Mengenal Lebih Jauh Plagiarisme

“Plagiarisme adalah pelanggaran etika, bukan pelanggaran hukum yang penegakannya berada dalam kewenangan akademik, bukan kompetensi pengadilan.” Papar Dr. V. Henry Soelistyo Budi, SH.,L.LM ketika mengisi acara Sarasehan tentang Plagiarisme, Sabtu (12/04) di Auditorium Kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jalan Kapas 09, Semaki, Yogyakarta.

Lebih lanjut Henry Soelistyo Budi menyampaikan, Plagiarisme masuk dalam kategori pelanggaran, karena merupakan tindakan immoral dan ilegal. Salah satu contoh tindakan immoral seperti mempresentasikan hasil karya/ide orang lain yang di akui itu menjadi karya atau idenya yang tidak menyebutkan sumber dari mana dia memperoleh ide tersebut. Selanjutnya plagiarisme itu disebut ilegal jika seseorang mengcopy hasil karya atau ciptaan orang tanpa seijin dari yang bersangkutan.

“Kedua hal yang telah disebutkan tadi masuk dalam kategori pelanggaran Undang-Undang Hak cipta yang ada di Indonesia. Beberapa hal bisa disebut sebagai pelanggaran hak cipta apabila yang di plagiat itu merupakan karya yang di lindungi hak cipta” ungkap Henry meneruskan.

Plagiarisme merupakan sebuah tindakan memanipulasi fakta, membohongi publik, serta merusak nilai-nilai obyektifitas. Maka dari itu ilmuwan yang objektif akan melaporkan hasil penelitiannya dengan jujur, benar, dan terbuka.

Plagiarisme disebut sebagai tragedi tak berdarah di dunia ilmiah, karena banyak orang penting setingkat professor, doktor harus rela dicopot gelar akademiknya hanya karena melakukan plagiarisme, serta banyak pejabat tinggi pemerintahan harus rela turun tahta karena melakukan tindakan plagiarisme ini.

Mengutip dari pernyataan Parvati Iyer dan Abhipsita Shingh, Henry yang juga seorang pengacara, menuturkan, “Tipe-tipe Plagiarisme ada empat yakni Plagiarisme ide (ideas), kata demi kata (word to word), sumber (source), dan kepengarangan (authorship).”

Faktor yang menyebabkan seseorang melakukan plagiarisme di antaranya adalah lemahnya etika akademik, kohesi dengan penegakan hukum serta lemahnya filtering orisinalitas suatu karya/ciptaan.

Sebagai pembicara inti dalam acara tersebut, Dr. Henry yang merupakan Pakar Bidang Intellectual Property Rights (Hak Kekayaan Intelektual) dan Penulis buku “Plagiarisme” mengungkapkan harapannya kepada Universitas Ahmad Dahlan yang mempunyai jargon Moral and Intellectual Integrity mampu menelurkan akademisi-akademisi yang punya integritas moral dan intelektual serta tidak melakukan tindakan-tindakan plagiarisme.

Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Penelitian Universitas Ahmad Dahlan (LPP UAD) ini dihadiri oleh Civitas Akademika Universitas Ahmad Dahlan baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa. (MCH)

Galakkan Kebiasaan Emas Puasa Senin-Kamis lewat BuBer

 

Kamis (10/04) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM-FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Kajian dalam rangka Buka Bersama Puasa Sunnah Kamis di Masjid Darussalam Kampus I UAD, Jalan Kapas 09, Semaki, Yogyakarta.

Hadir dalam acara tersebut, Tukijan ketua panitia acara tersebut mengungkapkan “Untuk mendapatkan syafa’at Allah kelak di Akhirat ada beberapa kiat-kiat, salah satunya ialah dengan rutin mengerjakan puasa sunnah Senin-Kamis.”

Tukijan menambahkan, acara ini bertujuan untuk menghidupkan sunnah rasul (puasa sunnah senin-kamis) yang saat ini mulai ditinggalkan oleh kalangan muslim terutama kalangan mahasiswa. “Acara yang diadakan kali ini merupakan titik awal yang selanjutnya akan diadakan rutin setiap senin dan kamis untuk memotivasi para mahasiswa agar senantiasa berpuasa senin kamis”

Ditemui diakhir acara Tukijan menjelaskan bahwa acara tersebut mendapat bantuan dari seorang donatur yang tak ingin disebutkan namanya, yang terbiasa menginfakkan sebagian hartanya untuk dakwah fi sabilillah, salah satunya seperti acara buka bersama ini.

