Informatika Demokan Software Buatan Anak Negeri

“Itulah pentingnya mengembangkan teknologi. Kita bisa mengontrol segala sesuatu dengan lebih mudah dan tentunya hal ini membantu aktivitas kita.”

Sepenggal pernyataan yang disampaikan oleh Ardiansyah, S.T., M.Cs., selaku pembicara dalam acara yang diadakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD di kampus III UAD dalam agenda FTI Expot 2011, Jumat (20/5/2011). Hari yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional ini sangat tepat untuk mendemokan hasil karya anak negeri selaku dosen Teknik Informatika UAD. Kebangkitan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk demo untuk meneriakkan kata bangkit namun berkarya tentu akan menjadi lebih efektif untuk memaknai kata bangkit itu sendiri.

Dalam demo yang disampaikan oleh alumni sekaligus dosen UAD tersebut dipaparkan tentang aplikasi perangkat lunak untuk yang dapat dimanfaatkan dalam sebuah keluarga. Aplikasi tersebut diberi nama MyFamily Accounting. Dalam perkembangannya, sistem ini sangat membantu pengelolaan keuangan di dalam rumah tangga khususnya.

Pemasukan dan pengeluaran dapat dicek secara lebih teliti dan mudah tentunya. Respon para peserta yang hadir dalam acara tersebut sangat baik. Mereka melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang beragam kepada pemateri tentang kemampuan aplikasi tersebut.

“Mutu tiap detail itu merupakan mutu keseluruhan. Oleh karena itu, dalam membuat aplikasi ini kita memang harus memperhatian tiap detailnya. Hal ini dilakukan supaya hasil keseluruhan nantinya menjadi baik”. Sebuah pernyataan diutarakan oleh bapak Ardiansyah untuk terus memberikan semangat kepada para peserta agar mereka terus berkarya. (FM)

Read more

Pembukaan FTI UAD EXPO 2011: Perkenalkan Teknologi Karya Anak Bangsa

Kamis (19/5/2011), mulai pukul 08.00 WIB, di kampus III UAD kembali digelar acara Pagelaran Teknologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD. Acara yang bertema “Pagelaran Teknologi Karya Anak Bangsa” ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa khususnya FTI untuk mempertunjukkan hasil karya mereka.Rencananya acara akan digelar sampai tanggal 21 Mei 2011. Agenda acara yang ditawarkanpun beragam. Mulai dari demo hasil teknologi mahasiswa FTI, presentasi himpunana mahasiswa, seminar, dan juga diskusi kemahasiswaan.Mahasiswa FTI bekerja sama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mengadakan kegiatan ini dengan tujuan untuk mempublikasikan karya-karya mereka. Mengingat bahwa perkembangan teknologi semakin pesat, maka sudah selayaknya jiwa saing dalam diri mahasiswa ditumbuhkan. Acara ini tepat dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan dan menunjukkan potensi yang dimiliki mahasiswa.Pada acara pembukaan, Haryadi Widianto, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika UAD, sekaligus sebagai ketua panitia memaparkan rasa bangganya terhadap acara tersebut. “Acara ini memang rutin dilaksanakan tiap tahun, tetapi tahun ini rasanya yang paling besar. Antusias rekan-rekan sangat luar biasa dan saya berharap ke depan akan lebih dari ini sehingga hasil karya rekan-rekan dapat dipublikasikan sehingga dapat kita nikmati bersama.” tuturnya. (FM)

