jurnal_indonesia_bangkit-uad.jpg

Sudah Saatnya Jurnal Indonesia Bangkit

Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar workshop Pengelolaan Terbitan Berkala Ilmiah Sesuai dengan Standar Nasional/Internasional dan Penguatan Publikasi Ilmiah bagi Editor. Bertempat di Hotel Tjokro Style, workshop tersebut diselenggarakan pada 12-13 Desember 2017.

“Seluruh pembicara dalam workshop ini adalah pengelola jurnal dari internal UAD, tetapi mereka sudah sangat ahli dan terkenal baik nasional maupun internasional. Dalam workshop Tata Kelola Jurnal, ada Tole Sutikno, Ph.D., Dr. Nurkhasanah, M.Si.,Apt., Lina Handayani, Ph.D., Moch. Fuad Syaifuddin, M.Pd., dan Andri Pranolo, M.Cs. Sedangkan pada workshop Publikasi Artikel Ilmiah, sebagai pembicara, kami mendatangkan Iwan Tri Riaydi Yanto, M.IT., Damar Yoga Kusuma, Ph.D., Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., dan saya sendiri juga sebagai pembicara,” jelas Dr. Rully Charitas Indta, M.Pd.

Selaku pembicara sekaligus ketua panitia, Rully menjelaskan bahwa program kerja LPPI tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola jurnal dan publikasi karya dosen-dosen di Indonesia.

“Maka, dengan tujuan itu kami mengundang pengelola-pengelola jurnal terbaik untuk membagikan ilmu tentang mengelola jurnal yang baik dan memublikasikan artikel di jurnal-jurnal ternama,” jelasnya.

Pada sesi praktik pengelolaan jurnal, sebanyak 70 peserta yang hadir dibagi ke dalam dua bidang; science dan non-science. Kemudian dipecah lagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 8 hingga 10 orang, dan didampingi oleh 1 hingga 2 coach. Hal ini dilakukan untuk membuat kelompok diskusi yang lebih fokus pada bidang masing-masing dan memudahkan proses coaching pada masing-masing peserta.

Ditemui di sela-sela waktu istirahat, Rully mengemukakan harapannya mewakili seluruh panitia workshop agar lebih banyak nasional yang muncul ke muka internasional. “Saya berharap akan banyak bermunculan jurnal-jurnal di Indonesia yang memenuhi standar minimum akreditasi dan memenuhi standar jurnal terindex scopus. Selain itu, para pengelola juga harus bisa meningkatkan kualitas diri mereka dengan meningkatkan publikasi mereka sendiri,” pungkasnya. (dev)