You are here

UAD Bantu Bangun Gedung STKIP Muh Enrekang

Indonesian

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. H. Kasiyarno, M.Hum. mengatakan, perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dipimpinnya bisa besar dan berkembang karena adanya kebersamaan serta sinergitas. Di antaranya, sinergi dan kebersamaan antara pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), dan seluruh sivitas akademika.

Hal tersebut diungkapkan Kasiyarno saat berkunjung ke Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Enrekang, Sulawesi Selatan, Selasa (12-3-2019). Pada kesempatan ini Kasiyarno didampingi Wakil Rektor II, Drs. Safar Nashir, M.Si., Wakil Rektor III, Dr. Abdul Fadlil, M.T., serta anggota Forum Wartawan UAD. Kunjungan dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan gedung kampus STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Rombongan UAD diterima Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Enrekang, Syawal Sitonda, Ketua STKIP Drs. Yunus Busa, M.Si. beserta jajarannya, serta Ketua PDM Enrekang, Kamaruddin.

Dari keterangan Kasiyarno, UAD ingin besar bersama PTM lainnya. “Sejauh ini UAD telah banyak membantu sejumlah PTM. Salah satunya, STKIP Muhammadiyah Enrekang. UAD memberikan bantuan sebesar 3 miliar rupiah. Bantuan ini digunakan untuk menyelesaikan gedung kuliah lima lantai.

Sementara Syawal Sitonda mengatakan, pembangunan gedung lantai lima dimulai tahun 2015. Gedung ini direncanakan selesai tahun 2020. Tahun ini, STKIP Muhammadiyah Enrekang sedang mengajukan perubahan menjadi universitas.

Dana pembangunan, selain dari UAD juga berasal dari Bupati Enrekang. Tahun pertama 2015 lalu, menerima bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 1 miliar rupiah. Kemudian tahun kedua mendapat bantuan lunak dari UAD sebesar 3 miliar rupiah. Tahun ketiga, mendapat bantuan APBD sebesar 1 miliar rupiah. Tahun keempat akan mengucur dana APBD sebesar 3,5 miliar rupiah.

Sementara ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang, Drs. Yunus Busa, M.Si., mengatakan setelah tahun 2020, mengharapkan UAD untuk terus memberi dukungan dan bantuan. Sebab setelah selesai pembangunan gedung kuliah masih membutuhkan dana untuk mengisi kelas-kelas. Di antaranya, bangku kuliah, layar monitor, laboratorium, peningkatan kualitas dosen.

Kami masih membutuhkan bantuan dari UAD. Selain sarana dan prasarana mungkin lebih pada sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas mahasiswa ke depan,” kata Yunus. (doc/ard)