Semangat dalam keterbatasan

keterbatasan menjadi alasan yang tepat bagi masyarakat untuk tidak melanjutkan sekolah. Lalu bagaimana nasib warga Dusun Kempul ketika mempunyai keinginan sekolah dengan keterbatasan yang ada.

 

Selasa (8/02) kemarin, pemandangan di Kantor Kecamatan Salaman seketika berubah menjadi orange. Ini disebabkan adanya penerjunan KKN Reguler UAD Periode XXXV Tahun Akademik 2010-2011 yang ditempatkan di Kecamatan Salaman.

 

Setelah upacara selesai, masing-masing unit mahasiswa didampingi oleh DPL langsung menuju dusun berdasarkan unit yang sudah ditentukan oleh LPM. Pada hari itu juga semua mahasiswa akan memulai kehidupan barunya dengan suasana baru, lingkungan baru, dan tentunya budaya baru. Termasuk unit IV.A.3 yang ditempatkan di Dusun Kempul, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman.

 

Di dusun inilah semua ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah akan dipraktekkan secara langsung. Perbedaan jurusan akan menyatukan ide dan pendapat mereka untuk menjalani kehidupan baru bersama masyarakat menuju kondisi yang lebih baik.

 

“Almamater orange inilah yang akan kami kibarkan di Dusun Kempul selama satu bulan ke depan. Dengan harapan, apa yang kami lakukan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkap Azis saat memberikan sambutan perkenalan pada masyarakat Dusun Kempul.

 

KKN Reguler 2010/2011 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta IndonesiaKedatangan unit IV.A.3 diterima dengan sangat baik oleh Kepala Dusun (Kadus) dan masyarakat. Program kerja ‘Bimbel’ menjadi proker andalan di unit IV.A.3. Zaenurahman selaku Kadus Kempul mengaku sangat tertarik dengan gram tersebut. “Saya sangat senang kalau mas-mas dan mbak-mbak KKN mau mengajari anak-anak, terutama Bahasa Inggris dan Matematika. Ini dikarenakan les di sini harganya mahal, sementara pelajaran yang didapat di sekolah sangat kurang” ujar Pak Kadus penuh antusias.

 

Semangat warga Dusun Kempul terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Hal tersebut semakin membangkitkan semangat unit IV.A.3 untuk bisa menjalankan program

kerja (Proker) sesuai target pencapaian.

 

Dusun Kempul sendiri bukanlah dusun yang ekonomi masyarakatnya tergolong baik. Tingkat pendidikan di dusun ini pun tergolong rendah. Keadaan ekonomi masyarakat yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh mejadi alasan mereka dalam mandetnya proses belajar di situ. Disisi lain kurangnya wawasan tentang pendidikan juga menghalangi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

 

“Di sini, anak perempuan lulus SMP sudah pada nikah, kalau yang laki-laki lebih suka bekerja. Mereka menganggap kerja itu lebih penting karena bisa menghasilkan uang. Kalau sekolah kan biayanya banyak. Sementara kita hanya buruh,” ungkap Mukhtarom disela-sela perjalanan menuju lokasi sosialisasi.

 

Meski demikian, semangat anak-anak dalam belajar sangat tinggi. Mereka rela mengantri untuk mengikuti Bimbel yang dilaksanakan di posko KKN unit IV.A.3. Mereka berharap bisa mendapat tambahan ilmu dan pengetahuan dari Bimbel tersebut. “Kami ingin bisa mengerjakan pelajaran dan bisa lulus dalam ujian serta mendapat nilai yang bagus” ucap salah seorang peserta.

 

Melihat semangat warga dan peserta Bimbel yang luar biasa, para mahasiswa peserta KKN pun semakin semangat. “Seperti tujuan KKN yaitu untuk mengabdi kepada

masyarakat, akan kami lakukan sekuat tenaga untuk bekerja. Kami ingin terus membangkitkan semangat para generasi penerus ini agar bisa melanjutkan sekolah mereka kejenjang yang lebih tinggi,” ungkap Azis yang juga adalah ketua unit IV.A.3. (A’ Mt)

 

 

keterbatasan menjadi alasan yang tepat bagi masyarakat untuk tidak melanjutkan sekolah. Lalu bagaimana nasib warga Dusun Kempul ketika mempunyai keinginan sekolah dengan keterbatasan yang ada.

