Libur Nasional: 31 Januari (Jumat), Tahun Baru Imlek 2565

Libur Nasional: 31 Januari (Jumat), Tahun Baru Imlek 2565

Hasil keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar , Menteri Agama yang diwakili Sesjen Kemenag Bahrul Hayat,  dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) yang diwakili Sesjen Kemenakertrans Muchtar Lutfhi, telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2014 disaksikan Menko Kesra HR. Agung Laksono, di kantor Kemenko Kesra, Jakarta.

Libur Nasional: 14 Januari (Selasa), Maulid Nabi Muhammad SAW

Libur Nasional: 14 Januari (Selasa), Maulid Nabi Muhammad SAW

Hasil keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar , Menteri Agama yang diwakili Sesjen Kemenag Bahrul Hayat,  dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) yang diwakili Sesjen Kemenakertrans Muchtar Lutfhi, telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2014 disaksikan Menko Kesra HR. Agung Laksono, di kantor Kemenko Kesra, Jakarta.

Libur Nasional: 1 Januari (Rabu), Tahun Baru 2014

Hasil keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar , Menteri Agama yang diwakili Sesjen Kemenag Bahrul Hayat,  dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) yang diwakili Sesjen Kemenakertrans Muchtar Lutfhi, telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2014 disaksikan Menko Kesra HR. Agung Laksono, di kantor Kemenko Kesra, Jakarta.

Mempermudah Akses Konservasi Penyu Pantai Goa Cemara

KKN UAD Pasang Baleho

Agar mempermudah Akses Konservasi Penyu Pantai Goa Cemara, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (PPM UAD) yang bertempatkan di desa Gading Sari kecamatan Sanden Bantul melalui program Pemberdayaan Masyarakat Menuju Ekowisata Konservasi Penyu, Rabu (21/8/2013) melakukan peresmian pemasangan baliho Rencana Tata Letak Kawasan Konservasi Penyu Pantai Goa Cemara di kawasan Konservasi Pantai Goa Cemara sebagai salah satu bentuk realisasi program yang direncanakan bersama kelompok Konservasi Mina Raharja, Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (P3MP) dan Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Bantul.

Peresmian yang dilaksanakan pukul 08.30 WIB ini berlangsung di halaman parkir Pantai Goa Cemara. Acara dihadiri oleh beberapa element seperti dari lembaga instansi Pemerintahan terkait dihadirioleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, dari element kemasyarakatan dihadiri oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM)Gading Sari,Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sanden, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul, Dukuh Demangan, Dukuh Patihan, Dukuh Nampan, Kepala Desa Gading Sari, Camat Sanden, Pusat Pelayanan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (P3MP) MITRA PESISIR, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan kelompok Mina Raharja Pantai Goa Cemara serta dari akademisi LPM UAD diwakili kepala Pusat KKN UAD, LPM UAD, ketua Tim pengusung, Dewan Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa KKN UAD.

Baliho yang diresmikan langsung oleh kepala Bappeda Bantul Bapak Tri saktiana tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi pengunjung mengetahui tata letak kawasan konservasi penyu yang ada di Pantai Goa Cemara. Sesuai dengan potensinya, Pantai Goa Cemara selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat konservasi penyu yang telah dibentuk zonasi khusus di sana. “Kelompok Mina Raharja dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) beserta kelompok nelayan telah menyepakati zonasi khusus pendaratan penyu di Pantai Goa Cemara seluas 500 meter” ungkap Kepala Tim KKN Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Agung Budiantoro S.Si,M.Si disela peresmian acara tersebut.

“Diharapkan dari momentum ini semakin mengeratkan hubungan antara UAD dan masyarakat serta dapat menjadikan semangat untuk melanjutkan perjuangan menjaga dan melestarikan alam dan apa yang ada di dalamnya” harap Pak Agung yang Dosen Biologi tersebut.

Syawalan UAD: Syawalan Menjaga Silaturahim

“Kita jangan hanya berkutat di kampus saja, keluarlah, jalin silaturahim di luar sana, agar bertambah wawasannya. Tidak bisa dipungkiri, kita berada di lingkungan masyarakat. Disadari atau tidak disadari, mereka juga berperan penting dalam sebuah perkembangan. Asahlah hubungan, maka dengan mangasah silaturahim mengasah juga kemampuan kita” tutur Prof.Dr.H.Ahmad Syafii Maarif pada acara syawalan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Senin (19/8/2013).

