You are here

Sharqun Festival UAD Bisa Jadi Ajang Nasional

Indonesian

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan agenda tahunan Sharqun Festival. Pada tahun 2018 ini, tema yang diangkat “Implementasi Pendidikan Berbasis Keterampilan untuk Membangun Jiwa yang Berkarakter”.

Selain festival, dibarengi dengan seminar nasional dengan tajuk “Perkembangan Sejarah Islam Indonesia dari Masa ke Masa” dengan pembicara Muhammad Jazir ASP, Penasihat Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kegiatan ini berlangsung di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (27-29/9/2018).

Agenda ini biasanya hanya terbatas untuk internal FAI. Namun, pada tahun ini terbuka untuk seluruh mahasiswa UAD. Dalam Sharqun Festival ada agenda perlombaan eksternal FAI seperti tartil, tilawah, tahfidz, kaligrafi, pidato tiga bahasa, debat, dan esai. Sementara perlombaan internal FAI badminton, futsal, malik, dan malika.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor III UAD, Dr. Abdul Fadlil, M.T. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sharqun Festival. “Kegiatan ini tidak hanya untuk menggali potensi dan minat bakat, tapi juga untuk ajang silaturahmi. Kami berharap, ke depan bisa dikembangkan lagi tidak hanya di level universitas, tapi juga bisa di level nasional.

Menurutnya, kegiatan semacam ini bisa menjadi ajang bergengsi untuk berkompetisi antar perguruan tinggi Muhammadiyah maupun di perguruan tinggi negeri dan swasta. “Kegiatan lomba semacam ini perlu dicari keunikannya sehingga bisa menjadi daya tarik. Jenis cabang lomba dibuat sebanyak mungkin untuk menjaring bakat-bakat potensial.

Ia berharap, untuk juara juga bisa ada kriteria tertentu, tidak monoton di juara satu, dua, dan tiga. Misalnya ada juara favorit atau terunik, sehingga memunculkan prestasi dan ada sertifikat yang diperoleh untuk sertifikat keterangan pendamping ijazah (SKPI). (ard)