semnas_lpm_2.jpg

LPM Hadirkan Guru Besar ITB dalam Seminar Nasional

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat ke-4 pada Rabu, (25/10/2017). Bertempat di East Park Hotel, seminar tersebut menghadirkan keynote speaker Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Sundari Nuraini Suwandhi, M.Si. yang membawakan materi “Indonesia sebagai Kawasan Berkehidupan”. Sementara itu, yang bertindak sebagai plenary speaker adalah Kepala LPM UAD, Drs. H. Jabrohim, M.M.

Seminar nasional yang mengangkat tema “Membangun Desa Menuju Indonesia Berkemajuan” tersebut bertujuan untuk mewadahi publikasi bagi dosen penerima hibah pemerintah melalui Kemenristek Dikti dan bantuan hibah internal UAD. Sebanyak 38 peserta dan 52 pemakalah dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia ikut serta dalam seminar ini.

Ketua Panitia, Dr. Rina Ratih S.S., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, dan berharap seluruh peserta dapat membagikan hasil penelitian untuk menginspirasi peserta, dosen, dan pemakalah lain.

Mewakili Rektor UAD, Prof. Sarbiran, Ph.D., selaku Wakil Rektor IV menyampaikan sambutan serta membuka acara tersebut.

“Semoga pengabdian masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Karena fungsi perguruan tinggi dalam bidang pengabdian dan penelitian sama pentingnya dengan bidang akademik. Saya juga menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada LPM UAD atas terselenggaranya acara ini. Semoga materi yang diberikan dapat diserap sebaik-baiknya oleh peserta agar seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dapat berkembang dengan baik,” tutur Sarbiran dalam sambutannya sebelum membuka acara seminar nasional tersebut.

Sundani Nurono Suwandhi menyampaikan materi tentang “Indonesia sebagai Kawasan Berkehidupan”. Ia menggarisbawahi bahwa sebelum Indonesia menyandang titel “'berkemajuan”, terlebih dahulu harus “berkehidupan”. Ia juga menyampaikan paradigma baru Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM). Paradigma baru tersebut mengharuskan keterlibatan beberapa pakar dari berbagai bidang dalam sebuah pengabdian masyarakat. PPM tidak bisa dilakukan oleh satu pakar keilmuan saja. (dev)