Acara yang berlangsung di kampus 1 tersebut dihadiri sekitar 500san lebih karyawan UAD dan para undangan. Rektor UAD Dr. Kasiyarno. M.Hum menyampaikan maafnya dan ucapan terima kasih atas dedikasi para karyawan selama bekerja di UAD.

“Salut saya. Meskipun libur, ternyata masih ada yang bekerja mempersiapkan akreditasi. Sekali lagi terima kasih atas dedikasinya” tutur Kasiyarno dalam sambutannya.

Syawalan yang juga pelepasan calon jamaah haji keluarga besar UAD tersebut, diakhiri dengan ramah-tamah bersama dengan keluarga besar UAD. (Sbwh)

Mari Capai Ketakwaan Diakhir Ramadhan

Syawalan Farmasi Jembatan Silaturahmi

Satu hari setelah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-68 tahun Negara Republik Indonesia (RI) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada hari Minggu 18 Agustus 2013 jalin silaturahmi dengan Syawalan 1434 H. Hadir pada kesempatan tersebut Dekan Fakultas Farmasi dan seluruh Keluarga Besar Farmasi berikut keluarganya. Acara yang diawali dengan lantunan Kalam Illahi tersebut, dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi Dr. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si, PhD.

“Saya berharap dengan Syawalan ini dapat meningkatkan kesolidan sekaligus kinerja kedepan untuk memajukan Farmasi masa yang akan datang, mengingat begitu tingginya animo pendaftaran mahasiswa Farmasi ditengah-tengah persaingan yang kompetitif” harap Ibu Dyah dalam sambutannya.

Selanjutnya Ikrar Syawalan di sampaikan oleh Dosen muda Mustofa Ahda, M.Sc. dan diterima oleh Prof Dr. Mulyadi, Apt, nampak suasana penuh keakraban dan kebersamaan tergambar jelas. Prof Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.Ag. dalam ceramahnya menyampaikan bahwa pada bulan Syawalan ini kita harus terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Tradisi Syawalan ini biasanya disebut dengan Halal Bihalal atau Idul Fitri. Ibarat seperti kita naik pesawat dari boarding sampai landing sampai mendarat begitu juga mekanisme kita ibadah pada bulan sebelum Syawal. Yaitu sebelum Ramadhan, Ramadhan, hingga Syawal.  jadi grafiknya naik untuk mencapai ketakwaan di akhir Ramadhan. Tapi kita kadang-kadang banyak mendarat daruratnya ibarat naik pesawat, karena biasanya habis Ramadhan ibadah kita turun.

“Untuk itu, marilah kita teruskan ibadah-ibadah dalam Ramadhan untuk meraih ketakwaan disisi Allah Swt. Dengan harapan semoga Apoteker UAD menjadi kebanggaan kita bersama, Bangsa dan Negara dalam mengisi Pembangunan Nasional” imbuh Yunahar Ilyas diakhir ceramahnya.(Doc)

Kuliah Perdana Farmasi Bekal Raih Impian

Minggu (18/8/2013) tidak hanya bersejarah bagi bangsa RI yang merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-68 tahun, tapi juga bagi 152 mahasiswa baru program studi profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang melakoni Kuliah Perdana Angkatan XXVI Semester Gasal TA 2013/2014. Dimana mereka memperoleh gambaran detail tentang dunia Kefarmasian dan Profesi Apoteker yang nantinya akan terukir sepanjang hayat.

Ini sangatlah penting bagi mereka untuk meraih impian dan cita-cita dimasa mendatang di tengah-tengah persaingan yang sangat kompetitif. Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UAD sebagai salah satu perguruan tinggi yang mencetak lebih dari 300 apoteker baru setiap tahun sangat konsen dalam pembinaan intelektualitas dan integritas, dengan adanya pembinaan intelektualitas, integritas, leadership dan moralitas. Diharapkan Apoteker lulusan UAD mampu bertugas dengan baik dan mampu menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Apoteker demikian yang disampaikan Dr. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si, PhD. Dekan Fakultas Farmasi. Hadir juga pada kesempatan tersebut Wakil Dekan Farmasi Dr. Nining Sugihartini, M.Si, Apt., Ka. Prodi Farmasi Dr. Moch. Saiful Bachri, M.Si. Apt., dan Sekretaris Prodi Farmasi Faridah Baroroh, M.Sc.,Apt dan staf Farmasi.

