Perguruan Tinggi, Korupsi, dan Akreditasi

Oleh Rendra Widyatama, SIP., M.Si

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAD

 

Mengikuti berita-berita korupsi terutama yang ditangani oleh KPK, memperlihatkan pada kita sejumlah fakta bahwa sebagian pelaku ternyata lulusan perguruan tinggi. Tentu fakta tersebut memunculkan gugatan atas keseriusan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang anti korupsi.

Bila direnungkan, sebenarnya ada sepercik harapan yang mungkin bisa dilakukan untuk memagari perguruan tinggi dari korupsi. Harapan tersebut datang dari pengaturan instrument akreditasi. Pengelola kampus terlebih para asesor BAN, pasti mengetahui bahwa salah satu borang akreditasi memusatkan perhatian pada alumni. Menurut hemat penulis, item inilah yang bisa dimanfaatkan bagi rekayasa system untuk menjaga kampus dari korupsi. Bila ada alumni yang korupsi, maka akan menjadi factor pengurang nilai akreditasi.

Ada dua syarat yang perlu dilakukan agar instrument akreditasi dapat mendukung tujuan ini. Pertama, perlu penyeragaman instrument evaluasi penelusuran alumni dalam mengungkap bagaimana respon pengguna pada lulusan dan integritas alumni.

Dalam standar 3 item 3.3.1.c borang akreditasi, ditanyakan tentang kualitas alumni. Pada item tersebut perlu ditambahkan item yang mengungkap data ada atau tidak adanya alumni yang berbuat korupsi. Bila ada alumni yang terbukti korupsi, maka otomatis akan mengurangi nilai akreditasi, dengan rumus tertentu. System nilai akreditasi perlu diatur secara terbuka yang dapat berubah sepanjang waktu, agar memberikan ruang control bagi kampus.

Prasyarat kedua, perlu adanya integrasi data base dan system komunikasi online yang baik minimal antara 4 pihak, yaitu kampus, Dikti, Badan Akreditasi Nasional, dan penegak hokum, termasuk KPK. Dengan system seperti ini, maka bila penegak hukum mencatat ada lulusan perguruan tinggi yang melakukan korupsi, data tersebut akan otomatis terhubung dengan BAN, DIKTI, dan perguruan tinggi yang bersangkutan. System seperti ini membuat kampus tidak akan bisa menutupi fakta alumninya yang berbuat korupsi.

System seperti ini sangat mungkin dijalankan. Dipastikan, system ini mampu mendorong kampus menyusun pakta integritas yang lebih keras bagi alumninya. Selama ini, jabatan akademik professor dan kesarjanaan dapat dicabut bila seseorang terbukti melakukan plagiarisme. Mekanisme seperti ini bisa diperluas bagi kasus alumni yang korupsi, misalnya kampus mencopot gelar kesarjanaan alumni sehingga berbagai hak terkait dengan kesarjanaan tersebut hilang. Tindakan keras seperti ini diharapkan mampu memberi efek kejut yang signifikan bagi semua cititas akademika, termasuk alumni.

System seperti ini, diyakini akan membuat perguruan tinggi berupaya mengatur diri makin keras, termasuk membuat aturan untuk memaksa agar alumni menjaga integritasnya. Kampus bisa saja meniru organisasi Ikatan Dokter yang dapat mencabut hak dan legalitas praktek bila ada dokter yang melakukan kesalahan.

Luas diketahui, akreditasi merupakan status sangat penting bagi institusi kampus. Kredibilitas institusi akan tercermin melalui status akreditasi. Bila dianalogikan sebagai tubuh manusia, perguruan tinggi merupakan organ hati. Organ vital ini akan memompa darah ke seluruh tubuh. Manakala organ ini rusak, peredaran darah juga terganggu, dan membuat kesehatan tubuh bermasalah. Sebaliknya bila hati sehat, ada harapan, tubuh akan sehat. Dengan demikian, perguruan tinggi perlu dijaga kesehatannya agar tidak menghasilkan alumni yang gampang tergoda pada korupsi. Ingat, kampus akan menghasilkan lulusan yang akan menjadi para pemimpin masyarakat, sehingga selayaknya ia dijaga ketat agar tak dekat-dekat dengan korupsi, termasuk lulusannya.