Read more

Robot Penari Kelana dan Robot Pemadam Kebakaran Unjuk Gigi di UAD

teknologi robot fti expo 2011 universitas ahmad dahlan yogyakarta indonesiaBicara tentang robot mungkin kita akan digiring pada film Transformer yang menyajikan perkembangan teknologi ciptaan manusia. robot memiliki daya tarik tersendiri. Bagaimana tidak? Gerakan yang dilakukan seolah dapat membuat terbelalak mata yang memandangnya. Ini pun terjadi ketika mahasiswa Teknik Elektro FTI UAD, di antaranya Prima Artantyo, mahasiswa Teknik Elektro semester 8 dan Wahono, mahasiswa Teknik Elektro semester 6 mempertontonkan hasil karya mereka. Tiga buah robot yaitu robot seorang penari Kelana Topeng dengan nama Lanangane Jagad, Robot berkaki pemadam api, dan Robot beroda pemadam api di hadapan penonton membius pengunjung dalam acara FTI Expo 2011 di Kampus III UAD, Kamis (19/5/2011).Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para mahasiswa yang hadir dalam pagelaran teknologi tersebut. Pertanyaan mulai dari cara kerja robot, kesulitan yang dihadapi, dan masih banyak lainnya. “Ini robot karya kami yang ikut serta dalam Kontes Robot Indonesia, Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dan alhamdulillah kami lolos termasuk juga tim roket. Robot yang ikut serta dalam KRSI ini awalnya bisa berjalan maju biasa namun kini sudah kami setting untuk gerakan tari Kelana Topeng. Jadi gerakannya akan mengikuti suara gending yang dibunnyikan.” ujar Prima sambil mendemokan robotnya untuk menari.Kalau untuk Robot berkaki dan beroda tujuannya sama yaitu untuk memadamkan api. Hanya alat gerak kaki dan juga roda yang berbeda. Kami memanfaatkan angin bukan air sebagai pemadam api alasannya karena dalm kontes tersebut kebetulan api lilin yang harus dipadamkan. Jadi dengan pemasangan kipas ini untuk menggerakkan angin agar memadamkan api tentu lebih efektif. Tetapi ke depan dalam arti untuk pemanfaatan yang lebih besar kami juga mulai berpikir dan bergerak untuk meyiapakan robot pemadam api dengan memanfaatan air.” tambah Wahono. (FM)

Read more

Teknologi Pembuatan Minyak Ala Mahasiswa UAD

teknologi pembuatan minyak dan pengolahannya ala mahasiswa universitas ahmad dahlanSeiring perkembangan jaman, penemuan-penemuan semakin berkembang pula. Hal ini dipicu oleh keinginan masyarakat untuk mendapatkan sesuatu yang lebih menguntungkan. Penemuan ini berawal dari percobaan dan penelitian yang dilakukan oleh beberapa golongan masyarakat. Salah satunya adalah masyarakat akademik yaitu mahasiswa UAD khususnya Program Studi Teknik Kimia FTI UAD. Mereka terus berupaya untuk membuat produk yang dapat dikonsumsi dan aman bagi masyarakat.Kamis (19/5/2011), di kampus III UAD dilakukan demo pembuatan minyak goreng oleh Elnanda, salah satu mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Kimia. Dia memaparkan bagaimana cara pembuatan minyak goreng yang berasal dari kelapa. Ada dua cara pembuatan minyak goreng ini yaitu dengan cara basah dan juga kering. Kedua cara ini sama-sama melalui tahap sangrai kemudian baru dilanjutkan pengambilan minyak. Cara kering yang disangrai adalah parutan kelapanya sementara cara basah yang disangrai adalah santan kelapanya. Cara basah harus melalui tahap pengendapan terlebih dahulu, barulah minyak dapat diambil. Cara sangrai langsung lebih menguntungkan karena hasil minyaknya lebih bagus. Keuntungan dari pembuatan minyak ini yaitu minyak lebih tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet.Dalam presentasinya Elnanda menyampaikan minyak ini jelas aman bagi kesehatan karena tidak ada bahan pengawetnya. Sebenarnya selain dari kelapa kita juga bisa memanfaatkan bahan lain seperti biji-bijian. Yang jelas bahan yang memiliki kandungan minyak. Silakan rekan-rekan mencoba. ”Dengan adanya kesempatan ini semoga banyak hal yang didapat baik bagi kami juga buat rekan-rekan yang hadir. Dan apa yang kami tawarkan bermanfaat bagi kita semua. Amin” tutur Elnanda dalam kesempatan tersebut. (FM)

