You are here

Kelola Konservasi Penyu, Biologi Fast UAD Jadi Tuan Rumah WCF

Indonesian

Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (Fast) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah penyelenggara Wildlife Conservation Forum (WCF) Yogyakarta. Forum diskusi yang berlangsung di kampus utama UAD, Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (18-5-2019) diikuti pegiat konservasi satwa, akademisi, praktisi, dosen, dan mahasiswa.

Inggita Utami, S.Si., M.Sc., salah satu peserta dan dosen Biologi UAD mengatakan, WCF merupakan perkumpulan pegiat konservasi. Forum ini juga diikuti lembaga pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dan Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merapi.

Setiap bulan forum ini mengadakan pertemuan untuk membahas isu-isu mengenai satwa maupun lingkungan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” jelas Inggita.

Tujuan pertemuan setiap bulan untuk meningkatkan keterampilan dan informasi. Selain itu, sebagai forum diskusi antaranggota bertukar informasi sesuai dengan bidang masing-masing.

Pada kesempatan ini, paparan yang disampaikan terkait konservasi penyu yang dikelola UAD dengan pembicara Agung Budiantoro, S.Si., M.Si. Dosen Biologi ini merupakan pendamping konservasi penyu di Bantul sejak tahun 2012.

Kami mendiskusikan tentang konservasi penyu di Bantul. Data yang tertampung sejak 2012 sampai tahun 2018, kami presentasikan dan diskusikan. Jadi forum ini merupakan forum bersama sebagai salah satu upaya untuk berpartisipasi membantu konservasi penyu di Bantul. Kami memiliki harapan konservasi penyu di Bantul menjadi lebih baik,” ungkap Agung.

Selam ini, kendala yang dialami adalah kelompok konservasi tidak berada di area konservasi. Jadi cukup susah untuk mensterilkan tempat. Kemudian kendala lain dari segi pendanaan, awalnya hanya dari dana pribadi.

Tetapi, untuk saat ini sudah ada bantuan dari BKSDA Yogyakarta. Selama ini, UAD juga pernah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ekoswisata penyu. Alhamdulillah sekarang sudah bisa jalan sendiri,” pungkasnya. (ard)