Pembunuhan Karakter Anak oleh Orang Tua dan Guru yang Jarang Disadari

Dra. Alif Muarifah., S.Psi., M.Si

Dosen Universitas Ahmad Dahlan

Setiap anak yang lahir di dunia merupakan amanah yang dibekali dengan berbagai potensi hebat berupa kepekaan, kecerdasan, penglihatan serta pendengaran yang luar biasa bagusnya. Jika sejak dini sampai masa anak-anak berlangsung disadari dan dikembangkan  dengan cara yang kondusif, akan terbentuk anak hebat yang sangat mengagumkan.  Namun pada kenyataannya, banyak orang tua dan guru tidak memahami akan potensi tersebut sehingga dalam proses  belajarnya salah dan menyimpang.

Jika kita melihat pendidikan yang berlangsung di Negara yang telah maju dan sadar terhadap potensi besar tersebut, maka anak merupakan asset yang harus diperhatikan dan dibina se awal mungkin dalam proses pembelajarannya, sehingga ia menjadi pribadi yang mandiri, cerdas serta bercharacter. Kesadaran orang tua dalam pendidikan, peran guru dalam pembelajaran, system pemerintahan yang mendukung  serta keikutsertaan masyarakat mempunyai andil besar untuk mewujudkan impian tersebut. Seringkali beberapa aspek tersebut tidak konsisten dalam menjalankan tanggungjawab  atau malah saling bertolak belakang.

Manusia adalah makhluk edukandum yang mampu dididik dan diarahkan serta dikembangkan melebihi kehebatan computer secanggih apapun. Sebab otak manusia merupakan organ yang membantu untuk berfikir serta menyimpan berbagai informasi yang didapatkan melalui semua indera dan disimpan dalam memory dengan daya simpan yang basa bertahan  lama bahkan seumur hidupnya.  Diantara  masa bayi sampai pada kisaran 10 tahun, sel otak pada anak memiliki fleksibilitas yang tinggi, sehingga dengan bermain dengan suasana yang menyenangkan dapat mengembangkan imaginasi serta kreativitas yang begitu tinggi. Sebab bagi anak, bermain merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan sehingga banyak kegiatan belajar yang dilakukan dalam suasana tersebut mampu merubah kejenuhan dan kebisanan anak sehingga menumbuhkan semangat kembali. Selain dapat  dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak, dengan bermain yang menyenangkan  dapat dipakai untuk melatih daya konsentrasi anak sehingga ia dapat terfokus terhadap kegiatan tertentu. Konsentrasi merupakan sesuatu yang esensi dalam kehidupan, terutama bagi anak yang akan memasuki dunia sekolah sehingga ia lebih siap untuk mendapatkan materi yang lebih meningkat dari jenjang sebelumnya. Melalui bermain anak akan belajar mendapatkan pengalaman, 30 % dari apa yang didengar, 40 dari yang dilihat, 60 % dari yang dilakukan dan 90 % dari yang dilihat, didengar dan dilakukan.

Anak akan melakukan hal-hal  sesuai dengan apa yang di lihat dan dicontohkannya, sehingga jika diberikan  pelatihan secara continue dan berulang  dapat  menimbulkan habit akan berpengaruh terhadap perkembangan kognisi selanjutnya, yakni memperkuat relasi antar neuron kemampuan akademik yang memiliki keguanaan pada perkembangan di masa yang akan datang. Sebab pada usia dini otak anak belum terisi oleh banyaknya persoalan hidup sehingga daya kemampuan untuk menangkap informasi serta daya simpan dalam memory begitu tajam. Banyaknya latihan bicara yang diberikan akan memperkuat keterampilan berbahasa. Anak yang dilatih dengan kelembutan, kesungguhan, kedisiplinan memiliki pengaruh dalam perkembangan social, kognisi serta keperibadian.  Belajar harus berfokus pada kontektual, bukan tekstual, sehingga mengajarkan kepada anak harus  konsisten dan penuh kesungguhan sehingga akan menumbuhkan character yang kuat.  

