You are here

Ratri: Swasta dan Negeri Bisa Berdiri Bersisihan

Indonesian

Kompetisi adalah tempat untuk melatih mental dan menempa semangat. Adalah Ratri Kusuma Astuti, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Konseling Individu dalam Olimpiade Bimbingan dan Konseling. Bersama Ida Ittifaqur Rosidah, yang meraih juara 3 di ranting lomba bimbingan kelompok, Ratri mengikuti Olimpiade yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Malang (UM Malang), 28 Oktober 2017 lalu. 

Sebelum berangkat ke Malang, terlebih dahulu Ratri mengikuti seleksi tingkat prodi. Ia mengaku awalnya ragu-ragu mengikuti kompetisi tersebut.

“Karena sudah semester 7, fokus saya sebenarnya sudah tidak ke lomba, tapi ke skripsi. Karena ada kesempatan, maka saya ikut seleksi lebih dulu. Alhamdulillah bisa meraih juara kedua. Tentu saja senang, apalagi banyak rival yang berasal dari universitas negeri. Selama ini kan pandangannya kalau swasta itu tidak sebagus negeri. Nah, saya ingin membuktikan bahwa itu tidak benar. Bahwa swasta dan negeri bisa bersama-sama, bisa berdiri bersisihan,” ujarnya ketika ditemui di aula kampus 2 UAD.

Ia berharap untuk olimpiade selanjutnya, potensi mahasiswa dapat lebih ditingkatkan, rajin belajar dan mengasah kemampuan konseling.

“Kompetisi itu penting, selain untuk menempa semangat, juga untuk mengasah dan memperkuat mental juang. Nanti di dunia kerja juga kita akan berkompetisi, jadi kalau mahasiswa tidak terbiasa berkompetisi sejak kuliah, bisa-bisa nanti kalah,” pungkasnya. (dev)