Read more

Mahasiswa UAD Tawarkan Teknologi Alat Pemipih Enceng Gondok yang Praktis

mahasiswa universitas ahmad dahlan yogyakarta indonesia tawarkan alat pemipih enceng gondokDari hari ke hari kebutuhaan manusia semakin beragam. Kebutuhan tidak hanya dari segi materiil namun juga bagaimana manusia dapat memperoleh kemudahan dalam aktivitasnya. Kemudahan ini dapat terwujud dan salah satu caranya adalah dengan mengembangka teknologi yang ada. Perkembangan teknologi ini akan membantu manusia meringankan pekerjaannya. Jika dulu orang menggemburkan tanah dengan cangkul, kini sudah ada traktor sebagai hasil perkembangan teknologi. Demikian juga dengan penemuan-penemuan lainnya yang tujuannya untuk meringankan beban manusia dalam menghadapi kehidupan ini. Salah satunya adalah teknologi untuk memipihkan enceng gondok.Mahasiswa UAD turut peduli pada perkembangan teknologi yang ada. Salah satunya adalah Agus Risdyanto, mahasiswa agkatan 2006, Program Studi Teknik Elektro FTI UAD berhasil menciptakan sebuah alat pemipih enceng gondok. Jika dilihat sekilas, alat ini mungkin tampak sederhana namun alat ini sangat membantu para pengrajin khususnya yang memanfaaatkan enceng gondok sebagai bahan baku. Proses memipihkan enceng gondok dapat dilakukan lebih mudah dan lebih cepat tentunya dengan mengguakan alat pemipih ini. Alat ini tidak hanya memberikan kemudahan namun juga keefektifan waktu turut dirasakan.Cara menggunakan alat ini cukup sederhana, yaitu dengan menyelipkan enceng gondok ke dalam mesin pemipih untuk dipipihkan, kemudin setelah keluar kita akan melihat hasilnya bahwa enceng gondok yang masuk dalam mesin tadi sudah berbentuk pipih dan pengrajin dapat segera memanfaatkannya atau membentuknya menjadi kerajinan atau handycraft sesuai yang diinginkannya.” papar Agus saat mendemokan hasil karyanya dalam acara FTI Expo yang diadakan oleh mahasiswa Teknologi Industri UAD, di kampus III UAD, Kamis (19/5/2011). (FM)

Read more

Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Guru adalah seorang penjual yang dalam konteks Islam haruslah menerapkan nilai-nilai kejujuran. Oleh sebab itu, seorang guru itu harus betul-betul bisa memberikan pelayanan yang baik – Sastrawan dan Budayawan Ahmat Tohar-i

 

Ungkapan seorang sastrawan dan budayawan Ahmat Tohari di atas merupakan salah satu rangkuman dari sekian banyak harapan dan keinginan seluruh elemen masyarakat yang ada di negara ini. Sebagai (calon) guru yang baik, kita harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada bangsa dan negara. Mengapa harus seperti itu? Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki guru yang berkualitas. Tidak pamrih, tulus, dan ikhlas dalam memberikan ilmu kepada masyarakatnya.

Guru yang berkualitas akan ikut serta dalam melaksanakan proses berkependidikan. Tidak hanya proses pendidikan di wilayah formal saja (kelas), tetapi memberikan pendidikan juga bisa dilakukan di luar kelas. Misalnya dengan pelatihan-pelatihan dan kompetisi yang memiliki kredibilitas yang tinggi terhadap kependidikan. Progran Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pada bulan Juni tahun ini akan melaksanakan beberapa agenda untuk merealisasikannya dengan tema “Mathematics Multi Event”.