 

Namun kenyataan banyak yang didapati anak dalam proses belajar tidak semulus harapnnya, banyak dari mereka mendapatkan perlakuan yang tidak layak dengan berbagai pembunuhan character yakni pemunculan kalimat negative, kelemahan serta kekurangan yang dimiliki anak. Sejak dulu, manusia seringkali dipandang sebagai makhluk yang bermasalah. Lebih-lebih aliran behavioristik yang memandang manusia sebagai sesuatu mekanik yang penuh dengan berbagai masalah. Juga pandangan aliran klasik psikoanalisis yang selalu  melihat kenangan masa lalu sebagai penyebab penderitaan yang ada saat ini. Mereka lebih banyak mengedepankan  kekurangan dibandingkan dengan kelebihan yang ada pada manusia Sehingga pembelajaran yang seringkali dilakukan kebanyakan berorientasi kepada pandangan-pandangan yang dapat merusak bahkan membunuh character atau potensi alamiah yang diberikan oleh Tuhan dengan berjuta kebaikan.

Pada  kenyatannya  setiap anak manusia selalu mendambakan kebahagiaan serta  terbebas dari masalah yang menghimpitnya. Mereka memiliki keinginan untuk dihargai, disanjung, dikasihsayangi, dimiliki, humor, optimism  serta dimunculkan nilai-nilai kebaikan  lainnya sehingga menjadikannya berarti dan bermakna. Mengedepankan nilai positif tidak hanya bermanfaat untuk meningkat kemampuan serta mengembangkan kreativitas anak, melainkan juga dapat digunakan untuk menyembuhkan stress dan gangguan mental lainnya. Sebab pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak; pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita.” (Seligman). Untuk membangun character maka lebih berfokus pada kelebihan manusia bukan pathogenesis. Pathogenisis akan membuat manusia semkin terpuruk dan jauh dari potensi dasar yang sebenarnya. Sebagai orangtua, guru serta anggota masyarakat kita dapat memahami mengapa hal-hal yang positif  susah dikembangkan atau sering diabaikan? Sebab emosi negatif lebih memiliki efek serta pengaruh yang kuat terhadap perasaan nyaman yang subyektif dalam beradaptasi dibandingkan emosi positif. Kesedihan, penderitaan, sakit hati lebih berkesan dibanding rasa bahagia. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli didapatkan bahwa  marah adalah emosi yang dipelajari, yang dapat  menurunkan ketegangan serta menimbulkan kepuasan, sehingga ada kecenderungan untuk mengulangi hal yang dirasa nyaman. Padahal jika dianalisis secara mendalam atas dampak yang dilakukan sangatlah tinggi, baik ditinjau dari aspek fisik maupun psikologis.

Pengusaha Tahu dan Tempe Tidak Perlu Galau

 

Dr.Dwi Suhartanti.,M.Si

Dosen Biologi FMIPA

Kepala Pusat Studi Dinamika Sosial

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

 

Saat ini para perajin tahu dan tempe sedang galau. Galau karena harga kedelai yang sangat mahal dampak dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar. Demonstrasi agar pemerintah menurunkan harga kedelai terjadi di Palembang, Jabodetabek, Sukabumi, Yogyakarta dan daerah lainnya. Pemerintah diam seribu basa, tak berdaya. Perajin tahu tempe, mogok nasioanal hari ini. Di Jabodetabek para perajin tahu tempe tak produksi mulai  tanggal 9 September sampai 3 hari ke depan. Di Palembang akan dimulai mogok esok hari dan diikuti didaerah daerah lain di Indonesia. Konsumen jadi ikut galau, tak dapat makan tahu dan tempe.

Sungguh ironis, Indonesia yang merupakan penghasil, penemu tempe, masyarakatnya mayoritas mengkonsumsi tahu dan tempe, saat ini tidak dapat memproduksi dan makan tahu dan tempe. Lebih Ironis dan menyedihkan jika mogok tidak produksi tahu dan tempe berlanjut sampai berkepanjangan, akibat tidak mampunya perajin tahu dan tempe tidak mampu membeli kedelai sebagai bahan baku.  Bisa jadi Indonesia kedepan menjadi negara pengimport tahu dan tempe trerbesar di dunia.  Dan Jepang menjadi negara eksportis tau dan tempe bagi Indonesia. Sungguh sangat memprihatinkan.

