You are here

Menyimak Tuntunan Ibadah Bulan Dzulhijjah

Indonesian

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam sistem kalender Hijriah (Qamariyah). Di bulan ini banyak peristiwa bersejarah, baik yang berhubungan dengan ibadah maupun hak-hak kemanusiaan dalam sosial masyarakat.

Ustadz Irfan Nuruddin, M.Si. pada Pengajian Rutin Takmir Masjid Darussalam Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyampaikan, bersama bulan Muharram, Rajab, dan Dzulqa’dah, bulan Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan suci. Di bulan ini ada ibadah haji, umrah, khutbah wada’ Rasulullah Saw. disampaikan di hadapan jamaah, dan turun ayat 3 surat al-Ma’idah.

“Secara khusus, ada beberapa ibadah yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya di bulan Dzulhijjah, yakni haji, puasa Arafah, shalat iduladha, penyembelihan kurban (Udh-hiyah), dan larangan berpuasa di hari-hari tasyrik,” kata Ustadz Irfan, Jum’at (27/8/2018).

Berkaitan dengan kurban, ustadz dari Majelis Tarjih PWM DIY ini menyampaikan, hakikat kurban sebenarnya lebih ke spirit berkurban. Bahkan jika dia hanya punya pisau untuk mengiris daging kurban, orang itu termasuk sudah kurban.

“Ketika berkurban, harus benar-benar mencari bahan kurban yang bagus. Karena itu perlu spirit untuk mencarinya,” lanjutnya.

Ustadz Irfan menambahkan, kurban itu bukan semata-mata soal daging. Tapi merupakan implementasi cinta seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada Allah lebih besar dari cintanya kepada putranya.

“Karena itu, hadirkan pula cinta dalam berkurban,” pungkasnya.