Tak kenal maka tak sayang begitu bunyi pepatah demikian juga halnya “Mengenal Dunia Kerja dan Marketing” yang disampaikan oleh Dosen Tamu sekaligus Trainer Nasional Krisnadi, S.Si, Apt. pada kuliah Perdana hari ini di ruang 3.1.206. 

Lebih lanjut Krisnadi menyampaikan, apoteker sebagai bagian terpenting dari tenaga kesehatan memiliki wewenang khusus dalam setiap proses yang berhubungan dengan obat. Obat-obatan harus dikelola dengan baik mulai dari proses produksi, distribusi, sampai pelayanannya. Sehingga terjamin kualitas obat dari bahan awal obat sampai obat itu dikonsumsi. Untuk itu, dibutuhkan sebuah intelektualitas, integritas, leadership dan moralitas dari seorang apoteker dalam menjalankan tugasnya.

“Calon Apoteker harus mampu hadapi dunia kerja sekaligus menjadi Enterpreneur. Leadership, Integritas, Teamwork, Entrepreneurship, Spiritual of life dan Attitude dalam menghadapi masalah dalam dunia kerja haruslah dikuasai oleh seorang Apoteker. Dengan harapan semoga Apoteker UAD menjadi kebanggaan kita bersama, Bangsa dan Negara dalam mengisi Pembangunan Nasional’ imbuhnya.(Doc)

Ratusan Pengunjung Serbu Booth UAD Di Prince Of Songklha Open Week Thailand

Ribuan pengunjung Tampak berdesak-desakan memadati area pameran. Acara Pameran Pendidikan Tinggi Prince of Songkla University Open WeekPSU Education Fair di Hatyai, Thailand ini, di adakan di gedung Convention Center, PSU. Pameran ini diikuti oleh berbagai universitas baik universitas dalam negeri di Thailand maupun di luar negeri. Adapun universitas yang berasal dari luar Thailand terdiri dari Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapore) dan juga dari Australia.

Antusiasme pengunjung untuk Booth Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sangat besar terlihat dari banyaknya siswa yang tertarik dan berkunjung. Hal ini tak lepas dari peran serta alumni dan mahasiswa UAD yang berasal dari Thailand. Yasuli Bindulem, MusAb Buenae, Abdullah Umacheeta terlihat bersemangat untuk membantu UAD dalam menarik perhatian dari para pengunjung pameran  sekaligus menjadi penyambung lidah antara UAD dan siswa pengunjung yang rata-rata belum bisa bercakap dalam bahasa Inggris. “Saya bangga dapat memperkenalkan UAD kepada adik-adik saya disini sebagai universitas muhammadiyah terbaik sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia” Ujar Musab, yang saat ini menjadi mahasiswa semester 7 di Fakultas Psikologi, UAD.

Jumlah siswa yang telah mengunjungi Booth UAD pada hari pertama pameran ini sebanyak 85 orang dan terlihat sebagian besar tertarik untuk melanjutkan studinya di Indonesia terutama di perguruan tinggi Muhammadiyah, Jogjakarta.

Yasuli  Bindulem yang saati ini berprofesi sebagai guru madrasah pun menegaskan bahwa minat belajar murid-murid SMA di luar negeri terutama di Indonesia sangatlah tinggi. Beliau sangat menganjurkan murid-murid untuk bersekolah di UAD.

Di tengah acara, panitia memberikan waktu kepada delegeasi dari Indonesia untuk melakukan presentasi dan tanya jawab  mengenai informasi pendidikan tinggi di Indonesia. “Pemerintah Indonesia siap memberikan banyak skema beasiswa untuk mahasiswa Thailand yang ingin belajar di Indonesia, seperti beasiswa Darmasiswa, beasiswa Muhammadiyah, beasiswa Kelompok Negara Berkembang untuk master degree, dan beasiswa-beasiswa shortcourse lainnya” Tegas Purwanto Subroto, Kasubdit Kerjasama Antar Perguruan Tinggi.

.(Intan)

Menghindari Inflasi Menjelang Lebaran.