Acara sederhana ini dihadiri oleh Mahasiswa FAI-UAD serta mahasiswa dari fakultas lain yang menjalankan ibadah puasa sunnah senin-kamis. (MCH)

 

Kiat-Kiat Mendapatkan Syafa’at

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Setelah mati, manusia akan dihidupkan kembali untuk menjalani kehidupan selanjutnya yakni kehidupan akhirat. Dikehidupan ini, setiap manusia akan mendapatkan balasan atas segala perbuatannya selama di dunia. Orang yang baik akan mendapatkan kenikmatan di surga sedangkan orang yang buruk amal perbuatannya akan mendapatkan adzab/siksa di neraka.“ Papar Ustadz Tukijan yang juga mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI-UAD) ketika mengisi acara Buka Bersama Kamis (10/04) di Masjid Darussalam, Masjid Kampus Iu UAD, Jalan Kapas 09, Semaki, Yogyakarta.

Lebih lanjut dijelaskan, di Akhirat inilah kelak orang akan sangat membutuhkan sebuah pertolongan atau syafaat agar terhindar dari siksa neraka dan mendapatkan tempat di surga. Untuk mendapatkan syafaat tidaklah mudah. Ada beberapa cara atau kiat-kiatnya agar kelak di akhirat mendapatkan syafa’at dari Allah SWT.

Di antara kiat-kiatnya ialah: yang pertama, nentauhidkan Allah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ikhlas dari hati yang tulus serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Kedua, Memperbanyak membaca Al-Qur’an. Ketiga, Membiasakan berpuasa baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Hal inilah yang saat ini digerakkan oleh Mahasiswa FAI-UAD yakni menggalakkan kebiasaan berpuasa sunnah senin kamis yang saat ini mulai ditinggalkan.

Keempat, Berdo’a setelah dikumandangkan adzan. Di waktu inilah do’a kita didengar dan  diijabah oleh Allah SWT. Kelima,  tinggal di Madinah, sabar menerima cobaannya serta wafat di sana. Keenam, Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ketujuh, Shalatnya sekelompok muslim terhadap jenazah muslim, dan memperbanyak sujud kepada Allah SWT.

“Dengan melakukan beberapa hal tersebut, niscaya kita akan mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Allah SWT“ ungkap Tukijan mengakhiri ceramahnya.

Acara rutin yang dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM-FAI) UAD ini mendapat bantuan dari seorang donatur yang tak ingin disebutkan namanya. Yang terbiasa menginfakkan sebagian hartanya untuk dakwah fi sabilillah, salah satunya seperti acara buka bersama ini. Acara ini dihadiri oleh Mahasiswa FAI-UAD serta mahasiswa dari fakultas lain yang menjalankan ibadah puasa sunnah senin-kamis. (MCH)

Kepedulian BEM UAD Untuk Bencana di Purworejo

               Saat Purworejo diguyur hujan deras pada tanggal 19-20 Desember 2013. Hujan mengakibatkan 4 sungai besar di Purworejo meluap akibatnya 11 kecamatan tergenang air. Salah satu Desa Rowodadi Kecamatan Grabag capai 4 meter ketinggian air sehingga hanya atap bangunan saja yang terlihat.

Berdasarkan data dari Posko LPM Muhammadiyah Purworejo, 4 orang meninggal dunia yaitu Wongso Suwito (85), Rinayah (48), Siti Aminah (8), dan 1 orang belum dikenali.  Ini merupakan bencana banjir dan longsor yang paling parah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sejak tahun 2000 lalu.

            Melali Badan Eksuktif Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (BEM-UAD) dalam gerakan Aksi Nyata untuk Purworejo,  menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, tepatya di Posko PCM Kutoarjo. Alhamdulillah, uang sebesar Rp 18.039.100,- diserahkan, serta bantuan lain berupa sembako, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan bayi juga tersalurkan. Relawan UAD yang mewakili 10 fakultas , ikut berpartisipasi membersikan Sekolah Dasar Rowodadi Grabag, yang tenggelam sedalam 4 meter saat bencana.

“Ini wujud kepedulian kita kepada saudara yang sedang ditimpa musibah. Kita UAD, kita berbagi” tutur Idham Leipary, Presiden Mahasiswa UAD. Dalam sela-sela kesibukan recovery bencana, Diki Anwar Sani, Sekretaris LPB Muhammadiyah Purworejo menuturkan, “kami semakin percaya, UAD peduli dengan masyarakat”.

