You are here

Pentingnya Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Program Pengabdian Masyarakat

Indonesian

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta selenggarakan Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat 27 Oktober 2018 lalu. Seminar yang diselenggarakan di Hotel Jambuluwuk Malioboro tersebut diikuti 51 pemakalah dan 4 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas PGRI Madiun, Universitas Widya Dharma, Universitas Kristen Petra, Politeknik Kediri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, dan tentu saja UAD sebagai tuan rumah.

Tema Hilirisasi Hasil Penelitian melalui Program Pengabdian Berkelanjutan sengaja dipilih mengingat masih minimnya hasil riset yang dilakukan oleh dosen di perguruan tinggi yang ditindaklanjuti sebagai program pengabdian kepada masyarakat,tutur Dr. Widodo, M.Si. selaku Kepala LPPM dalam sambutannya.

Dr. Muchlas, M.T. selaku Wakil Rektor I UAD juga menyatakan hal yang senada. Menurutnya, perguruan tinggi memang perlu meningkatkan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) yang tidak hanya berhenti pada kajian ilmiah di tingkat perguruan tinggi saja, tetapi kebermanfaatan hasil penelitian tersebut harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya seminar tersebut.

Untuk sampai pada tingkat TKT yang advance, perlu adanya kerja sama. Ketika hanya ilmu dasar yang diaplikasikan, akan sulit untuk sampai pada tingkat 7 sampai 9. Sehingga hasil penelitian tersebut hanya selesai sebagai laporan saja dan masyarakat tidak bisa menikmati hasilnya. Oleh karena itu, hilirisasi hasil penelitian ini penting untuk diaplikasikan,” ungkap Dr. Okid Parama Asitin, M.S. selaku pembicara utama sekaligus reviewer Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM). (Fy)