You are here

UAD Kirim Utusan pada Pelatihan Dauroh Bahasa Arab untuk Dosen dan Guru

Indonesian

Untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengirimkan delapan wakilnya untuk berpartisipasi dalam acara Dauroh Bahasa Arab untuk Dosen dan Guru. Kedelapan wakil tersebut yakni Andi Suseno, S.Th.I., Fiqih Maisaroh, S.Pd., Mustofa Ahyar, S.Pd., Hana Mitsalina, Ihda Rahmatina, Robit Wahyu Herlambang, Muqimuddin Husni Arsyad, dan Neli Silfiawati. Bertindak selaku pembina, H. Thontowi, S.Ag., M.Hum., yang juga menjabat sebagai Pengurus Pusat Ittihad Mudarris Lughoh ‘Arabiyah (IMLA).

Kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, dengan IMLA tersebut membahas tentang berbagai metode pengajaran bahasa Arab yang asyik dan menyenangkan. Acara ini telah diikuti oleh lebih dari 130 dosen dan guru dari pesantren dan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni Senin-Selasa, (6-7/2/2017) itu menghadirkan para pakar bahasa Arab dari tingkat nasional, yakni profesor dan ahli bidang bahasa Arab dari IMLA, UIN Maliki Malang, dan UN Malang, hingga pakar bahasa Arab internasional dari King Sa’ud University, yaitu Dr. ‘Ali Ma’youf.

Dalam sambutannya, ‘Ali Ma’youf menuturkan betapa pentingnya belajar bahasa Arab,“Untuk apa Anda belajar bahasa Arab? Apakah hanya untuk bisa berbicara dengan orang Arab? Tidak wahai saudaraku, kita belajar bahasa Arab untuk bisa memahami, mentadabburi, dan mengamalkan kandungan Kitab Suci kita yaitu al-Qur’an.”

Wakil Pimpinan PM Tazakka, KH. Anizar Masyhadi, Lc., mengungkapkan, “Saya sangat gembira dengan antusiasme para peserta dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya pelatihan ini. Saya berharap akan ada follow up dari pelatihan ini sehingga tidak berhenti di sini saja. Ke depan, insya Allah akan diadakan pelatihan tingkat lanjut.”

Robit Wahyu H, mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UAD, juga salah satu peserta pelatihan berujar, “Banyak pengalaman dan ilmu baru yang tak ternilai harganya. Semoga ilmu kami barokah dan bermanfaat.” (MA/KN)