Idam selaku Ketua BEM Universitas Ahmad Dahlan menyampaikan  Persaudaraan bagaikan sebuah bangunan, saling menguatkan. Juga diibaratkan seperti satu tubuh, satu bagian mendapati luka maka bagian lainnya juga ikut merasakan, berupaya mengobati. (doc)

Pengajian UAD: Sembilan Kebiasaan Emas Rasulullah

“Umat Islam, khususnya Warga Muhammadiyah seharusnya mencontoh kebiasaan-kebiasaan baik yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW. dan mengistiqomahkan sembilan kebiasaan emas atau yang biasa disebut dengan The Nine Golden Habits.” Papar Ustadz dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.kes., Sp.S. saat mengisi acara pengajian untuk Dosen dan Karyawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

“Sembilan kebiasaan tersebut ialah: pertama, shalat fardhu diawal waktu dengan berjamaah dilanjutkan dengan melakukan shalat Tathowu' (sunnah) seperti sholat rawatib, dhuha, dan tahajud. Kedua, melakukan puasa sunnah seperti puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin-kamis, atau seperti puasa Nabi Daud.” lanjutnya

Lebih lanjut Ketua umum PW Muhammadiyah DIY tersebut menyampaikan, “Kebiasaan Baik yang Ketiga yaitu mengeluarkan zakat, infaq, dan shodaqoh (2,5 % dari penghasilan). Keempat, beradab islami dalam setiap kegiatan. Kelima, tadarus Al-Qur'an minimal 1 juz setiap hari dan khatam dalam sebulan. Keenam, Membaca buku minimal satu jam tiap hari. Ketujuh, Mengaji minimal seminggu sekali. Kedelapan, aktif berjamaah dan berorganisasi. Kesembilan, senantiasa berfikir Positif dan bersyukur”.

Acara yang diprakarsai oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD tersebut berlangsung di Auditorium Kampus I UAD, Jalan Kapas 09 Semaki Yogyakarta. Sabtu (05/04).

Diakhir acara, dihimbau kepada para peserta yang hadir untuk menggunakan hak pilihnya (tidak golput) dan jangan sampai salah pilih dalam pemilu 2014 yang akan diadakan besok tanggal 09 April 2014. (MCH).

Koreksi Mutu Pembelajaran

 

Oleh: Hendro Widodo, M. Pd

Penulis Dosen Prodi PGSD UAD Yogyakarta

Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajar. Ketiga relasi tersebut dapat berjalan dengan baik dalam pembelajaran bilamana para pelaku pembelajaran (guru dan siswa) dapat membangun pembelajaran yang bermutu. Pembelajaran yang bermutu berawal dari guru yang perlu melihat kondisi siswa, baik dalam hal pengetahuan maupun pengalaman yang dimiliki. Kegiatan pembelajaran perlu dikondisikan sedemikian rupa yang membuat siswa belajar dengan nyaman dan tanpa tekanan.

Seorang guru sangat memahami bahwa semua siswa berbeda satu sama lainnya, dan mereka belajar dengan model yang cocok dengan kebutuhan dan kecenderungan mereka masing-masing.  Seorang guru yang menggunakan prosedur mutu terpadu harus menangkap secara serius isu-isu tentang gaya dan kebutuhan pembelajaran untuk menciptakan strategi individualisasi dan differensiasi dalam pembelajaran. Siswa adalah pelanggan utama, dan jika model pembelajaran tidak memenuhi kebutuhan individu masing-masing mereka. Maka, guru tersebut tidak dapat mengklaim bahwa ia telah mencapai mutu terpadu dalam pembelajaran (Edwar Sallis, 2010).

Guru harus memahami bahwa beberapa siswa juga suka pada kombinasi beberapa gaya belajar dan guru harus mencoba untuk cukup fleksibel dalam memberikan pilihan tersebut. Untuk itu, strategi belajar yang diterapkan guru tidak boleh hanya satu yang membuat siswa bosan. Guru dapat memberikan beberapa model pengajaran dan pembelajaran terhadap para siswa. Di sini guru dituntut untuk dapat menguasai berbagai metode dan strategi pembelajaran.

Salah satu adagium yang tepat untuk menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran adalah al-tariqah ahammu min al-maddah, strategi lebih penting dari materi. Adagium ini menunjukkan relasi antara materi dan strategi pembelajaran, bahwa sebaik apa pun materi pembelajaran yang dibuat oleh guru jika tidak disampaikan dengan cara yang tepat maka tidak akan bermakna sebagaimana yang diharapkan. Tentu ini tidak boleh dimaknai bahwa materi tidak penting, bahwa ketika materi yang sudah dibuat secara ideal harus segera diikuti oleh pilihan strategi penyampaian secara tepat. Ketepatan dalam pemilihan strategi pembelajaran akan mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran sehingga secara mikro harus ditemukan strategi dan pendekatan pembelajaran yang efektif di kelas.

