalah FGD dan workshop penyisipan modul “Akhlak Kemanusiaan” ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PPKn beserta monitoring dan hasilnya.

Pelatihan tersebut merupakan bentuk dan metode pengajaran penjelajahan nilai-nilai dan kandungan Hukum Humaniter Internasional yang modulnya telah disesuaikan dan cukup menyenangkan. Di Program Studi PPKn, integrasi dan implementasi modul ke dalam kurikulum telah berjalan baik.

Di sisi lain, Ketua Program Studi PPKn, Dra. Sumaryati M.Hum., menjelaskan, mata kuliah yang telah terintegrasi dengan modul dan masuk kurikulum adalah akhlak kemanusiaan dan kepalangmerahan.

“Implementasi di sekolah dari mata kuliah ini bisa bermanfaat untuk mengajar ekstrakurikuler Palang Merah Remaja di SMP maupun SMA. Mata kuliah ini penting karena mengandung Hukum Humaniter Internasional.” (ard)