Pengumuman Penerimaan Dosen UAD 2012 Tahap Akhir

Pengumuman selengkapnya dapat diunduh di Pengumuman Penerimaan Dosen UAD 2012 Tahap Akhir
Read more

Pengumuman selengkapnya dapat diunduh di Pengumuman Penerimaan Dosen UAD 2012 Tahap Akhir
Read more

Son Ali Akbar, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini berhasil meraih kemenangan sebagai Juara I Lomba Pengembangan Teknologi 2012, dengan Judul “Alat Penunjuk Arah Bagi Tuna Netra”, Ali Akbar yang dibimbing oleh bapak. Anton Yudhana, Ph.D.
Lomba yang diselenggarakan oleh pihak Kementerian RISET dan TEKNOLOGI Republik Indonesia Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek bekerjasama dengan Masyarakat Peduli Industri Kecil Indonesia (MASPIK) ini, merupakan lomba tingkat Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Ali Akbar berhasil melewati 67 peserta yang mengikutinya setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Mahasiswa yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (BEM FTI) ini, berharap mampu memberikan petunjuk bagi tuna netra ketika ingin mencari arah. “Alat ini dikhususkan untuk anak tuna netra. Banyak anak tuna netra yang tidak bisa mencari arah, dengan adanya alat ini semoga bisa membantu dalam mencari arah”, ungkap Ali mahasiswa yang juga aktif di Pimpinan Rating Muhammadiyah Banguntapan 3 tersebut.
Puncak acara diadakan pada Tanggal 4 juli 2012, masing-masing peserta finalis mempresentasikan hasil karyanya. Pada saat itu pula hasil pemenang lomba diumumkan. Acara berlangsung di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta.
Sebelumnya mahasiswa Farmasi UAD juga meraih juara II pada lomba technopreneurship di i- STEP 2012 yang diadakan di CICO Resort, Cimahpar, Bogor kemarin. (Sbwh)
I-STEP LANGKAH AWAL MENJADI TECHNOPRENEURSHIP

Setelah lolos seleksi dari 251 proposal, terpilih 27 inovasi teknologi terbaik yang kemudian diikutsertakan dalam Pelatihan i-STEP 2012 yang bertempat di CICO Resort, Cimahpar, Bogor. Mary Fitriyah dan Latifatul Istichomah akhirnya berhasil menjadi juara kedua inovasi teknologi yang diadakan oleh Recognition and Mentoring Program of Agricultural University (RAMP-IPB) pada tanggal 2-16 Juli 2012.
Mahasiswa Fakultas Farmasi UAD ini memfokuskan pada Inovasi teknologi yang berjudul: Green Repellent: “Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk yang dikombinasikan dengan Minyak Cengkeh dan Minyak Kayu Putih sebagai Repelan dan Aromaterapi”.
Mary Fitriyah mengatakan inovasi ini dilatarbelakangi banyaknya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria di Indonesia bahkan di dunia. Di berbagai media massa diberitakan bahwa Indonesia merupakan negara endemik DBD terbesar se-Asia Tenggara. Tujuan dari inovasi ini adalah menyediakan obat antinyamuk yang mudah digunakan oleh masyarakat, ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami seperti limbah kulit jeruk yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik, ramah lingkungan karena tidak berbahaya bagi kesehatan, sederhana, dan ekonomis.
“Selain itu, obat antinyamuk ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai pengusir bahkan pembunuh nyamuk, melainkan dapat juga berfungsi sebagai aromaterapi yang dapat menyegarkan pikiran, merelaksasi otot dan saraf”, ungkap Mary Fitriyah.
Latifatul Istichomah Menambahkan dari inovasi teknologi ini, diharapkan dapat memudahkan konsumen dalam menggunakan obat antinyamuk dan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh konsumen. “Kemudian dari segi lingkungan dapat meningkatkan nilai guna dari kulit jeruk, menciptakan lingkungan sehat yang bebas dari nyamuk, menanggulangi penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.
