You are here

Peneliti UAD dan Bappeda Kota Yogyakarta Kembangkan Becak Listrik Wisata “Beriman”

Indonesian

Becak merupakan jenis alat angkut moda transportasi beroda tiga yang sangat populer di Indonesia. Becak memang alat transportasi zaman dahulu, dan memiliki ciri-ciri berbeda dari alat transportasi lainnya, di antaranya memiliki roda tiga, pengemudi di belakang, dan dikayuh. Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, becak mengalami modifikasi ulang untuk memudahkan sistem kerjanya.

Dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Faishal, S.T., M.Eng. dan Okka Adiyanto, STP., M.Sc. serta Ulil Amri (mahasiswa Teknik Industri) bekerja sama dengan Bappeda Kota Yogyakarta melakukan penelitian untuk mewujudkan becak listrik yang berjudul “Beriman” (Becak Ramah Lingkungan dan Nyaman di Kota Yogyakarta).

Menurut Okka Adiyanto, Yogyakarta merupakan kota wisata yang menawarkan berjuta keindahan. Salah satu hal asyik yang dapat dilakukan saat liburan di sini adalah berkeliling menikmati eksotisnya kota pelajar, wisata budaya, kuliner, maupun belanja dengan menggunakan becak. Becak merupakan alat transportasi tradisional yang masih banyak terdapat di kota ini.

Untuk mengembangkan becak listrik, para peneliti dari UAD harus membuat becak sesuai dengan Perda Kota Yogyakarta, yaitu becak khas Yogyakarta yang sesuai dengan karakter baik bentuk dan ukuran.

Uji coba becak listrik Beriman dilaksanakan pada Sabtu 12 Januari 2019 di kampus 3 UAD. Muhammad Faishal dalam melakukan uji coba tersebut menyampaikan, ketika pembuatan becak listrik, perlu modifikasi dan inovasi untuk mencapai tingkat ergonomi yang bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, becak listrik tersebut ke depannya masih akan terus direnovasi untuk menghasilkan becak listrik berkualitas dalam menunjang perkembangan pariwisata di Yogyakarta. /(ns)