Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Menjadi Superkarbon

 

Selama ini, limbah padi berupa jerami dan sekam hanya sebatas digunakan sebagai pakan ternak. Olahan lainnya juga sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kompos. Namun di tangan Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., limbah tersebut bisa dijadikan superkarbon sebagai bahan bakar alternatif.

Saat musim panen tiba, di daerah Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, menghasilkan jerami dan sekam padi berlimpah. Sayangnya, masyarakat setempat belum bisa memanfaatkannya. Alhasil, hanya menjadi bahan limbah yang mencemari lingkungan sekitar. Padahal, hasil dari pembakaran tersebut, yaitu karbon, sangat membahayakan bagi lingkungan dan manusia.

“Fenomena tersebut tentu menunjukkan tidak adanya kesadaran lingkungan,” ungkap Surahma saat diwawancarai di kantornya, Rabu (11/03/2015). “Apabila diolah dengan teknologi yang tepat guna, jerami dan sekam padi memiliki banyak manfaat.” 

Fakta yang ditemui di lapangan, telah menggerakkan Surahma dan tim untuk mengolah jerami dan sekam padi tersebut menjadi superkarbon. Superkarbon dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak tanah dan gas dalam rumah tangga. Tentunya, hal ini akan menghemat pengeluaran biaya hidup dan dengan adanya keterampilan ini, dapat meningkatkan perekonomian.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes. Sementara anggotanya Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si., Desta Risky Kususma S.E., M.Sc., serta 27 mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Program ini berlangsung bersama dengan adanya program KKN PPM yang akan diselenggarakan pada bulan Juli tahun ini. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan superkarbon. Harapannya, sekam padi dan jerami sisa panen dapat bermanfaat dan bernilai ekonomi.