You are here

UAD Gelontorkan 1 Miliar Beasiswa

Indonesian

Sebanyak 946 mahasiswa angkatan 2018 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menerima beasiswa. Mahasiswa yang mendapat beasiswa minimal memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,25 dan masing-masing mendapatkan uang sebesar 1 juta rupiah dari dana UAD sendiri.

Demikian dijelaskan Danang Sukantar, M.Pd., Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) di kampus UAD Yogyakarta, Sabtu (4-5-2019). Penyerahan secara simbolis dilakukan Wakil Rektor I, Dr. Muchlas, M.T. di kampus I Jalan Kapas Yogyakarta.

Lebih lanjut Danang mengatakan, ada 1.500 mahasiswa yang mengajukan lamaran untuk mendapatkan beasiswa. Namun setelah melalui seleksi, hanya 946 mahasiswa yang terpilih. “Selain memiliki IPK minimal 3.25, mahasiswa penerima beasiswa telah memiliki sertifikat Program Pengenalan Kampus (P2K), dan pelatihan soft skill,” kata Danang.

Selain memberikan beasiswa, Bimawa juga memberikan bantuan biaya hidup kepada 60 mahasiswa korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah. Besar bantuan biaya hidup, untuk kategori berat 1 juta rupiah dan kategori ringan 750 ribu rupiah. “Total beasiswa dan bantuan biaya hidup sebesar 1,6 miliar rupiah,” katanya.

Sedang Dr. Dedi Pramono, Kepala Bimawa UAD, bantuan beasiswa ini dimaksudkan untuk merangsang mahasiswa agar mereka lebih giat lagi untuk berprestasi. Bimawa membuka kesempatan lebar bagi mahasiswa yang ingin berprestasi. Selain itu, Bimawa juga mengupayakan dana dari universitas dan mencarikan dosen-dosen pembimbing.

Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki soft skill yang kuat dan kemampuan ini akan membantu lulusan di dunia kerja. Sebab dalam penerimaan kerja, soft skill memiliki persentase 60 persen, sedangkan hard skill bobotnya hanya 35 persen.

Wakil Rektor I UAD, Muchlas mengatakan, universitas mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi yang cukup di bidang hard skill dan soft skill. Di era saat ini, kemampuan soft skill harus dipupuk, di antaranya melalui belajar berkomunikasi, bernegosiasi, membagi waktu, dan manajemen keuangan.

Sementara Herlambang, salah satu mahasiswa penerima beasiswa dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengatakan, merasa senang mendapat beasiswa. Uang yang diterima akan digunakan untuk bayar kuliah sehingga bisa mengurangi beban orang tua.

Furqon, mahasiswa Jurusan Teknologi Informatika, Fakultas Teknologi Industri, yang berasal Nusa Tenggara Barat (NTB) juga mengaku uangnya digunakan untuk membayar kuliah agar bisa meringankan beban orang tua. Furqon merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dan semua saudaranya kuliah di Yogyakarta.

Alhamdulillah bisa meringankan beban orang tua,” kata Furqon.