You are here

Kreskit: Merajut Asa, Menghasilkan Tulisan

Indonesian

 

Senin (30/7/2018), Lembaga Semi Otonom Kreativitas Kita (LSO Kreskit) mengadakan acara peluncuran majalah. Acara tersebut berlangsung pada pukul 19.30-21.30 WIB, bertempat di aula kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit B. Dengan mengambil tema “Merajut Asa, Menghasilkan Tulisan”.

“Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merajut itu menjaring, asa itu semangat atau harapan, mengahasilkan tulisan itu sama dengan mengeluarkan tulisan.Jadi, dalam proses majalah ini kami benar-benar mau berproses di Kreskit, semangat menjaring harapan dan menghasilkan tulisan,” jelas Mirja Sentani selaku Pimpinan Umum Kreskit melalui grup WhatsApp.

Selain untuk memenuhi Proker, acara peluncuran kali ini juga untuk meningkatkan literasi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), menumbuhkan semangat menulis bagi anggota Kreskit serta mahasiswa PBSI pada umumnya

Fitri Merawati, M.A.dalam sambutannya menyampaikan, peluncuran majalah tersebut merupakan cita-cita anggota Kreskit sejak lama.

“Walaupun kata anggota Kreskit masih banyak kekurangan dalam majalah ini, tidak masalah. Lebih baik memulai dengan banyak kekurangan daripada tidak memulai sama sekali.

Selanjutnya, memasuki acara inti yaitu mengulas majalah Kreskit dengan pembicara Sudaryanto, M.Pd. Riska Usna Nurfiah selaku moderator menjelaskan, Sudaryanto merupakan aktivis kampus yang bergerak dalam bidang jurnalistik. Jadi, tidak salah lagi jika Kreskit menjadikannya pengulas dalam peluncuran majalah edisi Juli 2018.

“Pembuatan halaman sebaiknya disamakan saja pada setiap rubrik di majalah ini. Namun, tetap memperhatikan banyaknya jumlah kata pada setiap halaman. Ini tampak pada rubrik bicara buku yang memakan tiga halaman. Sedangkan rubrik lain ada yang dua dan bahkan hanya satu halaman saja,” ujar Sudaryanto saat mengulas majalah Kreskit. 

Hiburan dalam acara ini diisi oleh Nur Hudzaifah,komika dari PBSI UADAcara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Kreskit yang diberikan kepada Sudaryanto. (dew)