Dengan mogoknyap perajin tahu dan tempe, selain konsumen yang rugi, perajinpun rugi, karena tidak ada pemasukan uang untuk keperluan biaya hidup yang saat ini juga sangat tinggi. Angka kemiskinan meningkat, pemgangguran meningkat, maka kriminalitas juga akan meningkat. Apakah tidak ada solusi untuk masalah ini ?. Ada solusi yang bagus. Perajin tempe tidak perlu mogok produksi, konsumen senang dapat makan tahu dan tempe, angka kemeskinan dapat dikendalikan dan kriminilitas dapat teratasi.

Para perajin tahu dan tempe TIDAK PERLU GALAU. Air rebusan tahu dan tempe yang rata rata per 1 kg kedelai menghasilkan SISA AIR REBUSAN 5 liter. Jika produksi tahu dan tempe 1 ton, menghasilkan rata rata 3000 – 5000 liter SISA AIR. Sisa air mari kita olah menjadi berbagai berbagai makanan olahan, dengan cara yang sangat mudah , dan mempunyai prospek penjualan yag tinggi, bahkan jika ditekuni akan menghasilkan keuntungan yang lebih dibanding dengan produksi uatamanya yaitu tahu dan tempe. Para perajin tahu dan tempe dilatih MENGOLAH AIR SISA REBUSAN. Mari kita bahu membahu, mari pemerintah dengan  para akademisi kita bantu para perajin tahu dan tempe agar TIDAK PERLU GALAU. Pusat Studi Dinamika Sosial Universitas Ahmad Dahlan siap membantu.

MP UAD Bergabung APMAPI untuk Penguatan Kualitas dan Perkuat Jaringan

Pada Mukernas I APMAPI di Malang telah terbentuk pengurus inti yaitu: Ketua Umum: Prof. Udin Syaefudin Saud, Ph.D. (UPI), Sekretaris Umum: Dr. Imran Arifin, M.Pd. (UM), Team formatur dari PTN dan PTS. Pengurus dan formatur dipersyaratkan peserta yang memiliki linieritas bidang Manajemen/Administrasi Pendidikan.

Menurut Dr. Dwi Sulisworo delegasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Mukernas bersama Dr. Widodo, Selasa (1/10), memandang Mukernas ini sangat penting karena dapat mendorong pada penguatan kualitas prodi Manajemen Pendidikan (MP), jaringan kerja dengan prodi MP di perguruan tinggi lain, serta program-program kerjasama yang dilakukan dengan fasilitasi APMAPI.

APMAPI adalah Asosiasi Program Studi Manajemen/Adminisrasi Pendidikan Indonesia. Mukernas I  yang diselenggarakn di Universitas Negeri Malang (UM) pada 30 September-3 Oktober 2013 dihadiri oleh hampir seluruh program studi S2 dan S3 se-Indonesia. Target mukernas adalah mematangkan deklarasi APMAPI yang akan dilakukan di UPI Bandung pada Maret 2014.

APMAPI penting dibentuk karena adanya penguatan yang semakin tinggi pada lembaga pendidikan yang berkualitas pada berbagai jenjang pendidikan. Langkah dalam waktu dekat setelah Deklarasi  APMAPI adalah konsolidasi prodi-prodi manajemen/administrasi pendidikan S1, S2, dan S3 agar semakin jelas kompetensi dan kualifikasinya dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia. (dan’s)

Sukses UAD di Negeri Tirai Bambu

Tahun ini, genap 10 tahun usia kerja sama strategis Cina dengan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan Cina-ASEAN EXPO (CAEXPO), berupa pameran ekonomi dan perdagangan berskala internasional. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 3-6 September tersebut mengusung tema “Pengembangan Kerjasama Regional: Peluang Baru, Motivasi Baru, Tahap Baru”.

