You are here

P2K UAD Tahap Dua Diikuti 2.800 Mahasiswa

Indonesian

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan Program Pengenalan Kampus (P2K) 2018 tahap dua bagi 2.800-an mahasiswa yang berlangsung 3 hingga 5 September 2018. Total, mahasiswa baru UAD tahun akademik 2018 berjumlah sekitar 7.200-an.

Pada P2K tahap dua, diisi kuliah umum oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpmpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Chairil Anwar. Chairil menyampaikan kuliah umum sesuai dengan tajuk P2K “Bersama UAD Kita Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan untuk Memperkokoh Kebersamaan dan Kebhinekaan di Era Milenial”.

“Generasi milenial adalah seseorang yang dewasa pada abad 21. Salah satu cirinya bergantung pada teknologi seperti gawai dan media sosial. Era milenial dekat dengan revolusi industri 4.0 dengan orang-orangnya yang lebih soliter,” terangnya di hadapan mahasiswa di Masjid Islamic Center UAD, kampus 4, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta.

Menurutnya, yang diperlukan oleh generasi muda saat ini adalah semangat kebersamaan. Menyadari bahwa diri sendiri adalah bagian dari bangsa Indonesia. Di era milenial juga dibutuhkan jiwa kepemimpinan.

Selain itu, Chairil juga menyinggung potensi mahasiswa milenial untuk terjun di dunia politik. Oleh karenanya, pembelajarannya harus dimulai dari ikut organisasi kemahasiswaan di kampus.

“Ikut organisasi untuk menempa jiwa kepemimpinan. Ke depan, terjun ke dunia politik bisa menjadi peluang yang bagus. Terbukti saat ini ada banyak anak muda yang tergabung ke dalam partai politik,” tandasnya.

Sejalan dengan Chairil, Wakil Rektor III UAD, Dr. Abdul Fadlil, M.T. menyampaikan bahwa mahaisiswa UAD diberi kebebasan berpolitik di kampus. “Di UAD ada Pemilwa, KPU mahasiswa, ada sistem partai juga. Ini sebagai latihan untuk mengasah demokrasi dan jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.

Sementara Dr. Kasiyarno, M.Hum. berharap para Dahlan Muda memiliki jiwa kritis, kreatif, kolaboratif. Hal ini bertujuan supaya mahasiswa bisa bersaing di era milenial yang merupakan era dengan tingkat persaingan tinggi. Menurutnya mahasiswa harus aktif berkegiatan di dalam maupun di luar kampus agar keterampilan dan potensinya terasah. (ard)