“Acara ini kami laksanakan sebagai bukti nyata kami terhadap dunia pendidikan. Kami peduli. Meskipun kami belum selesai mengenyam pendidikan, kami ingin berbagi atas apa yang telah kami dapatkan di almamater tercinta ini. pendidikan tidak tersekat pada dinding kelas saja, tetapi bisa di luar kelas. Dengan adanya acara ini, kami sudah melaksanakannya” ujar Sholeihah Wiwit Mulyosari, mahasiswi semester 6 asal Klaten yang bertugas sebagai ketua panitia.

“Acara akan kami laksanakan secara estafet dalam satu bulan di kampus III UAD, Jl. Prof. Soepomo, S.H., Janturan, Warung Boto, Yogyakarta. Agenda acara di antaranya, Seminar Nasional dengan tema “Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Bangsa” yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 05 Juni 2011, Pameran Alat Peraga hasil kerja sama kami dengan pihak Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK).”, demikian tambah ketua panitia lebih lanjut.

“Acara pameran ini akan kami laksanakan satu minggu, terhitung Minggu tanggal 19 Juni- sampai Sabtu 25 Juni, Olimpiade Matematika tingkat SMA se-DIY yang akan kami laksanakan pada hari Minggu, 19 Juni 2011, Lomba Cerdas Cermat (LCC) antar kelas Program Studi Pendidikan Matematika. Acara ini akan kami laksanakan pada hari Minggu, 12 Juni 2011, dan yang terakhir adalah Bedah Buku sebagai acara penutup. Acara ini akan kami laksanakan pada hari Minggu, 26 Juni 2011.” papar Uji Trismo, lelaki kelahiran Bintan 19 tahun yang lalu yang menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika. Informasi lebih lanjut bisa disimak famleat ini. (IHS)

 

Read more

Ketua KPK Mendatangi Kampus UAD

“Koruptor tidak lain adalah pelacur intelektual. Bagaimana tidak? Mereka notabennya adalah para sarjana dan merupakan produk universitas. Sikap mereka yang geleman (gampangan) itu kan sama saja dengan pelacur. Gelem disuap, gelem dirayu, dan gelem-gelem lainnya”.

Sepenggal ungkapan yang dinyatakan langsung oleh putra Muhammadiyah sekaligus Ketua Komite Pemberantas Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Dr. H. Muhammad Busyro Muqqodas, S.H., M.Hum., Senin (16/5/2011) pukul 09.00 WIB di Auditorium Kampus II UAD dalam acara Kuliah Umum yang diadakan oleh Fakultas Hukum UAD.

Acara yang mengangkat tema “Problematika dan Strategi Pemberantasan Korupsi di Indonesia” ini memang sangat tepat dilaksanakan di tengah-tengah situasi negara yang carut marut akibat tindak korupsi yang merajalela. Hak-hak asasi rakyat semakin tidak dipedulikan lagi. Masa Orde Baru dinilai sebagai era pemerintahan yang paling korup sehingga menimbulkan adanya reformasi dengan harapan supaya ada perubahan lebih. Pemerintahan yang bersih dan memihak kepada rakyat adalah harapan seluruh rakyat di Indonesia.

Antusias para peserta sangat luar biasa. Seusai Kepala KPK memaparkan beberapa hal terkait dengan tindak korupsi di Indonesia seperti peta korupsi di Indonesia, pola-pola korupsi di RI, faktor penyebab korupsi hingga tindakan apa saja yang telah diupayakan KPK untuk memberantas korupsi, para peserta melontarkan banyak pertanyaan. Peserta yang hadir tidak hanya mahasiswa atau pun dosen-dosen namun juga ada guru-guru, perwakilan OSIS SMA, dan lembaga masyarakat.