Kegiatan kali ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di Kota Nanning, Guangxi, RRC. Departemen Perdagangan negara China dan 10 negara ASEAN dan Sekertariat ASEAN menjadi sponsor kegiatan bergengsi tersebut. Ini pertama kalinya Indonesia mengirimkan delegasi dari bidang pendidikan di galeri CAEXPO. Lebih istimewa lagi, UAD menjadi satu-satunya universitas yang mewakili Indonesia untuk berada dalam kegiatan yang diadakan di gedung Pusat Konferensi dan Ekspo Internasional. Tak tanggung-tanggung, UAD mendapatkan dua stan dalam pameran ini.

UAD dipercaya oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi untuk menjadi wakil DIY dalam bidang pendidikan karena memiliki mahasiswa Cina terbanyak di DIY.  Materi pameran yang ditampilkan UAD adalah produk-produk hasil pendidikan dan riset. Misalnya, obat-obatan herbal dari Fakultas Farmasi berupa teh daun kepel dan daun sirsak, kapsul dan serbuk kunir putih, minuman jahe, dan lainnya. UAD juga menyediakan tas laptop dari Fakultas Teknologi Industri, brosur berbahasa Mandarin dan Inggris, serta produk-produk berlogo UAD.

Animo masyarakat lokal (Cina) terhadap galeri UAD sangat tinggi sehingga di hari terakhir seluruh brosur dan barang-barang UAD yang jumlahnya mencapai 400 kg habis. Barang yang awalnya hanya untuk percontohan seperti obat-obatan herbal dan tas laptop UAD pun akhirnya terjual habis karena permintaan pengunjung. Selain terlibat dalam pameran, UAD yang diwakili langsung oleh Rektor Dr. Kasiyarno, M. Hum., juga dipercaya untuk memberikan presentasi dalam Promotion of Conference di CAEXPO.

Kementerian Perdagangan dan Disperindagkop sangat mengapresiasi keterlibatan UAD dalam CAEXPO tahun ini karena UAD sangat membantu secara teknis di lapangan. Keberadaaan alumni UAD sebagai relawan juga dirasa sangat bermanfaaat. Mereka tidak hanya berada di stan UAD tetapi diperbantukan di stan pariwisata. Anita, seorang dosen bahasa Indonesia dari universitas partner UAD, Guangxi University for Nationalities, juga menjadi pembawa acara dan penerjemah di acara pembukaan City of Charm.

Keikutsertaan UAD dalam CAEXPO tidak hanya menuai sukses selama pameran tetapi juga di luar kegiatan. UAD yang diwakili langsung oleh Dr. Kasiyarno, M. Hum. (Rektor), Drs. Muhammad Safar Nasir, M.Si. (Wakil Rektor II), Prof. Sarbiran M.Ed., Ph.D. (Wakil Rektor IV), dan Ida Puspita, M.A. (Kepala Kantor Urusan Internasional), bertemu dengan saudara muslim Cina. Ibrahim dan Imam Nuruddin dari masjid di Nanning adalah dua orang yang sangat tertarik untuk mengirimkan siswa-siswa muslim Cina yang tidak sanggup melanjutkan kuliah. Hal ini biasa terjadi karena keterbatasan biaya. Pengurus masjid dan pengurus Islamic Association di Nanning kemudian melakukan pertemuan untuk membahas detail kerja sama. Tercapai kesepakatan bahwa tahun depan mereka sudah mulai mengirimkan calon mahasiswa muslim Cina ke UAD.

Para pengurus akan segera bekerjasama dengan Islamic Association di seluruh Cina untuk menjaring calon mahasiswa. Mereka menggunakan brosur-brosur UAD dalam bahasa Mandarin yang akan disebarkan ke komunitas muslim Cina. Harapannya, generasi muda muslim Cina dapat meningkatkan intelektualitas sekaligus keislamannya. Nampaknya, keikutseraan UAD dalam CAEXPO tahun ini telah membuka jalan bagi UAD untuk menyebarkan dakwah di negeri yang terkenal dengan sebutan Tirai Bambu ini. (doc)

Kuliah Umum Psikologi Leiden University Medical Center (LUMC)

 

 

   Fakultas Psikologi UAD menyelenggarakan kuliah umum pada hari Senin (23/9) dengan pembicara Prof. dr. Adrian A. Kaptein dari Medical Psychology, Leiden University Medical Center (LUMC). Acara ini diselenggarakan di ruang auditorium Kampus I UAD. Kuliah umum kali ini diisi Adrian A. Kaptein dengan pemaparan materi “Pain Management”.

Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa dan juga dosen Fakultas Psikologi. Tujuan kuliah umum ini untuk menambah wawasan bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa psikologi klinis.

         “Banyak sekali manfaat yang saya dapat dari kuliah umum ini, kita jadi mengetahui penyakit dalam tubuh dapat disebabkan oleh persepsi diri sendiri,papar Diana Putri Arini salah satu mahasiswa peserta kuliah umum (Psikologi 2011).

          Kegiatan ini juga bermanfat bagi civitas akademik Fakultas Psikologi untuk meningkatkan kualitas pengetahuan tentang “Pain Management” dan juga menjalin kerja sama internasional. (dok)

Gerakan 1001 Buku Fakultas Psikologi UAD

Mahasiswa Fakultas Psikologi UAD mengadakan lokakarya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) pada hari Sabtu (21/09). Temayang diangkat adalah “TBM Go to Kampus dan Gerakan Mahasiswa 1001 Buku”. Acara yang diadakan di auditorium Kampus I ini menghadirkan Agung Nugroho,S.Pd.I. (Ketua forum TBM Motor Keliling DIY) dan Heni Waradatur Rohmah (TBM Mata Aksara) sebagai pembicara. Acara tersebut diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca mahasiswa saat ini khususnya para mahasiswa Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

“Gerakan nyata dari rangkaian acara TBM Go to Kampus dan Gerakan Mahasiswa 1001 buku ini adalah menyediakan dua rak buku yang ada di aula Kampus I dengan berbagai judul buku” papar ketua panitia acara, Ilham Tri Baskoro mahasiswa Psikologi angkatan 2012.

“Buku-buku bacaan tersebut disediakan agar para mahasiswa yang sedang berada di aula tidak hanya duduk tanpa aktivitas yang berarti tapi juga memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca” terang Ilham. (FT)

Penarikan Mahasiswa KKN Ramadhan

KKN Alternatif Ramadhan periode 38 telah selesai melaksanakan tugasnya di daerah Banguntapan, Bantul. Pada hari Rabu (25/09) lalu, Drs. H. Jabrohim, M.M. selaku Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) resmi menarik 120 mahasiswa KKN. Selama 2 bulan berada di Bantul, mereka melakukan banyak program. Antara lain pengobatan gratis, donor darah, penyuluhan, pelatihan, bimbingan belajar, dan TPA. Mahasiswa juga mengadakan berbagai kegiatan bermasyarakat yang bersifat membangun dan mempererat tali silaturahmi. 

“KKN diharapkan dapat meningkatkan kualitas, tidak hanya kecerdasan yang dibutuhkan untuk memberi kontribusi bangsa ini, namun juga pribadi berkarakter, dan insan yang berahklak mulia,” terang Tri Budianto, S.SPd. selaku Sekretaris Camat Banguntapan. Pada waktu yang sama, Kepala Pusat KKN, Dr. Rina Ratih Sri Sudaryani, M.Hum. juga melakukan penarikan 23 mahasiswa KKN Alternatif Ramadhan di Kasihan, Bantul. (IYNP)

UAD Adakan Lomba Pildacil, Cerdas Cermat, dan Nasyid, Memperebutkan Tropi Gubernur DIY

Dalam rangka Hari Jadi (Milad) Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan ke-34, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika menyelenggarakan serangkaian kegiatan yaitu:

  1. PILDACIL (PEMILIHAN DA’I CILIK) Tingkat SD dan sederajat se-DIY

Dengan tema “Yang Muda Yang Berdakwah”

Penyisihan       : Ahad, 10 November 2013

Final                : Ahad, 17 November 2013

Ketentuan :

  • Setiap Sekolah mengirimkan maksimal 2 delegasi
  • Biaya pendaftaran Rp 50.000,00

Fasilitas: stiker, gantungan kunci, snack.

