Merapi Meletus, 35 Mahasiswi UAD Asal China Mengungsi ke Bekasi

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta meninggalkan kota tersebut menyusul terjadi letusan Gunung Merapi, tak terkecuali mahasiswa asing. Sebanyak 35 mahasiswa asal China terpaksa mengungsi ke Bekasi, Jawa Barat.

Ke-35 mahasiswi tersebut merupakan mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogkakarta. Pada 7 November yang lalu, mereka tiba di kampus President Universty, Kota Jababeka, Bekasi.

Public Relations Department, Angela, mengatakan, kondisi Gunung Merapi yang masih berstatus awas membuat para mahasiswi itu harus mengungsi untuk sementara. Pengungsian tersebut berdasarkan permintaan dari Duta Besar China untuk Indonesia, Zhang Qiyue, kepada Rektor President Unibersity, Ermaya Suradinata.

“Ke-35 mahasiswi ini untuk sementara akan tinggal di asrama President University, Kota Jababeka. Mereka dapat mengikuti beberapa kelas yang ada di President University,” kata Angela melalui rilis yang diterima detikcom, Senin (8/11/2010).

Angela mengatakan, pemindahan sementara mahasiswi asal China tersebut juga bertujuan agar mereka merasa nyaman dan tidak mengalami trauma. Mereka akan bergaul dengan para mahasiswa dari luar negeri lainnya yang berada di Presiden University.

“President University memiliki siswa dari seluruh wilayah Indonesia dan manca negara seperti dari RRC, Vietnam, Somolia, Philipina, Korea, Malaysia dan Laos,” katanya.

(irw/fiq)

 

sumber detiknews.com

 

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta meninggalkan kota tersebut menyusul terjadi letusan Gunung Merapi, tak terkecuali mahasiswa asing. Sebanyak 35 mahasiswa asal China terpaksa mengungsi ke Bekasi, Jawa Barat.

Ke-35 mahasiswi tersebut merupakan mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogkakarta. Pada 7 November yang lalu, mereka tiba di kampus President Universty, Kota Jababeka, Bekasi.

Public Relations Department, Angela, mengatakan, kondisi Gunung Merapi yang masih berstatus awas membuat para mahasiswi itu harus mengungsi untuk sementara. Pengungsian tersebut berdasarkan permintaan dari Duta Besar China untuk Indonesia, Zhang Qiyue, kepada Rektor President Unibersity, Ermaya Suradinata.

“Ke-35 mahasiswi ini untuk sementara akan tinggal di asrama President University, Kota Jababeka. Mereka dapat mengikuti beberapa kelas yang ada di President University,” kata Angela melalui rilis yang diterima detikcom, Senin (8/11/2010).

Angela mengatakan, pemindahan sementara mahasiswi asal China tersebut juga bertujuan agar mereka merasa nyaman dan tidak mengalami trauma. Mereka akan bergaul dengan para mahasiswa dari luar negeri lainnya yang berada di Presiden University.

“President University memiliki siswa dari seluruh wilayah Indonesia dan manca negara seperti dari RRC, Vietnam, Somolia, Philipina, Korea, Malaysia dan Laos,” katanya.

(irw/fiq)

 

sumber detiknews.com