Jadilah Mahasiswa dengan Segudang Prestasi
Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Kasiyarno. M.Hum, mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 72% lulusan SLTA yang belum bisa mengenyam pendidikan tinggi. “Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan yang langka di Indonesia, kesempatan ini sudah seharusnya disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar”, lanjutnya.
Tapi, kata Kasiyarno saat ditemui di kantornya, keberhasilan hidup bukan hanya ditentukan oleh pendidikan formal (hard skill) tapi lebih banyak ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. Oleh karena itu, keterampilan soft skill perlu dikembangkan, salah satunya melalui organisasi.
UAD menyelenggarakan berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan melalui BEM dan UKM, dan sudah mengembangkan iklim kompetisi mahasiswa berprestasi. Sebutan mahasiswa berprestasi tidak hanya dipengaruhi oleh IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tapi juga dipengaruhi oleh kegiatan ekstra yang diikuti.
“Selain mengikuti proses belajar mengajar di kelas dan lab, mahasiswa juga perlu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler” ungkap Kasiyarno. (8/31).
UAD banyak mendapatkan hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk berbagai program kreatifitas mahasiswa. Mahasiswa baru harus menyambutnya dengan baik. Tahun 2012 kemarin UAD meraih Juara 1 Tingkat PTS dalam ajang kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXV. Selain mendapatkan pengalaman, mengikuti kegiatan ini melalui kegiatan penelitian dan karya tulis juga memperdalam ilmu yang ditekuninya serta masukan secara finansial.
Kompetisi dan persaingan global tidak bisa dihindari, maka sebagai mahasiswa perlu menyiapkan diri dengan kemampuan yang menjadi keunggulan-keunggulan kompetitif, seperti penguasaan Bahasa Inggris dan teknologi informasi.
Rektor sekaligus Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V Yogyakarta tersebut, meminta maaf tidak bisa hadir pada pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K), karena UAD saat ini ditunjuk untuk mewakili Indonesia ke Guang Dong, China dalam acara Pameran Pendidikan dan Perdagangan. Selamat mengikuti p2k 2013.

Seberjalanannya waktu, perkembangan dunia pendidikan dewasa ini mengalami banyak kemajuan secara significant. Hal ini bisa kita lihat dari menjamurnya aktifitas akademis, baik di gedung-gedung atau instansi-instansi resmi maupun yang tidak resmi. Melalui jalur tak resmi, banyaknya generasi muda yang aktif berkegiatan dalam forum-forum, sanggar, komunitas, ataupun kelompok belajar lainnya. Di jalur resmi, bisa kita lihat dari membludaknya minat orang tua atau “si anak” untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah, mulai dari play group sampai perguruan tinggi yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
Kamis (29/8/2013), Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (KKN-PPM UAD) periode XLV 2012/2013 resmi ditarik oleh pihak universitas setelah bertugas selama 35 hari di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.
Rabu (28/8/2013) Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (LPM-UAD) membuka pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tanggal 28 Agustus samapai 4 September 2013 untuk seluruh mahasiswa UAD.
Pada tahun 2015 mendatang kita akan memasuki era pasar bebas yang membuka skat pembatas tenaga kerja. Di mana setiap tenaga kerja di dunia dapat bekerja dalam negeri atau keluar negeri dengan bebasnya. Apakah SDM (Sumber Daya Manusia) kita sudah mampu untuk menghadapi hal ini?
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (FKM-UAD) Tingkatkan Kejasama Internasional dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan FKM KhonKaen University Thailand. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Prof. Dr. Somsak Pitaksanurat dan Rosyidah,S.E.,M,Kes.selaku Dekan di fakultasnya masing-masing.Penandatanganan MoU juga disaksikan oleh relasi atau mitra yang telah bekerjasama dengan FKM UAD di antarannya, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Bapelkes Jawa Tengah di Salaman dan Banjarnegara, beberapa FKM dari Perguruan Tinggi di Yogyakarta serta alumni maupun mahasiswa.
Banyaknya negara-negara di asia tenggara yang mengalami berbagai persoalan ekonomi, politik, sosial dan keluarga, menyebabkan tataran dimensi spiritual ditemukan banyak orang mengalami kehampaan hidup dan kehilangan kebermaknaan hidup. Mereka kehilangan kepercayaan, dan terpenjara dalam kebingungan tentang eksistensi hidupnya. Banyak pula yang kemudian melakukan perilaku merusak diri yang justru berdampak lebih besar dalam hidup mereka seperti penyalahgunaan napza. “Akibat dari hilangnya kebermaknaan spiritual ini membuat mereka mengalami penurunan dalam kebahagiaan, dan kesejahteraan psikologis” tutur Triantoro Safaria Safaria, S.Psi., M.Si., selaku ketua panitia Southeast Asia Psychology International (SAPIC) yang diadakan Fakultas Ssikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Auditorium kampus 1 Sabtu (24/8/2013).