You are here

UAD Tuan Rumah PPDN ke-V

Indonesian

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional ke-V tahun 2019. Pagelaran ini berlangsung sejak 28 Juni−1 Juli 2019 dan diikuti 28 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

 

Dalam PPDN ke-V, dilaksanakan berbagai perlombaan seperti lomba karya tulis ilmiah (LKTI), media pembelajaran, mendongeng, dan tari kreasi nusantara. Pagelaran diikuti 148 peserta dari 28 perguruan tinggi se-Indonesia.

Pada kesempatan ini, Rektor UAD dalam sambutannya mengatakan kegiatan PPDN adalah forum yang sangat bagus karena pendidikan dasar merupakan pendidikan yang esensial. “Pendidikan dasar merupakan fondasi pendidikan tingkat lanjut yang lain. Pendidikan dasar sangat penting di samping peran guru-gurunya yang sangat sentral.”

 

Ia menambahkan, menjadi guru sekolah dasar (SD) itu berat, tidak ada yang mengalahkan. Jadi, mahasiswa yang masuk PGSD harus siap bekerja keras. Sebab guru SD mengajar banyak hal dan banyak kerjaan sampingan lainnya.

 

Guru SD juga perlu penguatan kreasi seni, dongeng, media pembelajaran, maupun karya tulis. Hal-hal tersebut perlu dikuasai sebagai bentuk keterampilan lain untuk mengembangkan potensi siswa.

“Kami harap, PPDN menjadi wadah bagi calon guru SD mengembangkan potensinya. Apalagi kalau jadi juara. Itu kredibilitas yang sangat bagus. Mendapat SKPI juga. Modal bagus menjadi pendidik profesional,” tandasnya di hadapan para peserta.

 

Perlu diketahui, saat ini kebutuhan guru SD puluhan ribu dan harus segera diisi. Calon guru SD perlu diberi kesempatan yang cukup untuk menuntut ilmu, keterampilan, membuka relasi, dan komunikasi.

Ke depan, menurut Dr. Kasiyarno, M.Hum. di era digital pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan zaman. Harus banyak inovasi kreasi media pembelajaran. Saat ini multimedia bukan barang asing bagi anak SD. Jadi, pembelajaran harus memanfaatkan teknologi secara bijak.

 

“Pembelajaran harus menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Ke depan harus membuat sekolah yang menyenangkan dan menarik. Selain itu, untuk mendukung pengembangan PGSD, UAD juga telah bekerja sama dengan salah satu sekolah dasar di Melbourne, Australia,” jelasnya.

Di sisi lain, Kaprodi PGSD Dra. Sri Turur Martaningsih, M.Pd. menjelaskan, PPDN sudah berlangsung sejak 2015 dan di empat perguruan tinggi. UAD yang kelima. Sebelumnya penyelenggaraan di UN Makassar, Universitas Lambung Mangkurat, UM Purwokerto, dan UN Padang.

 

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberi pengalaman positif bagi peserta dan memberi oleh-oleh prestasi. Yang terpenting adalah prosesnya, bukan hasilnya,” ungkap Sri. (ard)