You are here

UAD Targetkan 100 Doktor dan Menambah Guru Besar

Indonesian

“Terima kasih kepada semua elemen yang telah mendukung atas pencapaian akreditasi A UAD. Apresiasi kami berikan terhadap kerja keras Bapak Ibu semua dan mahasiswa.”

Menurut keterangan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Kasiyarno, M.Hum. saat memberi sambutan pada pengajian syukuran di Masjid Islamic Center kampus 4 Selasa (14/11/2017), sudah sejak 2015 UAD mencita-citakan memperoleh akreditasi A. Selama ini kendala utama yang dihadapi terkait sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, kendala lain adalah masih minimnya akreditasi A program studi yang ada. “Dulu akreditasi A program studi masih sedikit. Sampai 2017 ini, satu per satu mendapat A. Total sekarang sekitar 13 yang sudah terakreditasi A.”

Pencapaian akreditasi A yang didapat memicu UAD untuk terus berbenah. Salah satunya perbaikan SDM. Dalam kurun waktu 4 tahun sebelum reakreditasi, UAD mencanangkan program 100 doktor dan penambahan guru besar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas UAD untuk bersaing di kancah lokal maupun internasional.

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), UAD juga akan mengembangkan badan usaha, khususnya di ranah pariwisata. Menurut Kasiyarno, langkah yang diambil UAD ini untuk mendukung kemajuan pariwisata di Yogyakarta.

Sementara, pendamping Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UAD, Prof. Achmad Nurmandi dari Majlis Litbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menyarankan agar UAD berlari lebih kencang. Pimpinan dan dosen juga harus terus belajar. Ia berpesan UAD membenahi standar mutu internasionalnya dan meningkatkan kualitas agar diakui secara internasional.

Di sisi lain, Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir mengharapkan UAD memiliki komitmen untuk mencerdaskan kehidupan umat, bangsa dan negara, serta sebagai motor penggerak Muhammadiyah.