juara_1_lktin_unesa.jpg

Mahasiswa BK Juara 1 LKTIN di UNESA

Jangan pernah kehilangan kesempatanmu dalam hal apapun.  Pergunakanlah sebaik mungkin kesempatan yang ada. Itulah kalimat yang terus memotivasi Sumini terus berkaya.

Sumini beserta dua teman lainnya, Marita Indriani dan Ratna Dewi Rohmah berhasil memperoleh Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) (27/11/2016).

Latar belakang Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang mereka tulis bermula dari kegelisahan terhadap masyarakat yang saat ini kecanduan terhadap media sosial. Dari kecanduan ini muncul fenomena Fear of Missing Out atau yang sering disebut FOMO.

Menurut Sumi, di era sekarang ini orang-orang tidak bisa terlepas dari gadget. Mereka selalu melihat postingan orang lain, dan dari postingan orang lain itu membuat mereka penasaran untuk terus mengikutinya. Dengan pola pikir yang demikian, pada akhirnya mereka tidak bisa menghargai dirinya sendiri.

Dari permasalahan tersebut, kemudian Sumini dan kedua temannya mengangkat judul “Teknik Miracle Question SFBT (Solution Focused Brief Therapy) Untuk Mengurangi Efek FOMO (Fear of Missing Out) Pada Kecanduan Media Sosial.”

“Proses penulisan KTI ini awalnya diberi kesempatan olek Pak  Caraka. Beberapa hari sebelum deadline kami belum menemukan tema yang tepat untuk ditulis. Setelah itu, kami memutuskan untuk berdiskusi dengan beberapa teman dengan mencari referensi dari buku dan internet, ” terang Sumini ketika ditemui di Kampus 2 UAD Jalan Pramuka.

Tim yang anggotanya perempuan semua ini hanya diberi waktu sekitar 3 hari untuk menulis KTI. Setelah penulisan selesai, kemudian mereka konsultasi dengan Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd.,  dosen pembimbing dan melakukan beberapa kali revisi.

“Saat proses perlombaan kami diberi waktu presentasi 30 menit, 5 menit persiapan, 15 pemaparan materi, dan sisanya sesi tanya jawab. Paling berkesan adalah saat sesi tanya jawab. Juri terus mengejar kami dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis, ” ungkap Sumi ketika menceritaka perlombaan di UNESA.

 “Setiap kegiatan saya di kampus adalah motivasi dari orangtua. Saya sangat bersyukur bisa kuliah, dan selama beberapa kali mengikuti lomba.  Ini yang paling berkesan. Ini adalah tanda bakti saya untuk orangtua, ” jelas  Sumini.