Datang, Bertarung, dan Menang!
“Sebagai mahasiswa baru, hendaklah teguhkan niat semula dari kampung halaman untuk belajar di UAD. Setelah diterima, bersungguh-sungguh belajar. Jangan kecewakan orang tua. Buatlah prestasi di bidang apa pun, sebab prestasi mencirikan diri sendiri. Prestasi yang kalian raih akan mempengaruhi karakter individu ketika lulus dari UAD.”
Dr. H. Kasiyarno, M.Hum., Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Begitulah pesan yang disampaikan Kasiarno saat ditemui di kantornya, Sabtu, 23 Agustus 2014. Bapak empat anak ini menegaskan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menyediakan banyak fasilitas bagi mahasiswa baru (maba). Selain beasiswa yang sudah berjalan per tahun, ada beberapa program yang dapat diraih oleh maba yang kompetitif. Misalnya, program pertukaran pelajar.
“Semua mahasiswa memiliki hak yang sama untuk meraih kesempatan dalam program pertukaran pelajar. Beberapa waktu ini, mahasiswa kita sudah ada yang ke Malaysia, Cina, Thailand, Filipina, dan Jepang. Untuk meraih kesempatan itu, tentu mahasiswa harus memiliki kemampuan akademik dan nonakademik. Misalnya, kemampuan yang sesuai dengan program studi (prodi) masing-masing, serta kemampuan tambahan. Di antaranya kemampuan berbahasa internasional,” papar rektor yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah V DIY.
Selain beasiswa dan pertukaran pelajar, UAD juga memiliki aktivitas lain, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah bertaraf nasional dan internasional.
“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa daerah di Indonesia dalam aktivitas KKN, baik di Jawa ataupun di luar Jawa. Baru-baru ini, mahasiswa kita bertolak ke Lampung. Bahkan, beberapa daerah meminta agar dikunjungi mahasiswa KKN UAD, salah satunya Kalimantan. Daerah tersebut kita tolak untuk sementara waktu dengan pertimbangan jarak dan biaya. Kemudian, kita juga mempunyai jaringan komunitas di Filipina, Kamboja, Thailand, dan beberapa negara. Beberapa mahasiswa UAD pun sudah KKN di Mesir pada tahun 2011−2012,” tambah Kasiyarno.
Kasiyarno menegaskan, semua fasilitas tersebut dapat didapatkan oleh semua mahasiswa. Syaratnya, mahasiswa harus bersaing dan meningkatkan kompetensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kemampuan akademik dan nonakademik yang dimiliki mahasiswa tidak hanya berguna ketika mereka kuliah di UAD saja. Kemampuan tersebut akan menjadi trade record bagi setiap mahasiswa dalam melamar pekerjaan ketika mereka lulus nanti. Sebab, UAD telah mempersiapkan sistem ijazah yang baru bagi para alumni. Ijazah mereka tidak hanya disajikan nilai akademik, tetapi akan diselipkan nilai-nilai tambahan lainnya. Misalnya, prestasi yang mahasiswa capai selama kuliah. Nilai dan keterangan ini akan membuat alumni mampu bersaing di lapangan pekerjaan. Dengan keterangan tersebut, para pengguna jasa alumni tidak akan ragu menerima alumnus UAD. (IHS)

Tema “Membangun Karakter Anak Melalui Rekonstruksi Lingkungan Rumah dan Sekolah Bebas Budaya Kekerasan”
Dr. Marwah Daud Ibrahim, Ph.D,. Mengatakan Kampus merupakan sarana paling tepat untuk mematangkan kualitas keilmuan dan karakter integritas intelektual muda, kata mantan anggota DPR RI Marwah Daud Ibrahim.
“Kalau orang lain bisa, saya juga harus bisa. Kalau orang lain tidak bisa, saya tetap harus berusaha untuk bisa. Kalau bangsa lain bisa, bangsa Indonesia juga harus bisa. Kalau bangsa lain tidak bisa, bangsa Indonesia tetap harus berusaha untuk bisa.”
Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) pada hari Selasa, 19 Agustus 2014 menyelenggarakan mini seminar dengan topik “Crowd Modeling and Simulation”. Acara yang berlangsung mulai pukul 16.00–17.30 WIB ini bertempat di ruang 104 kampus III UAD dan dihadiri oleh Kartika Firdausy, S.T., M.T. (dekan), Endah Sulistiawati, S.T., M.T. (wakil dekan), Tole Sutikno, S.T., M.T. (Editor in Chief Telkomnika), dosen Teknik Elektro, dosen Teknik Informatika, serta perwakilan mahasiswa. Hadir pula perwakilan dari luar UAD, yakni dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan Universitas Mulawarman Samarinda.