Mengenal Drummer Wanita UAD
Datang dari timur, tepatnya Ternate Maluku Utara, Ria Haryati menunjukkan bakatnya bermain drum dihadapan peserta Program Pengenalan Kampus (P2K). Mahasiswa baru (Maba) Program Studi (Prodi) Teknik Kimia ini, membuat panggung pameran P2K sontak bergetar.
Awal naik ke atas panggung, seluruh peserta P2K di GOR Among Raga mengira Ria akan bernyanyi, ternyata tidak. Perlahan dia menuju ke belakang dan dengan lincah menabuh drum. Sontak penampilan selayaknya pemain drum profesional, mendapat sambutan hangat dari para panitia dan peserta P2K.
Gadis bungsu dari 3 bersaudara ini memang sudah suka musik sejak kecil. Lahir dari orang tua yang berprofesi sebagai pengajar, ayah dosen dan ibu guru, tidak menyurutkan semangat untuk mengembangkan bakatnya. Diakuinya “Saya punya kakak yang juga suka bermain musik. Kalau kakak konsen pada alat musik keyboard, saya malah suka drum dan banyak belajar darinya,” ujar gadis kelahiran 12 Januari 1995 ini.
Di Ternate, Ria lebih suka memainkan aliran musik Pop ini. Dia mengaku memiliki satu set drum untuk melatih bakatnya, sehingga wajar apabila dia mampu tampil dengan baik. “Awalnya sempat mengikuti les drum, tapi cuma sebulan sudah langsung bisa,” terangnya.
Untuk mengasah kemampuannya, Ria sudah mendaftarkan diri ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik. Dia berharap kemampuannya dapat diasah lagi. Bimbingan senior di UKM Musik akan sangat bermanfaat. Menurutnya, teman bermain adalah salah satu jalan mengasah bakat, sehingga tidak hanya sekedar bisa, tapi punya pengalaman besar di bidang musik.
UAD sendiri mendukung penuh mahasiswa untuk berprestasi. Tinggal motivasi mahasiswa untuk mengejar prestasi itu. UKM menjadi salah satu jembatan bagi pengembangan bakat mahasiswa menuju prestasi dengan membawa nama baik diri sendiri dan UAD. (ZL)

“Setiap tahun, pelaksanaan Program Pengenalan Kampus (P2K) selalu memberikan kejutan pada penutupan. Jika tahun lalu ada grup band Letto, tahun ini akan dihadirkan grup band Lyla yang merupakan salah satu grup band terkenal Indonesia.” Ungkap Fikri Ihsan Romadi Ketua Panitia Pusat (Panpus) Pelaksanaan Program pengenalan kampus (P2K) Sabtu (30/08).
Imran Rosadi, Mahasiswa Baru (Maba) siapkan mimpi besar selama kuliah di Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mahasiswa asal Lombok Tengah tersebut bertekad, sebelum wisuda S1 bisa memeroleh kuliah gratis, mendapat IPK 4.0, dan keliling 10 negara seperti Malaysia, Jepang, Amerika, Belanda, dan negara lainnya. Selain itu, ia juga memiliki impian besar menjadi finalis dalam berbagai perlombaan hingga tingkat Nasional dan Internasional.
Melukis Kaligrafi merupakan sebuah keahlian menggambar pola atau huruf yang dituangkan di atas kain kanvas atau media lainnya. Biasanya, huruf Arab dan Mandarin dijadikan objek utama lukisan ini. Lukisan kaligrafi bisa dijadikan media hobi dan juga bisnis. Bahkan, di berbagai tingkatan sekolah, lukisan kaligrafi, khususnya kaligrafi Arab dimasukan ke dalam kurikulum pelajaran seni. Sehingga seringkali seni ini diperlombakan.
Mungkin kebanyakan orang seusia Muhammad Fauzi akan berpikir berkali-kali untuk mengambil keputusan dalam mengejar cita-citanya. Bayangkan saja, jarak antara Lombok – Yogyakarta ditempuhnya dengan sepeda motor.