 

Di Bulan Ramadhan

Oleh Sukardi

Tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia terdapat dua waktu yang rawan terjadi inflasi, ialah pertama setiap memasuki bulan suci Romadlan dan lebaran Idul Fitri,  kedua akhir tahun dan awal tahun baru. Pada kedua waktu itu selalu terjadi inflasi, harga barang barang kebutuhan pokok terjadi kenaikan beberapa persen tergantung barangnya. Terjadinya inflasi demikian menguntungkan bagi para pengusaha, tetapi sebenarnya inflasi akan membebani anggaran bagi konsumen. Kalau memungkinkan para konsumen berharap bisa menghindar dari terjadinya inflasi. Bagaimana caranya ?

Penyebab Terjadi Inflasi Di Bulan Ramadhan dan Lebaran.

Inflasi adalah terjadinya kenaikan harga pada barang-barang kebutuhan hidup. Kenaikan harga bisa dikarenakan faktor langkanya barang-barang kebutuhan masyarakat, bisa faktor banyaknya kebutuhan yang tidak diimbangi penyediaan, bisa juga karena naiknya daya beli pasar, bisa juga karena kita menerapkan “pasar bebas”, harga diserahkan pada pasar, tidak adanya pengendalian harga oleh penguasa. Di bulan Ramadhan dan lebaran dan tahun baru terjadi inflasi dikarenakan oleh tiga faktor ialah: meningkatnya kebutuhan sembilan bahan pokok dibulan Ramadhan dan lebaran dan libur panjang akhir tahun. Dengan banyaknya kebutuhan orang membikin makanan sahur dan buka puasa yang makanan lebih berkualitas, banyaknya orang shodaqoh, mengeluarkan zakat di hari raya dan banyak menyediakan makan orang silaturrohim. Hari lebaran banyak orang mudik, keluarga yang didatangi banyak menyediakan berbagai jenis menu makanan.

Di bulan Ramadhan kebutuhan transportasi tak bisa dipungkiri, kebutuhan sandang meningkat dan kebutuhan wisata dan berbagai pendukungnya tak bisa dikendalikan, sehingga terjadi kenaikan harga. Daya beli masyarakat di bulan Ramadhan/lebaran juga didukung dengan pemberian tunjangan hari raya bagi para buruh di perusahaan. Pada akhir tahun dan tahun baru juga adanya gaji ke 13, banyaknya berwisata dilibur panjang dan sebagainya. Tidak adanya  pengendalian pihak penguasa memberikan keterserahan harga pada kehendak pasar sangat memberi peluang inflasi. Jika harga dikendalikan dengan disediakan operasi pasar akan mungkin  terjadi pengendalian inflasi barang-barang di pasar. Pada tahun ini inflasi dipacu dengan kenaikan harga BBM.

Selanjutnya mungkinkah kita bisa terhindar dari inflasi yang memperberat beban hidup ini? Bagaimana cara yang harus dilakukan? Tentu hal ini mungkin mungkin saja, tergntung dari kemauan kita sendiri.

Sesungguhnya kalau harga-harga bahan pangan dan kebutuhan pokok hidup diserahkan pada pasar, ketika banyak kebutuhan kemudian harga melambung, ummat Islam yang akan dirugikan, Ramadhan mestinya lebih bisa khusuk ibadah, dzikir dan tadarus, ketika dzikir yang teringat bagaimana menyediakan anggaran untuk belanja persiapan lebaran dan bagaimana membelikan pakaian anak-anak. Mana mungkin iktikaf bisa khusuk mendekati lebaran harus menyiapkan dana lebaran. Yang lebaran (gembira)  secara lahiriyah ya para pengusaha labanya jauh di atas bulan-bulan lain. Masyarakat yang menjadi kurban inflasi.

Kebijakan pemerintah untuk mengendalikan harga seharusnya menjadi prioritas,  Depag dan para ulama sudah saatnya menfatwakan pada masyarakat, bahwa tidak harus berpakaian baru ketika memasuki lebaran, Ramadhan agar lebih fokus dan khusuk ibadahnya.

