berkemah_sambil_mengamati_bintang_di_astrocamp_pastron_uad_2.jpeg

Berkemah sambil Mengamati Bintang di Astrocamp Pastron UAD

 

Wisata edukasi kini tengah populer. Pusat Studi Astronomi (Pastron UAD) melihat potensi tersebut dengan merancang program Astrocamp. Kemit Forest Education, sebuah lokasi wisata alam di Desa Karanggedang, Cilacap, Jawa Tengah, kemudian menjadi mitra pertama program ini.

Astrocamp sendiri adalah kegiatan berkemah yang diisi dengan aktivitas astronomi. Sambil bermalam di alam bebas, peserta Astrocamp diajak untuk mengamati angkasa dan benda langit melalui teleskop.

“Saat ini, sulit melihat bintang dan benda langit lainnya. Polusi cahaya terus terjadi,” ujar Yudhiakto Pramudya, Kepala Pastron UAD.

Menurut doktor fisika lulusan Amerika ini, polusi cahaya terjadi terutama di perkotaan. Penggunaan lampu berlebih membuat benda langit sulit diamati. Kini, untuk mendapat langit yang baik, pengamatan angkasa mesti dilakukan di daerah pedalaman seperti hutan.

Lokasi wisata alam seperti Kemit Forest cukup ideal bagi kegiatan astronomi. Kemit Forest yang  berlokasi di sebuah bukit hutan pinus bisa menyajikan langit gelap sekaligus jarak pandang yang luas.

“Kami selaku Kemit Forest Educationsangat bersemangat dengan Astrocamp. Pengunjung kami bisa berwisata sekaligus mendapat pengetahuan soal astronomi,” kata Adhy Andriwiguna, pengelola Kemit Forest.

Menurutnya, Astrocamp sangat diminati. Ini dilihat dari banyaknya calon pendaftar yang masuk. Namun, karena Astrocamp angkatan ke-1 dibatasi sampai 20 peserta, banyak calon peserta yang mesti menunggu untuk Astrocamp berikutnya.

Astrocamp angkatan ke-1 diikuti oleh peserta dari Bandung, Jogja, Ciamis, Cilacap, dan sejumlah tempat lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1-2 Juli 2018. Baik Pastron UAD maupun Kemit Forest Education berniat untuk melanjutkan program ini.

“Astrocamp berikutnya akan segera kami kami selenggarakan,” tukas Adhy.