You are here

Orientasi dan Studium General Mahasiswa Pascasarjana UAD 2019

Indonesian

 

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan orientasi dan studium general bagi mahasiswa baru semester genap tahun 2019. Acara ini berlangsung di auditorium kampus III UAD, Jln. Prof. DR. Soepomo, S.H., Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu (9-3-2019).

Orientasi diikuti 340 mahasiswa dari 12 program studi pascasarjana. Sementara studium general mengangkat tema Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)” menghadirkan pembicara Dr. Taufik Hidayat, M.Ec. Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat. Terutama untuk mendapatkan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Ia berharap kegiatan ini berlanjut dengan materi-materi yang berkualitas untuk meningkatkan kecakapan, keterampilan, dan keilmuan mahasiswa.

Keilmuan lain sebagai pendamping yang tercatat di SKPI menunjukkan keaktifan mahasiswa saat kuliah. SKPI bisa memudahkan juga dalam mencari pekerjaan, jelas Kasiyarno.

Ia menambahkan, mahasiswa harus memanfaatkan media sosial untuk menunjang karier. Caranya dengan mengisi konten media sosial dengan yang positif. Dari media sosial bisa dilacak track record-nya ketika akan menjalani wawancara di dunia kerja.Bijak dalam menggunakan media sosial akan memberi dampak positif.

Sebagai mahasiswa yang mendapat kesempatan melanjutkan studi S2, harus serius dalam mencari ilmu yang berkualitas. Sebab ilmu sangat penting untuk keberlanjutan kehidupan. Padaera teknologi juga harus manfaatkan media sosial.

Sedang Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc.,Apt. berharap dengan masuknya mahasiswa baru nantinya akan memberi sumbangsih kebaikan bagi Islam, negara,Muhammadiyah, dan UAD. 

Sukses menjadi harapan setiap siapa saja yang belajar. Perlu dicatat, manusia punya misi sebagai hamba dan khalifah sekaligus. Misinya berbuat kemakmuran, adil, dan menjaga lingkungan, terangnya.

Tiga komponen itu juga harus didasari dengan keilmuan. Harus dimaksimalkan, karena banyak orang yang membutuhkan. Dengan keilmuan dan keagamaan bisa menyelaraskan dan menyeimbangkan kehidupan. Ia mengatakan mahasiswa harus serius dalam hal belajar dan agama.

Di sisi lain, Taufik Hidayat mendorong mahasiswa untuk menggairahkan perekonomian negara dan kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang ada. Ia mengatakan, pencapaian SGDs harus didukung semua pihak termasuk mahasiswa. (ard)