Acara yang diadakan oleh Recognition and Mentoring Program of Agricultural University (RAMP-IPB) ini memberikan pembekalan selama 2 minggu. peserta dibekali ilmu oleh para pakar/ahli mengenai inovasi, teknologi, hak paten, business model, dan marketing plan. Para peserta juga melakukan kunjungan ke berbagai tempat industri berbasis teknologi di kawasan Jawa Barat, serta kunjungan ke Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) di Serpong.
“Banyak sekali ilmu pengetahuan yang diperoleh, terlebih saat mengalahkan 27 inovasi yang terpilih dari 20 universitas se-Indonesia yang berjumlah 49 peserta. i-STEP, event ini merupakan wadah pengembangan diri menjadi seorang technopreneurship”, kenang Mary. (Sbwh)
Jum’at – Ahad (20-22/07/2012) kemarin, aktivitas keislaman tersiar di SMP Muhammadiyah Imogiri. Begitulah aktivitas Bulan Ramadhan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bulan tersebut merupakan event yang tepat untuk berbagi dengan masyarakat. Maka dari itu, dalam bulan Ramadhan kali ini FAI mengadakan pesantren Ramadhan seperti tahun sebelumnya di SMP Muhammadiyah Imogiri.
Begitulah salah satu dari kegiatan pesantren Ramadhan yang diadakan oleh FAI melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Acara yang berlangsung dengan penuh semangat ini mengangkat tema Remaja Islam yang Bermasyarakat dalam bingkai motivation training. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melatih mental baik dari mahasiswa yang mengajar maupun kepada murid-murid yang diberikan pelajaran di samping beberapa keinginan yang lain.
Deki Zarmadi salah satu panitia penyelenggara menyampaikan bahwa selain banyak wawasan yang didapatkan dari acara kemarin, diharapkan mental yang dulu belum matang menjadi lebih matang setelah adanya acara tersebut. “Hal ini juga akan menjadi pengalaman nanti saat menjadi guru. Selain itu, acara ini juga akan mengembangkan metode pembelajaran di acara berikutnya” Tambahnya, ketika ditemui di Asrama mahasiswa UAD pada Senin (23/07/2012).
Acara tersebut berlangsung lancar dengan diikuti seluruh siswa dari SMP Muhammadiyah Imogiri dan lebih dari 15 orang dari FAI UAD. Namun dalam sistem pengajarannya dibagi ke dalam dua sesi. Sesi yang pertama dalam kurun waktu satu setengah hari untuk siswa laki-laki dan satu setengah hari berikutnya untuk siswa putri. (aay)
Silakan bagi alumni dan yang membutuhkan pekerjaan terutama PNS di pemda, berikut ada informasi rekruitmen:
1. Kabupaten Labuhan Batu Selatan
12. Kabupaten Bogor
13. Kota Bandung
14. Provinsi Kalimantan Tengah
15. Provinsi Bali
16. Kabupaten Badung
17. Kota Balikpapan
Bagi para alumni dan pemburu kerja bidang Pegawai Negeri Sipil (PNS), berikut ada informasi lowongan rekruitmen CPNS untuk tahun 2012.
1. Kemenko Polhukam
2. Kementerian Dalam Negeri (IPDN)
3. Kementerian Luar Negeri
4. Kementerian Hukum dan Ham
5. Kementerian Keuangan
6. Kementerian Perdagangan
7. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
8. Kementerian Kesehatan
9. Kementerikan Pendidikan dan Kebudayaan (khusus dosen) (Pengumuman lebih lanjut pada awal Agustus 2012)
10. Kementerian Sekretaris Negera
11. Setjen BPK
12. Sektetariat Mahkamah Agung
13. Badan Pusat Statistik (BPS)
14. Badan Intelejen Negara
15. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
16. Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT)
17. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
18. Badan Pertanahan Negera (BPN)
19. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
20. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
21. BNP2TKI
22. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
23. Badan Narkotika Nasional (BNN)
Bertempat di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Rektor UAD Drs. Kasiyarno, M.Hum. secara langsung menyerahkan Bantuan yang dialokasikan untuk guru TK Aisyiah Bustanul Athfal (ABA) di empat kabupaten se-DIY, yaitu Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunung Kidul. Bantuan langsung diterima oleh perwakilan dari masing-masing kabupaten. Acara penyerahan dibarengi dengan perayaan tasyakur milad Aisyiah ke-98.
