You are here

Menjadi yang Terbaik setelah Dua Kali Gagal

Indonesian

Dua kali gagal masuk di universitas negeri lewat jalur bidik misi, tidak mengecilkan niat Ana Rahmawati Wibowo untuk melanjutkan studi. Berkat informasi dari rekannya, Ana berhasil masuk Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan mendapat beasiswa selama 8 semester. Kemudahan dan kepercayaan yang diberikan oleh pihak kampus, dibalas oleh mahasiswi Prodi Ekonomi Pembangunan itu dengan nilai yang sangat memuaskan. Ia meraih IPK 3,94 dan menjadi mahasiswa dengan nilai tertinggi dalam wisuda periode Maret 2016.

“Kalau boleh jujur, sebenarnya dulu saya tidak tahu UAD. Saya selalu fokus untuk bisa masuk di perguruan tinggi negeri. Tetapi Allah berkehendak lain. Di sini adalah yang terbaik untuk saya,” ujarnya dengan ramah saat ditemui.

Beasiswa yang diberikan UAD kepada putri Bantul ini menjadi tantangan dan motivasi untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Ana aktif di berbagai organisasi kampus seperti IMM, BEM, dan DPM. Selain itu, perempuan kelahiran 24 April 1994 ini menjabat sebagai ketua karang taruna di kampungnya.

Aktif di berbagai organisasi membuatnya mendapat ilmu yang tidak diperoleh dalam perkuliahan.

“Saya mendapat lebih banyak ilmu di luar perkuliahan serta dari diskusi dengan teman-teman organisasi dan masyarakat,” tuturnya dengan nada santai ketika diwawancarai di ruang rektorat Kamis (17/3/2016). Baginya, organisasi bukan menjadi kendala, melainkan pendorong untuk belajar dan memanajemen waktu.

Sejak kecil, putri dari Bapak Dalhari dan Ibu Painten ini sudah dilatih untuk hidup mandiri. Untuk mendapat tambahan uang saku, ia mengajar les privat dan berjualan pulsa. Ia beranggapan bahwa apa pun pekerjaan yang dilakukan harus totalitas dan tawakkal.

Baginya, kemudahan dalam perkuliahannya tidak bisa dicapai begitu saja. Harus ada kerja keras, keuletan, dan yang paling penting adalah berdoa. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki kebiasaan yang jarang dilakukan oleh teman kampusnya, yakni rajin menjalankan puasa dan shalat yang disunnahkan oleh Rasulullah.

Sebagai wisudawan terbaik periode Maret 2016, ia berpesan agar mahasiswa jangan malas belajar, harus pandai membagi waktu, dan ikut organisasi. Jika ada waktu luang harus dimanfaatkan untuk mencari pengalaman di luar kampus.

“UAD seperti pelangi, banyak pengalaman yang saya dapatkan di sini. Terima kasih kepada segenap bapak ibu dosen, khususnya prodi Ekonomi Pembangunan. Terima kasih kepada kampus UAD yang telah memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu,” tutup Ana.