You are here

RS UAD Raih Akreditasi Utama Bintang Empat

Indonesian

Rumah Sakit (RS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih akreditasi utama bintang empat. Perolehan ini tentu menggembirakan, sebab RS ini terbilang masih sangat muda, baru berdiri Agustus 2017.

Direktur RS UAD, Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S.,M.Med.,Sc. mengatakan, hasil ini diperoleh berkat kerja keras seluruh elemen yang ada di RS UAD dan dukungan penuh dari pihak UAD. “Setelah perolehan ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menambah kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Sementara dr. Tandik Eko Susilo yang menjabat sebagai wakil direktur pelayanan medis menerangkan, moto RS UAD menolong dengan ramah. Berkat moto dan juga akreditasi yang diperoleh, semakin banyak masyarakat yang memercayai RS UAD sebagai tempat berobat.

Kami berkomitmen untuk memberi pelayanan maksimal kepada pasien. Saat ini alat-alat medis di RS UAD juga sudah didukung dengan teknologi yang canggih. Sejak September hingga akhir Januari ini, kami menghitung ada lonjakan pasien 100 persen. September hanya 400-an pasien, Januari ini sudah 800-an,” terangnya kepada wartawan di RS UAD, Rabu (30-1-2019).

Ke depan, RS UAD akan berusaha meningkatkan akreditasi menjadi paripurna atau bintang lima. Hal ini untuk menunjukkan keseriusan RS UAD dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Di sisi lasin, Dr. Kasiyarno, M.Hum. Rektor UAD mengaku bangga dengan pencapaian ini. Hasil akreditasi yang diperoleh melebihi ekspektasi. “Siapa pun pasien yang datang ke RS UAD harus dilayani dengan cekatan. Sebagai lembaga kesehatan harus membangun kepercayaan masyarakat dengan cara memberi pelayanan yang baik dan maksimal.”

Kasiyarno berharap, rumah sakit yang merupakan salah satu badan usaha UAD ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Apalagi di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja beberapa rumah sakit dengan BPJS. Saat ini RS UAD masih melayani pasien peserta BPJS.

Sementara Drs. M. Safar Nashir, M.Si. selaku komisaris sekaligus Wakil Rektor II UAD menjelaskan, ada banyak rumah sakit yang dikelola perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) yang meminta saran dan tips supaya memeroleh akreditasi bintang empat. Rumah sakit-rumah sakit ini bercermin pada kesuksesan RS UAD.

Bintang empat tentu sangat membanggakan. Ke depan, untuk mencukupi kebutuhan pasien, kami akan menambah dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan alat-alat medis,” ungkapnya.

Selain jumpa pers, pada kesempatan ini RS UAD juga mendapat bantuan kendaraan operasional dari Bank Syariah Mandiri dan BPD Syariah Yogyakarta. Bantuan ini tentu dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dan untuk mendukung program home care yang digagas RS UAD.