You are here

PT Adi Multi Kalibrasi UAD Perluas Jangkauan

Indonesian

Unit Usaha Adi Multi Kalibrasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah memberikan keuntungan. Tahun 2018, PT Adi Multi Kalibrasi (AMK) Pusat Yogyakarta dan Cabang Makassar telah menghasilkan keuntungan sebesar 1,2 miliar rupiah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor II UAD, Drs. Safar Nasir, M.Si. kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14-3-2019). Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan PT Adi Multi Kalibrasi Makassar, Imram Amin, S.T.,M.T., Rektor UAD, Dr. H Kasiyarno, M.Hum., Wakil Rektor III, Dr. Abdul Fadlil, M.T., serta Wilson Abdullah, S.E.,M.M., Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Toraja Utara.

Safar menjelaskan, usaha kalibrasi yang didirikan UAD mempunyai tugas untuk memelihara ulang peralatan kesehatan. Usaha ini berpusat di Yogyakarta yang menangani wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Sedang cabang Makassar menggarap wilayah Indonesia Timur. Ke depan akan segera dibuka di daerah Sumatera, Riau atau Medan.

Ada tiga tujuan UAD mendirikan PT Adi Multi Kalibrasi, yaitu akademik, sosial, dan ekonomis. Tujuan akademik, unit usaha ini dapat menampung alumni UAD dari program studi tertentu. Tujuan sosial membantu pemerintah melakukan kalibrasi peralatan medis yang ada di rumah sakit, klinik kesehatan, puskemas. Sementara tujuan ekonomis, untuk mendapatkan dana yang diperuntukkan memperbaiki kualitas proses belajar mengajar di UAD. Dana ini juga digunakan untuk meringankan beban mahasiswa UAD,” terangnya.

Sementara Imram Amin mengatakan untuk wilayah Indonesia Timur, 25 rumah sakit dan puskemas telah dikalibrasi. Layanan kesehatan berada di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Wajo, Sidrap, Kota Palopo, dan sejumlah rumah sakit dan puskemas di Kabupaten Pare-pare, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat. Bahkan rumah sakit milik Polda Sumatera Selatan dan Rumah Sakit Angkatan Darat Pelamodia juga telah dikalibrasi.

Kalibrasi, jelas Imram, dapat memberikan jaminan keselamatan bagi pasien. Sebab alat kesehatan yang tidak pernah dikalibrasi akan memberikan informasi yang salah. Hal ini akan berpengaruh terhadap diagnosa dokter.

Tahun 2017, di Makassar, pernah terjadi bayi mati di dalam inkubator. Akibat alat kesehatan tersebut tidak pernah dikalibrasi. Sehingga bayi mati terpanggang,” tàndas Imram.

PT AMK didirikan tahun 2013 dengan nama Laboratorium Kalibrasi dan Uji Universitas Ahmad Dahlan (LKU-UAD). Tahun 2014, LKU UAD terakreditasi KAN sebagai laboratorium dengan kompetensi Kalibrasi berbasis SNI ISO/IEC 17025:2008 dengan kode LK-174-IDN.

Kemudian Rektor UAD mendirikan badan usaha dengan nama PT Adi Multi Kalibrasi dengan produk utama LKU-UAD menjadi layanan jasa kalibrasi dan uji alat kesehatan (ALKES). Tahun 2015, PT Adi Multi Kalibrasi memperoleh izin menyelenggarakan LKU-UAD sebagai Laboratorium Uji/Kalibrasi Alkes dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Selanjutnya, tahun 2016 PT AMK memperoleh izin operasional sebagai Institusi Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (doc/ard)