You are here

Guru sebagai Subjek Utama Perubahan Pendidikan

Indonesian

Perbaikan dalam pendidikan yang paling utama adalah meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah. Guru sebagai subjek utama, sehingga perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan kecuali dengan peningkatan kulaitas guru.

Seminar nasional tentang pendidikan yang diselenggarakan Pascasarjana Manajemen Pendidikan (MP) Uniersitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (5/8/2017) mengundang kepala sekolah dari berbagai SMP, SMA, dan sederajat di wilayah Yogyakarta. Dalam seminar tersebut, hadir 3 pembicara yang merupakan para pakar di bidangnya, khususnya terkait dengan pendidikan. Ketiga pembicara tersebut adalah Prof. Suyata, Ph.D. (dosen UAD), Dr. Arif Budi Raharjo (Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY), dan Drs. Kadarmanta Baskara Aji (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY).

Menurut keterangan Dr. Suyatno, M.Pd.I. selaku Kaprodi MP, seminar ini merupakan salah satu tugas MP untuk memberikan kontribusi perbaikan pendidikan di Indonesia. Dari penuturannya, kepala sekolah dan guru memegang peran penting dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan.

“Kami berharap, pada level pemahaman, kepala sekolah dan guru setidaknya memahami strategi untuk mengembangkan sekolah,” jelasnya.

Dengan materi yang disampaikan oleh ketiga narasumber, harapannya kepala sekolah dan guru akan mempunyai pemahaman dan keterampilan tentang cara mengembangkan mutu sekolah agar menjadi lebih baik.

Selain itu, dalam acara yang berlangsung di kampus 1 UAD, Jl. Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, para peserta diminta untuk mengisi angket. Angket itu ditujukan untuk menggali data dari peserta, terkait dengan sekolah asal masing-masing.

Rencanaya, hasil angket akan digunakan untuk perbaikan prodi MP UAD ke depan. Misalnya, untuk menyusun mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Bukan hanya sekadar teori, tetapi mencari apa yang paling mendesak dan benar-benar dibutuhkan. (ard)