Buka Puasa Bersama Keluarga Besar UAD

Dan di antara manusia ada yang mengorbankan jiwanya semata-mata untuk mencari ridha Allah, dan Allah sangat memahami hambanya. (Q.S. al-Baqarah: 207)
“Orang munafik masuk dari satu pintu kemudian keluar dari pintu lain. Ia mengaku Islam, tetapi di hatinya menyembunyikan keingkaran atas imannya. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman.” Begitulah yang disampaikan H. Drs. Yusuf A Hasan, M.Ag. dalam ceramahnya.
Ia menyampaikan ceramah pada acara buka puasa bersama keluarga besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kamis (8/6/2017). Acara ini diselenggarakan di kampus 3 UAD dan masih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) UAD.
Turut hadir dalam acara tersebut Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum., beserta wakil rektor, serta dosen dan karyawan UAD.
Dalam ceramahnya, Yusuf menggunakan Q.S. al-Baqarah: 204-208 sebagai dasar untuk menjelaskan tentang orang-orang munafik.
“Mereka, orang munafik, berjalan menuju satu tujuan yang salah. Tetapi, mereka akan marah apabila diingatkan. Munafik itu ‘penyakit kesasar’. Orang semacam ini tidak sadar kalau kesasar,” jelasnya tegas.
Di akhir penjelasannya sebelum berbuka puasa, Yusuf menegaskan bahwa sekarang orang-orang sedang berada di persimpangan jalan. Setiap orang harus memantapkan diri, meyakinkan diri akan menuju persimpangan yang membawa pada kemunafikan atau pada jalan yang diridhai Allah Swt. (ard)

Kelompok Studi Kewirausahaan (KS KWU) adalah sebuah kelompok belajar mahasiswa yang mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu kewirausahaan yang didapat di bangku kuliah. Kelompok tersebut diharapkan bisa dijadikan tempat untuk belajar bersama.
“Ekosiculin Candle atau lilin pencegah (repellent) nyamuk Aedes aegypti yang kami buat menggunakan ekstrak daun kemangi. Daun kemangi ini merupakan salah satu insektisida botani,” ujar Zayyana, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-PE) dari Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.


Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas tiga lantai dan dapat menampung kurang lebih 2000 jamaah, ternyata tidak cukup menampung antusias jamaah yang hadir di acara pengajian kebangsaan yang menghadirkan pembicara Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Minggu (04/06/2017). Untuk mengantisipasi antusias pengunjung, panitia menyiapkan dua proyektor di teras atas dan bagian bawah masjid.