RAMADHAN LUNTURKAN LEMAK DOSA

PANJI HIDAYAT

Dosen Universitas Ahmad Dahlan

 

Tidak terasa Ramadhan telah masuk di penghujung waktu, meskipun baru saja jasadiah dan nafs mulai beradaptasi. Momen yang baik ini seakan terus berlalu dan meninggalkan kesan berat untuk meninggalkannya karena banyak hikmah keistimewaan yang sangat genial dibandingkan dengan bulan yang lain. Kerinduan akan datangnya Ramadhan seakan terbuncah apabila kaum muslimin dapat menikmatinya kembali tahun yang akan datang.  Mungkin banyak yang telah beberapa kali melaksanakan puasa Ramadhan selama hidup akan tetapi hanya sedikit sekali manusia yang melebur dalam mengimani rukun Islam yang ke-empat ini.

Kebanyakan setelah puasa usai, manusia kembali ke habitat asal untuk melanjutkan aktifitas yang menabrak sunatullah tanpa mereka sadari atau dengan sadar bahwa perbuatan itu membuat iman semakin korosif. Puasa yang hanya sekadar menjalankan rutinitas akan terasa hambar tanpa makna jika orang tidak bisa menjauhi maksiat yang selalu dilakukan dan tidak sedikit puasa yang dilakukan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Bukankah Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan Allah? Marilah renungkan diri apa yang telah dikatakan Boudin “Bahwa kita menjadi apa yang kita pilih saat ini, kita saat ini adalah akibat pilihan kita di masa lalu, dan pilihan kita saat ini akan menjadi siapa kita di masa yang akan datang. Puasa adalah salah satu bukti ibadah yang membuat hidup manusia bisa berubah dan itu wajib kita imani.

Bergulirnya waktu dari Ramadhan tahun lalu ke Ramadhan tahun sekarang begitu banyak hal yang terlewatkan yaitu dosa yang semakin menumpuk ibarat lemak yang telah membuat kaca hati semakin memudarkan pancaran sinar keilahian yang mengakibatkan orang semakin tenggelam dalam lautan dosa. Apabila lemak dosa itu semakin menumpuk, bukankah deterjen atau pemutih bekerjanya semakin berat untuk memolarisasikan lemak tersebut? Oleh karena itu bulan Ramadhan yang mulia ini orang-orang yang beriman terstimulus menginstal ulang kembali fitrahnya sebagai manusia untuk berlomba-lomba melunturkan lemak dosa dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang sekiranya diterima Allah dengan niat baik yang berdasarkan tuntunan Islam dengan kembali kepada aturan Allah dan Rasul-Nya yang akan mendatangkan ketakwaan. Ketakwaan yang akan mendatangkan ketenangan, keselamatan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Intensitas aktivitas rejuvinasi dengan memakmurkan masjid dalam bentuk melaksanakan shalat jamaah lima waktu di awal waktu, shalat rawatib, shalat tarawih atau qiyamul lail, dan memperbanyak amalan seperti shodaqah, infak, dan zakat. Aktivitas tersebut seharusnya juga bukan hanya semata dilakukan di bulan Ramadhan saja tetapi juga dilakukan di bulan yang lain. Allah menghendaki manusia bekerja dan berjuang menurut fitrahnya sebagai manusia yang berafiliasi untuk berbuat kebajikan, selalu ingin memberi dan menerima yang terbaik, cinta damai, senang menabur kasih sayang, jujur, senang pada keadilan dan persamaan. Fitrah Allah tidak lain adalah karakter dasar manusia dan Allah menginginkan manusia bertahan memelihara integritas fitrahnya tersebut.

Amalan-amalan saat bulan Ramadhan Insya Allah merupakan amalan yang dapat melunturkan lemak-lemak dosa sesuai dalam hadist Nabi yang artinya “Barang siapa mendirikan Ramadhan dengan keimanan dan perhitungan maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” Marilah kita berkhusnudzan kepada Allah karena sesungguhnya hidup akan berjalan seperti yang kita pikirkan. Apa yang kita pikirkan akan diterima oleh akal sebagai sebuah instruksi, akal akan berusaha membuka memori dalam diri untuk mewujudkan apa yang kita pikirkan itu. Akal akan mencari jalan bagaimana agar kita sampai pada yang kita pikirkan. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan melunturkan lemak dosa-dosa kita sehingga di akhir Ramadhan, kita menjadi air yang jernih kembali fitri dan saling membagi maaf antarsesama manusia, taqabballahu minna waminkum syiamana wasiamakum, Semoga Allah masih memberikan kesempatan mempertemukan diri kita untuk menjalankan puasa Ramadhan berikutnya, amien …