 

Selasa (8/02) kemarin, pemandangan di Kantor Kecamatan Salaman seketika berubah menjadi orange. Ini disebabkan adanya penerjunan KKN Reguler UAD Periode XXXV Tahun Akademik 2010-2011 yang ditempatkan di Kecamatan Salaman.

 

Setelah upacara selesai, masing-masing unit mahasiswa didampingi oleh DPL langsung menuju dusun berdasarkan unit yang sudah ditentukan oleh LPM. Pada hari itu juga semua mahasiswa akan memulai kehidupan barunya dengan suasana baru, lingkungan baru, dan tentunya budaya baru. Termasuk unit IV.A.3 yang ditempatkan di Dusun Kempul, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman.

 

Di dusun inilah semua ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah akan dipraktekkan secara langsung. Perbedaan jurusan akan menyatukan ide dan pendapat mereka untuk menjalani kehidupan baru bersama masyarakat menuju kondisi yang lebih baik.

 

“Almamater orange inilah yang akan kami kibarkan di Dusun Kempul selama satu bulan ke depan. Dengan harapan, apa yang kami lakukan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkap Azis saat memberikan sambutan perkenalan pada masyarakat Dusun Kempul.

 

KKN Reguler 2010/2011 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta IndonesiaKedatangan unit IV.A.3 diterima dengan sangat baik oleh Kepala Dusun (Kadus) dan masyarakat. Program kerja ‘Bimbel’ menjadi proker andalan di unit IV.A.3. Zaenurahman selaku Kadus Kempul mengaku sangat tertarik dengan gram tersebut. “Saya sangat senang kalau mas-mas dan mbak-mbak KKN mau mengajari anak-anak, terutama Bahasa Inggris dan Matematika. Ini dikarenakan les di sini harganya mahal, sementara pelajaran yang didapat di sekolah sangat kurang” ujar Pak Kadus penuh antusias.

 

Semangat warga Dusun Kempul terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Hal tersebut semakin membangkitkan semangat unit IV.A.3 untuk bisa menjalankan program

kerja (Proker) sesuai target pencapaian.

 

Dusun Kempul sendiri bukanlah dusun yang ekonomi masyarakatnya tergolong baik. Tingkat pendidikan di dusun ini pun tergolong rendah. Keadaan ekonomi masyarakat yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh mejadi alasan mereka dalam mandetnya proses belajar di situ. Disisi lain kurangnya wawasan tentang pendidikan juga menghalangi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

 

“Di sini, anak perempuan lulus SMP sudah pada nikah, kalau yang laki-laki lebih suka bekerja. Mereka menganggap kerja itu lebih penting karena bisa menghasilkan uang. Kalau sekolah kan biayanya banyak. Sementara kita hanya buruh,” ungkap Mukhtarom disela-sela perjalanan menuju lokasi sosialisasi.

 

Meski demikian, semangat anak-anak dalam belajar sangat tinggi. Mereka rela mengantri untuk mengikuti Bimbel yang dilaksanakan di posko KKN unit IV.A.3. Mereka berharap bisa mendapat tambahan ilmu dan pengetahuan dari Bimbel tersebut. “Kami ingin bisa mengerjakan pelajaran dan bisa lulus dalam ujian serta mendapat nilai yang bagus” ucap salah seorang peserta.

 

Melihat semangat warga dan peserta Bimbel yang luar biasa, para mahasiswa peserta KKN pun semakin semangat. “Seperti tujuan KKN yaitu untuk mengabdi kepada

masyarakat, akan kami lakukan sekuat tenaga untuk bekerja. Kami ingin terus membangkitkan semangat para generasi penerus ini agar bisa melanjutkan sekolah mereka kejenjang yang lebih tinggi,” ungkap Azis yang juga adalah ketua unit IV.A.3. (A’ Mt)