Ibu Asmar, S.Psi., M.Si. menyampaikan, sumbangan dibagikan kepada 534 guru TK Aisyiah. Untuk Bantul mendapat bantuan Rp 52.247.400,-. Sleman berjumlah Rp 8.425.800,-, Kulonprogo Rp 33.708.000,- dan Gunung Kidul mendapat bantuan rp 205.618.800,-.
"Pembagian disesuaikan dengan jumlah Guru yang ada. Guru di Gunung Kidul mencapai 366 Guru TK. Pembagian secara merata yaitu perguru mendapat Rp 561.800,-", ungkap Asmar selaku ketua divisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Aisyiah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ditemui pada acara milad Aisyiah pada Minggu (15/07/2012).
Selain bantuan uang, UAD juga memberikan beasiswa bagi Guru TK yang belum mendapat gelar PGTK untuk kuliah di UAD dan akan memberikan pelatihan bagi guru PGTK. TK Aisyiah juga akan menjadi tempat labolatorium sebagai pembelajaran bagi mahasiswa PGTK UAD yang ingin praktik.
Drs. Kasyarno. M.Hum. berharap dengan adanya kerja sama dan bantuan tersebut dapat memberikan motivasi dan membantu kesejahteraan guru-guru TK. "Ini adalah kepedulian kami terhadap dunia pendidikan yang non-PNS, semoga bermanfaat", ujar Rektor UAD dalam sambutannya.(Sbwh)
Minggu, 22 Juli 2012 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta adakan buka bersama. Acara yang diadakan di Hall kampus II UAD, Jln. Pramuka, No. 42, Umbulharjo, Yogyakarta ini dibuka dengan acara ceramah oleh Ust. Ali Yusuf, pimpinan Pondok Pesantren Mauzul Muslimin, Kota Gede.
“Di bulan Ramadhan ini, banyak sekali keberkahan yang bisa kita nikmati, di antaranya adalah keberkahan dari silaturahim. Silaturahim merupakan salah satu gerbang untuk mencapai keberkahan Allah Swt. Selain itu, di bulan yang suci ini, hendaknya kita meningkatkan amal dan ibadah, semacam shalat, dzikir, zakat, dan sedekah. Sungguh tidak akan kekurangan bagi mereka (manusia) yang selalu berbagi dengan sesamanya.” ujar Ustad yang juga dosen UAD pada mata kuliah Sertifikasi dan Studi Islam ini”.
Acara yang dihadiri oleh anggota HMPS, Kreskit, Teater JAB, BEM, dan beberapa alumni ini berjalan sangat khidmat. Tampak kekeluargaan yang kuat dan utuh antara divisi, generasi, dan komunitas.
“Ini adalah bukti nyata kami (HMPS PBSI) dalam menjalin silaturahim antarmahasiswa dan dosen. Kami berharap, dengan adanya acara ini, sebagai manusia, kita tahu apa yang sebenarnya menjadi tugas utama kita di muka bumi. Dan kami sudah mengundang semua dosen serta kaprodi.” tutur Edi, ketua HMPS PBSI.
“Saya sangat senang bisa menghadiri agenda ini. Sungguh suatu kehormatan bagi Saya mendapatkan undangan semacam ini. Artinya, kawan-kawan mahasiswa sadar atas tugas mereka, tidak hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai manusia. Tapi sayang, Saya tidak menemukan dosen PBSI dan Kaprodi dalam acara yang entah akan kita temui lagi pada tahun yang akan datang. Semoga kita selalu dalam keberkahan sang Kuasa.” tegas salah seorang alumni yang datang dalam acara tersebut. (IHS)

Seseorang yang telah menyandang gelar sarjana tentu akan mendapatkan tantangan tersendiri. Terlebih setelah mereka menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Tidak terkecuali juga bagi Sarjana Sistem Informasi (SI). Era globallisasi yang sebagian orang tergantung pada perkembangan teknologi memberi dampak yang besar bagi lulusan Sistem Informasi. Secara teori mereka jelas dibutuhkan namun pada praktiknya tidak semua Sarjana sistem Informasi bisa mendapatkan peluang.