Sampai-sampai waktu yang disediakan panitia sesungguhnya belum cukup menampung semua pertanyaan. Ada beberapa peserta yang akhirnya terpaksa menyimpan pertanyaannya. Pertanyaan yang beragam ini menunjukkan betapa sesungguhnya rakyat Indonesia peduli terhadap negaranya baik dari kalangan dosen bahkan kalangan siswa.

“Kami mengundang Ketua KPK agar dapat memperoleh gambaran sebagai kepedulian kami dalam memberikan pendidikan di bidang Ilmu Hukum yang nantinya akan menjadi bekal bagi anak didik kami agar menjadi generasi penerus bangsa ini yang lebih baik.” jelas Hj. Megawati, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum UAD dalam sambutannya dalam mengawali acara tersebut. (FM)

 

Read more

Pesona Fisika di Balik Rahasia Gunung Merapi

mbah rono pawang gunung merapi memaparkan makalah di seminar nasional dan FIFA (festival fisika) di universitas ahmad dahlan yogyakarta indonesiaMinggu (15/5/11), Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, mengadakan Seminar Nasional di kampus UAD III, Jl. Prof. Soepomo, Janturan, Warung Boto, Yogyakarta. Seminar yang bertemakan “Pesona Fisika di Balik Rahasia Gunung Merapi” ini diadakan dalam rangkaian Quantum 2011 untuk memperingati milad Program Studi Pendidikan Fisika yang ke-21.

Seminar Nasional ini menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten di bidangnya, yaitu; Dr. Ir. Surono. Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito (staff pengajar Geofisika UGM). Seminar ini juga menghadirkan salah satu pakar dari Dinas DIKPORA D.I.Y untuk mengungkap fenomena Gunung Merapi yang ditinjau dari konsep-konsep fisika dan bagaimana permasalahan mitigasi bencana Merapi dapat masuk sebagai muatan lokal bagi kurikulum sekolah menengah di daerah-daerah sekitar lereng Merapi.

“Saya sangat senang dengan adanya seminar ini. Saya jadi banyak tahu tentang disiplin ilmu yang saya tekuni. Ternyata banyak unsur-unsur kefisikaan yang berhubungan dengan alam, termasuk Merapi. Apalagi sumber informasi kali ini dari orang yang berkecimpung secara profesional di bidangnya. Wawasan saya jadi tambah luas.” ujar Widiandari yang diiyakan Alifia, mahasiswa semester 4 Pendidikan Fisika UAD yang ikut sebagai peserta dalam seminar tersebut.

“Iqra yang berarti baca, ayat Al Qur’an yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ini adalah perintah yang sangat penting untuk menyikapi hidup, dalam hal ini alam, termasuk gunung berapi, salah satunya adalah Merapi. Seperti itulah perintah Sang Khalik kepada sang penerang kita. Kita pun harus menyikapi Merapi dengan membaca tanda-tanda. Tanda-tanda itu meliputi mikrokosmos dan makrokosmos. Dari penyikapan tanda-tanda itulah kita bisa hidup berdamai dengan alam untuk mencapai kehidupan yang harmonis”, papar Dr. Ir. Surono dalam menyampaikan makalahnya.

“Harapan saya, wacana seminar pada hari ini mendapat tempat di kurikulum pelajaran Fisika di sekolah. Paling tidak untuk wilayah Jogja. Ini sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung. Dengan adanya pengetahuan terhadap ilmu kefisikaan dan disiplin ilmu lainnya yang bersinggungan dengan gunung berapi, kita bisa meminimalisasi korban bencana”, ungkap Rizki Agung, ketua HMPS Pendidikan Fisika yang bertugas sebagai ketua koordinator dalam acara tersebut. (IHS)

 

Read more

Agenda PBI-FKIP UAD Juni-Juli 2011: Mengembangkan Kreativitas Menuju Mahasiswa yang Bermutu

Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam waktu dekat ini akan mengadakan beberapa kegiatan di antaranya: The 8th JETA Conference and Workshop dengan tema utama English Education for Progress and Development pada tanggal 29 – 30 Juni 2011. PBI-FKIP UAD dalam pelaksanaan akan bekerjasama dengan Jogja English Teachers Association (JETA).