Info lebih lanjut hubungi Dewi (085787049028)

 

  1. Lomba Cerdas Cermat (LCC) Matematika tingkat SMP dan sederajat se-DIY

Dengan tema “Berkomitmen Tinggi, Berpacu dalam Prestasi”

Penyisihan       : Ahad, 10 November 2013

Final                : Ahad, 17 November 2013

Ketentuan       :

  • Setiap sekolah mengirimkan maksimal 2 tim

(setiap tim terdiri dari 3 siswa dari sekolah yang sama)

  • Peserta maksimal kelas VIII
  • Setiap peserta wajib menyertakan fotokopi Kartu Pelajar dan surat izin dari pihak sekolah.
  • Biaya pendaftaran Rp 80.000,00/tim

Fasilitas: pena, snack, stiker, gantungan kunci.

Info lebih lanjut hubungi Annis (085742211277)

 

  1. Lomba Nasyid tingkat SMA dan sederajat se-DIY

Dengan tema “Sampaikan Pesan pada-Nya dengan Nada”

Pelaksanaan     : Sabtu, 23 November 2013

Ketentuan       :

  • Peserta adalah siswa SMA dan sederajat
  • Peserta kelas X, XI, dan XII
  • Setiap tim maksimal 7 siswa
  • Setiap peserta wajib menyertakan fotokopi Kartu Pelajar dan surat izin dari pihak sekolah
  • Membawakan 2 lagu (lagu wajib “Demi Masa” karya Raihan dan lagu bebas)
  • Biaya pendaftaran Rp 80.000,00/tim

Fasilitas: snack, stiker

Info lebih lanjut hubungi Rahman (089671993836)

Pendaftaran:

Tanggal           : 16 September s.d 27 Oktober 2013

Pukul               : 08.00 – 16.00 wib

Tempat            : Stand Pendaftaran di Aula Kampus 3 UAD (Jl. Prof.Dr.Soepomo Janturan Warungboto Yogyakarta)

 

RAIHLAH JUARA DAN DAPATKAN HADIAH :

Juara 1             : Tropi Gubernur DIY + Uang Pembinaan + Sertifikat

Juara II            : Tropi Walikota + Uang Pembinaan + Sertifikat

Juara III          : Tropi Rektor UAD + Uang pembinaan + sertifikat

 

Contact Person:

 0877 3848 2208 (WULAN)

 0856 9467 6834 (SIDIQ)

0856 4191 0607(TAJOE)

 

Pengamatan pada Kompetisi Peradilan Semu Prof. Soedarto IV

Dua mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang tergabung dalam Komunitas Peradilan Semu (KPS) FH Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadiri Kompetisi Peradilan Semu Tingkat Nasional Prof Soedarto IV. Mereka hadir memenuhi undangan dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Kompetisi yang digelar mulai dari 13-19 September lalu dihadiri 16 universitas sebagai delegasi dan 4 pengamat.

Perwakilan UAD hadir sebagai pengamat bersama dengan Universitas Cendrawasih, Universitas Suryakancana Cianjur, dan Universitas Nasional Jakarta. Sebagai pengamat, perwakilan FH UAD, Candra Aditya dan Dwi Hariyanto menjadikan kesempatan ini sebagai sarana pembelajaran.  Diakui oleh Dwi Hariyanto, bahwa langkah KPS FH-UAD mengutus pengamat memiliki manfaat yang besar.  “Ini adalah strategi pembelajaran sebelum terjun pada kompetisi sesungguhnya,” ujarnya.

 Pengamat bertugas mencari informasi tentang jalannya kompetisi peradilan yang dilakukan oleh masing-masing delegasi yang tampil. Dwi menambahkan bahwa dengan melihat pelaksanaan kompetisi dari penyisihan sampai final, ia dapat melihat kematangan dan kekuatan tiap delegasi. Kelebihan dan kekurangan setiap delegasi dapat dijadikan materi persiapan bagi KPS FH-UAD di kompetisi berikutnya. Pada kompetisi berikutnya, KPS FH-UAD diharapkan telah memiliki bekal amunisi untuk bertanding dan menorehkan prestasi gemilang.(Doc)