UAD sebagai salah satu universitas yang juga memiliki Program Studi Sistem Informasi (SI) memahami benar akan hal ini. Oleh karena itu, untuk membantu para lulusan, Sistem Informasi UAD bekerja sama dengan Gamatechno menggelar sebuah acara bertajuk IT Career Clinic.
IT Career Clinic yang mengusung tema “IT Preneurship dan Sukses Karir di Bidang TI bersama Gamatechno” ini dilaksanakan di Kampus III UAD pada Senin (16/07/2012). Tiga orang pemateri dari Gamatechno dihadirkan yaitu Muhammad Aditya, Aditya, dan Robi. Mereka memberikan gambaran tentang bagaimana cara memperoleh peluang kerja. Peluang kerja ternyata tidak semata-mata bagi orang yang memiliki kemampuan dari segi knowledge saja namun beberapa hal lain juga turut diperhatikan. Hal-hal lain yang perlu dimiliki terlebih lagi untuk menjadi seorang IT Profesional antara lain self assessment, hardskill, softskill, attitude, dan social network literate.
“Lulusan Sistem Informasi di UAD tidak kalah dengan perguruan tinggi yang lain. Hal ini dapat dibuktikan bahwa sebagain besar lulusannya kurang dari tiga bulan sudah bisa memeroleh pekerjaan”, Papar Imam Azhari, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi UAD dalam sambutannya. (FM)
Sabtu, 21 Juli 2012 – Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta meluncurkan Antologi Cerpen. Peluncuran yang dihelat di Hall kampus UAD II, Jl. Pramuka, No. 42, Umbulharjo, Yogyakarta ini dihadiri oleh para penulis, mahasiswa, Wachid Eko Purwanto, S.Pd. sebagai dosen pengampu serta Abdul Wachid, B.S., penyair – dosen STAIN Purwokerto dan juga sebagai dosen tamu di PBSI UAD.
“Ini baik, berwujud motivasi. Tetapi yang harus diingat, kawan-kawan mahasiswa jangan terlalu sering dibombardir dengan kebanggaan-kebanggaan yang “semu”. Sastra itu harus diseriusi. Kalau ilmu silat, hanya ada satu juara. Kalau ilmu surat, semua adalah juara. Tergantung intensitas mereka melakoni. Mahasiswa hendaknya sadar atas keberadaan komunitas. Sehebat apapun sebuah universitas atau seorang dosen, tanpa ada komunitas, maka hanya menghadirkan nilai. Orang pintar sudah terlanjur banyak saat ini. Orang beruntung itu sedikit sekali. Dan keberuntungan hanya bisa didapat di luar (komunitas), bukan di dalam kelas (formal). papar Abdul Wachid, B.S, penyair yang sebentar lagi akan meluncurkan kumpulan puisinya yang terbaru.
Acara yang diawali dengan pembacaan cerpen oleh Forta Giawaji ini berjalan dengan khidmat. Peluncuran ini merupakan pengaplikasian teori mata kuliah penulisan fiksi yang diampu Wachid Eko Purwanto.
“Ini merupakan pengaplikasian teori di kelas. Selain itu, acara ini diadakan untuk menyambut Ramadhan. Kami berharap, dengan diterbitkannya di bulan Ramadhan, maka akan ada kebarokahan lainnya. Amin.” Tutur Ichsan YNP, salah satu penulis yang menjadi ketua panitia acara tersebut.
“Bagi Saya, menulis sastra itu tidak mudah. Mahasiswa harus senang dulu. Dari senang itulah kemudahan akan menghampiri mereka. Harapan Saya, dengan dibukukannya karya mereka, akan adanya estafet rasa senang menjadi keseriusan. Semoga ada di antara penulis dalam buku ini yang istiqomah menulis. Terlebih jika ada yang akan menjadi penulis yang mewarnai khasanah sastra Yogyakarta pada khususnya, sastra Indonesia pada umumnya. Amin.” terang Wachid Eko sesaat setelah acara selesai.” (IHS)