Selain itu PBI-FKIP UAD juga akan menyelenggarakan REUNI AKBAR I pada tanggal 1 – 2 Juli 2011. Reuni ini akan diisi dengan acara pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni PBI, workshop pengajaran Bahasa Inggris, hiburan, dan lain-lain. Seluruh alumni PBI dari berbagai angkatan diharapkan dapat menghadiri acara tersebut.

Kegiatan diadakan untuk menjaga silaturahim antara mahasiswa PBI-FKIP UAD dengan alumninya. Selain itu kegiatan tersebut merupakan bagian dari wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas menuju mahasiswa yang bermutu.

Bagi yang akan berpartisipasi dalam kegiatan di atas dapat menghubungi panitia penuelenggaran. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi kantor Kaprodi PBI di (0274) 371120 ext. 2202 atau Sdr. Trisnawan di 08562866602. Informasi lengkap baca leaflet terlampir. (Sbwh/Doc)

 

Read more

Tole Sutikno*) : Internasionalisasi Jurnal TELKOMNIKA untuk Kemajuan Bangsa

Berdasarkan SK No: 51/Dikti/Kep/2010, Jurnal TELKOMNIKA (Indonesian Journal of Electrical Engineering) telah mendapatkan status sebagai jurnal nasional bidang rekayasa yang terakreditasi DP2M Dikti Depdiknas, dan berlaku hingga Juli 2013. Bahkan saat ini, TELKOMNIKA tercatat sebagai satu-satunya jurnal bidang Teknik Elektro yang terakreditasi di Indonesia, dan merupakan satu dari tiga jurnal bidang Teknologi Informasi yang terakreditasi Dikti. Tidak bisa dielakkan lagi, bahwa semenjak keluarnya keputusan SK No: 51/Dikti/Kep/2010 yang diumumkan Juni 2010 ini, perhatian para akademisi dan praktisi bidang Telekomunikasi, Elektronika, Listrik, Kendali, Komputer dan Teknologi Informasi terhadap jurnal ini makin menaik tajam. Hal ini bisa disimak dari tingkat penolakan makalah pada seleksi pemuatan Vol.8 No.2 Agustus 2010 yang mencapai 129%, dan naik menjadi 143% pada seleksi pemuatan Vol.8 No.3 Desember 2010 (meski pada nomor terbitan ini penulis diharuskan menulis makalahnya dalam bahasa Inggris). Penulis dari China turut mempublikasikan artikelnya pada nomor terbitan ini. Sementara itu, pada issue terakhir (Vol.9 No.1 April 2011), tingkat penolakan makalah telah menaik tajam menjadi 310% (yang artinya dari empat makalah masuk hanya dipilih satu makalah). Pada issue ini, Penulis dari India, Malaysia, Nigeria dan Jepang juga telah mengambil porsi yang signifikan.

Nomor terbitan Vol.8 No.3 Desember 2010 inilah yang dijadikan tonggak awal “program internasionalisasi” jurnal TELKOMNIKA. Bagaimanapun, rintisan awal sebenarnya telah dimulai dari tahun 2008, di mana TELKOMNIKA terindeks oleh pengindeks jurnal caliber internasional “Direct Open Access Journal” (DOAJ) dan Index-Copernicus, begitu pula dilanjutkan dengan kerjasama dengan penyedia layanan jurnal caliber internasional, EBSCO Publishing dan Pro-Quest. Kini, TELKOMNIKA telah banyak di-indeks oleh pengindeks kaliber internasional, termasuk diarsip oleh berbagi perpustakaan universitas besar di dunia, mulai dari Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

