You are here

UAD Bantu Gaji Guru SD Muhammadiyah Girikerto

Indonesian

Salah satu hal yang memprihatinkan di Indonesia yakni kesejahteraan guru yang masih jauh dari layak. Idealnya, kesejahteraan guru seperti di Finlandia. Di negara tersebut, jam sekolah pendek, gaji guru besar, dan prestasinya terdepan karena memang sistem pendidikannya terbaik di dunia. Gaji guru hampir setara dengan dokter.

Dokter bisa menyelamatkan jiwa, dan guru tidak kalah hebatnya. Pahlawan tanpa tanda jasa ini dapat mendidik dan mengajar seorang anak hingga menjadi seorang dokter.

Terkait dengan guru, Kamis (7/6/2018) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan bantuan gaji sebesar 500 ribu rupiah kepada sepuluh guru di SD Muhammadiyah Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Sebelumnya para guru ini hanya mendapat gaji 500 ribu setiap bulan. Mulai Juli 2018, mereka akan mendapat 1 juta rupiah.

Secara resmi bantuan tersebut diserahkan oleh Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. didampingi Wakil Rektor I Dr. Muchlas M.T., Kepala CIRNOV Prof. Hariyadi, Ph.D., Kepala LPPM Dr. Widodo, M.Si., Dekan FMIPA Drs. Aris Thobirin, M.Si., dan Ketua PCM Turi Bambang Rahmanto.

Acara tersebut bersamaan dengan pelepasan 20 siswa kelas VI SD Girikerto dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba tamanisasi yang diselenggarakan oleh FMIPA UAD. Saat ini, jumlah siswa di sekolah yang dikepalai Nurul Muslichatin, S.Pd. itu sekitar 110 orang. Sementara guru dan staf berjumlah 13, 3 di antaranya sudah berstatus pegawai negeri.

Dalam sambutannya, Kasiyarno mengungkapkan baru sekali mengunjungi Girikerto. Ia mengapresiasi FMIPA yang menjadikan SD di lereng Merapi ini sebagai pilot project untuk penelitian dan pengabdian masyarakat.

“UAD sebagai perguruan tinggi berkomitmen untuk turut memajukan pendidikan di Indonesia. Semoga bantuan yang kami berikan bisa memacu guru-guru tekun mendidik siswa agar berprestasi dan lebih berkualitas,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar belajar dengan tekun supaya bisa menjadi manusia yang berilmu dan sukses. Selain itu, Kasiyarno menginginkan orangtua di lereng Merapi dapat menyekolahkan putra-putrinya sampai jenjang pendidikan yang tertinggi.

“Ilmu akan bermanfaat untuk berbagai kepentingan manusia. Maka, jadilah orang sukses dan punya banyak ilmu,” paparnya di depan para siswa dan orangtua wali siswa.

Sementara Nurul Muslichatin mengungkapkan kebahagiannya atas bantuan dari UAD. “Berkat kerja sama dengan UAD, kami yakin bisa maju dan bersaing dengan sekolah lain. UAD memberikan kami banyak pengalaman pembelajaran yang bisa menjadi modal untuk meningkatkan keilmuan,” tandasnya.

Perlu diketahui, UAD melalui FMIPA sudah menjalin kerja sama dengan SD Muhammadiyah Girikerto selama beberapa tahun belakangan. Di antaranya dengan melakukan pembelajaran luar kelas dan memberikan ilmu sains. Siswa juga dikenalkan dengan alat peraga seperti roket dan sistem kerja kapal. (ard)