Selain dari kemampuan guru dalam melihat kondisi siswa dan kemampuan memberikan beberapa model pengajaran dan pembelajaran terhadap siswa, evaluasi pembelajaran juga harus menjadi proses berkelanjutan yang tidak boleh diabaikan. Evaluasi tidak hanya mengedepankan evaluasi hasil tapi yang tidak kalah pentingnya adalah evaluasi proses. Seorang guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dituntut untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap siswa, baik dari segi pemahamannya terhadap materi yang telah diberikan (aspek kognitif), maupun dari segi sikap dan penghayatan (aspek afektif), dan pengamalannya (aspek psikomotorik). Ketiga aspek tersebut sangat erat sekali dan bakan tidak dapat dilepaskan dari kegiatan evaluasi pembelajaran. Hasil dari proses evaluasi harus dibicarakan kepada siswa, dengan tujuan untuk melengkapi hasil evaluasi.

Dalam pembelajaran yang bermutu, peran seorang guru sangat menentukan. Kemampuan guru dalam memahami siswa baik dalam hal pengetahuan maupun pengalaman, kemampuan dalam pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran menjadi faktor utama dalam menghasilkan pembelajaran yang bermutu. Oleh karena itu, komitmen dan profesionalisme seorang guru terus selalu ditingkatkan baik secara individual maupun institusional, agar betul-betul menjadi seorang guru yang bermutu sehingga mampu mengkonstruksi pembelajaran yang bermutu pula.

Libur Pemilu 9 April 2014

Segenap sivitas Universitas Ahmad Dahlan, untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan pemilu Rabu, 9 April 2014 maka hari tersebut diliburkan dari kegiatan akademik maupun administratif.

SURAT EDARAN Libur 9 April

 

SURATEDARAN

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

Nomor: RJIID.I01lV/2014

tentang

Libur Pemilihan Umum

 

Assalamu’alaikum w. w.

Memperhatikan Undang-undang Nomor 8 tahun 2013 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Perubahan Keenaln. Atas Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2012 Tentang Tahapan, Program dan Jadual Penyelenggaraan Pemilihan Umuln Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 Sebagaimana Telah Diubah Terakhir Dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 19 Tahun 2013, Pimpinan Universitas Ahmad Dahlan menetapkan Rabu, 9 April 2014 yang bertepatan sebagai Hari Pemilihan Umum Anggota OPR, OPD dan~.DPRD sebagaLhari libur dan menghimbau kepada seluruh sivitas akademika Universitas Ahmad Dahlan untuk mensukseskan pemilu dan menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya.

Demikian harap maklum dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum w. w.

 

 

 

Yogyakarta, 1 Jum. Tsaniyah 1435 H

1 April2014 M

 

 

 

 

Dr. Kasiyarno, M.Hum.

312031984031001

Orang Tua Wajib Waspada “Cabe Cabean”

Tri Wahyuni Sukesi, S.Si.,MPH

Kepala Pusat Studi Wanita dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Ahmad Dahlan

 

            Akhir-akhir ini sering sekali kita mendengar istilah “cabe cabean” di berbagai media atau perbincangan di kalangan remaja. Cabe cabean, sekelompok remaja perempuan yang memiliki gaya hidup berlebihan atau dalam bahasa gaul sering disebut alay. Hal ini tercermin dalam gaya dan penampilan yang laksana artis dan gaya pergaulan yang cenderung bebas.

Awalnya “cabe cabean” sering dijumpai di antara kelompok pecinta motor saat melakukan aksi balapan. Selanjutnya tidak hanya dijumpai di arena balapan liar saja. Tetapi juga dapat ditemui di beberapa komunitas remaja. Beberapa orang mengatakan perempuan murahan yang alay atau berlebihan dalam bergaya bahkan bisa berdandan seperti orang dewasa. Parahnya perempuan muda ini cenderung bisa dipakai untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Hubungan tersebut awalnya dijadikan sebagai bahan taruhan dalam balapan liar. Selanjutnya meluas menjadi transaksi untuk mendapatkan sejumlah uang. Remaja perempuan ini mendapatkan sejumlah uang yang akan digunakan untuk menunjang style pergaulannya, mulai dari membeli baju, berdandan sampai dengan gadget yang menjadi pelengkap untuk bisa masuk atau dianggap keberadaannya dalam komunitas “cabe cabean”.

 Hubungan tersebut biasanya dilakukan oleh teman sebaya atau yang lebih tua atau bahkan orang dewasa. Aktivitas seksual inilah yang sama sekali tidak layak terjadi dan dilakukan oleh remaja. Pengetahuan yang minim tentang kesehatan reproduksi dan bahaya yang ditimbulkan dengan bergonta-ganti pasangan menjadikan remaja “cabe cabean” ini lebih besar resikonya untuk terkena penyakit menular atau mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki.