Meskipun TELKOMNIKA telah berwawasan internasional, jurnal ini masih memegang teguh semangat kebangsaan. Dalam lingkup lokal, TELKOMNIKA berusaha turut menghidupkan perjurnalan di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Dalam lingkup nasional, salah satu misi utama TELKOMNIKA untuk bangsa Indonesia adalah berkomitmen untuk membina para penulis di Indonesia. Oleh sebab itu pengelola TELKOMNIKA telah mengambil kebijakan strategis dengan memberikan kesempatan kepada para penulis untuk selalu memperbaiki tulisannya dan tidak langsung me-reject suatu makalah masuk (kecuali pada kondisi yang sangat buruk). Editor TELKOMNIKA juga akan turut membina dan membantu pengayaan referensi jurnal/prosiding internasional berkualitas dan mutakhir sedemikian hingga penulis akan mampu menghasilkan naskah dengan standar jurnal internasional berkualitas tinggi. Karenanya, Editor TELKOMNIKA telah direkrut dari para professor, doktor dan expertise professional dari berbagai negara untuk turut mendorong program ini.

Bentuk partisipasi lain TELKOMNIKA dalam turut memajukan iklim menulis ilmiah, khususnya di kalangan dosen-dosen Indonesia adalah dengan mendukung dilaksanakannya program-program desimenasi. Pada tahun 2010, TELKOMNIKA telah bermitra dengan “Forum Biomedical Engineering (BME)” untuk digelarkan “the 8th South-East Asian Congress of Medical Physics”, dan pada tahun 2011 telah bermitra dengan Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau untuk terselenggaranya “Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri (SNTIKI 2011)” yang akan dilaksanakan di Hotel Ibis, Pekanbaru, Riau pada 12 Oktober 2011.

Bagaimanapun ada banyak kendala di dalam pengembangan jurnal TELKOMNIKA menuju jurnal internasional bereputasi, baik dari sisi internal maupun eksternal. Berbagai bentuk resistansi sudah pasti dihadapi. Contoh hal yang sederhana adalah ketidakyakinan beberapa pengelola, dan juga karena TELKOMNIKA diterbitkan oleh sebuah PTS, yang bagi beberapa professor dan doktor dari PTN ternama di Indonesia, sangat sulit menerima kenyataan bahwa naskahnya harus direview oleh dosen PTS. Guna menjawab berbagai tantangan ini, Editor-in-Chief didukung personil yang berkomitmen tinggi semakin tertantang dengan situasi ini.

Pada Juni 2010, TELKOMNIKA telah mengajukan proposal untuk dievaluasi menjadi salah satu jurnal internasional yang akan di-indeks oleh SCOPUS (pengindeks terbesar dan ter-prestise kedua di dunia). Hasil evaluasi kita harapkan dapat diperoleh pada akhir tahun 2011 dengan hasil yang baik, sehingga akan menjadi jurnal ke-6 di Indonesia yang masuk daftar SCOPUS (Elsevier, Science Direct dan jaringannya). Hal ini diharapkan akan menjawab semua keragu-raguan yang ada. Begitu pula pada November 2010, TELKOMNIKA telah mengajukan proposal untuk dievaluasi oleh Thomson Reuters (formerly ISI Thomson, pengindeks terbesar dan ter-prestise di dunia). Kita harapkan di awal tahun 2012 akan mendapatkan keputsan dari Thomson Reuters, sehingga akan menjadi jurnal pertama dari Indonesia yang masuk terindeks oleh Thomson Reuters. Karenannya, dukungan dan do’a dari berbagai pihak saya dinantikan. Terima kasih pada pimpinan Universitas Ahmad Dahlan yang telah memberi dukungan penuh, dan juga apresiasi yang setinggi-tingginya pada segenap pengelola, penulis dan semua pihak yang turut membantu tumbuh kembang TELKOMNIKA. (TS)

 

*) Tole Sutikno sebagai Editor-in-Chief TELKOMNIKA

(Dosen Tetap Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan)

 

 

Read more