Tentu dalam hal ini perempuan lebih dirugikan. Mulai dari fisik saat berhubungan, indikasi hamil di luar nikah yang akan memunculkan keinginan aborsi atau munculnya penyakit menular seperti AIDS. Ditambah lagi dengan paradigma masyarakat yang akan lebih menilai negative pada mereka.

Menurut beberapa sumber keberadaan remaja perempuan ini jumlahnya semakin banyak, bahkan sudah menjadi trend gaya hidup bagi beberapa remaja perempuan. Gaya hidup baru di kalangan remaja memang sangat mudah sekali untuk mempengaruhi kehidupan remaja. Karena secara psikologis masa remaja adalah masa pencarian jati diri dan masa-masa ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama faktor lingkungan. Jika seorang remaja perempuan tidak melakukan hal yang sama dalam suatu lingkup pergaulan maka dia akan dianggap tidak gaul dan tidak layak masuk dalam kelompok tersebut. Profokasi yang dilakukan teman sebaya juga sangat berpengaruih terhadap style seorang remaja.

Fenomena munculnya style “cabe cabean” bukan semata-mata karena kesalahan anak-anak itu saja, tetapi mungkin karena lingkungan sekitar yang kurang perhatian. Keluarga yang jarang mengajak berdiskusi, sehingga anak lebih banyak mengutarakan keinginannya pada orang lain. Pengaruh media yang sering sekali membesar-besarkan kehidupan mewah para artis dan gaya hidup mereka dengan berbagai asesorisnya, sehingga menyebabkan remaja yang melihat hal tersebut berkeinginan untuk meniru. Tetapi dengan cara-cara yang kurang tepat dan tanpa pengawasan sehingga memunculkan style baru yang sesuai keinginan mereka. Atau profokasi dari teman yang terus mengajak dan memaksa remaja tersebut masuk dalam pergaulan seperti itu.

Hal ini kembali lagi menjadi pekerjaan rumah yang harus dikoreksi orang tua. Mengawasi dan mendampingi anak-anak saat mulai menginjak masa remaja perlu ditingkatkan. Tentu saja tidak hanya orang tua yang aktif mengoreksi tetapi di ranah pendidikan juga harus menekankan pentingnya pendidikan karakter. Sehingga, anak-anak ini mempunyai landasan moral dan agama yang kuat sebagai bekal. Tentu untuk menghadapi pergaulan yang semakin berat. Selain itu juga dari lingkungan masyarakat seharusnya lebih peduli lagi saat terjadi hal-hal yang tidak baik terjadi di sekitarnya.

Fenomena “cabe cabean” ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan pendampingan dan pengawasan agar tercapai kebaikan di kalangan remaja kita. Remaja merupakan asset bangsa yang sangat berharga untuk masa depan bangsa Indonesia, jangan sampai kita menyesal saat asset bangsa tersebut menjadi tidak sesuai dengan harapan karena tidak ada upaya yang terbaik bagi mereka.

 

Email : yons_by@yahoo.com

Hp : 08164268784/085729144883

Pelantikan Pengurus Dan Pengawas Kopma UAD 2013/2014

Minggu, 30 Maret 2014 Koperasi Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (KOPMA UAD) secara resmi melantik pengurus dan pengawas baru pada periode 2014-2015. Bertempat di audit kampus 1 UAD dihadiri oleh anggota dan tamu undangan dari kopma seluruh Jogja. Turut hadir juga Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Abdul Fadlil, M.T. yang melantik pengurus dan pengawas Kopma UAD periode 2013/2014. Dalam sambutanya Abdul Fadlil menyatakan “Kopma UAD adalah wadah kita untuk berorganisasi dan juga menjadi entreprenurship” ungkapnya.

Ketua umum KOPMA UAD terpilih yaitu Habib Aziz Putra Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dalam pidatonya mengatakan “Saya ingin mengembangkan Kopma UAD dan membuat unit usaha baru di kampus 2”.

Lebih lanjut mahasiswa prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat menambahkan. Selain itu, Kopma UAD juga ikut berperan aktif dalam lingkup kampus. Mahasiswa yang masih duduk di semester 4 ini juga mengungkapkan akan menambah mitra kerja sama agar Kopma semakin berkembang.

Dalam sejarah Kopma UAD sendiri Habib Aziz Putra adalah ketua termuda yang dipilih oleh tim formatur pengurus. Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan bijaksana. Amin. (Doc)