You are here

Berprestasi dengan Cara Melampaui Batas

Indonesian

 

An’umillah Nuri Azizah terkejut menjadi wisudawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berprestasi sekaligus menjadi yang tercepat dengan masa studi kurun waktu 3 tahun, 4 bulan, 27 hari.  

“Saya sangat bersyukur dan sempat kaget setelah mengetahui menjadi lulusan tercepat jenjang S1. Semua berkat usaha dan dukungan dari orang tua,” terangnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Kamis (17/3/2016).

“Manusia berhak berencana dan memiliki target, tetapi doa orang tua jangan pernah dilupakan.”

Perempuan kelahiran Klaten, 9 Juli 1994 ini juga cum laude dengan IPK 3,87. Selain itu, ia  pernah menyabet juara 3 nasional dalam even Olimpiade Psikologi Indonesia yang diadakan oleh HIMPSI Jawa Timur pada November 2015 lalu.

“Saya sangat bangga dengan almamater oranye, bisa mengharumkan nama Psikologi UAD di kancah nasional. Saya mesti berjuang keras untuk berada pada posisi ketiga di belakang Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI),” lanjut putri pasangan Bapak Guwat dan Ibu Wakiyem yang mengambil jurusan kuliah prodi Psikologi ini.

Nuri sapaan akrabnya, harus bersaing ketat dengan lawannya terkait eksperimen dasar psikologi dan alat ukur psikologi pada olimpiade tersebut, mulai dari analisis video dan tes tertulis kemudian mempresentasikannya di depan juri dan peserta yang lain.

Ia menambahkan perlu adanya perjuangan untuk menembus batas-batas yang sangat sulit dilampaui. Karena itu ia memilih tidur lebih awal saat orang lain masih dengan kesibukan yang kurang penting, dan akan terbangun di saat orang lain tertidur ketika dini hari untuk belajar.

Saat kuliah, ia aktif di ruang diskusi “Kedai Kopi”, yaitu komunitas diskusi rutin dua kali dalam sebulan bagi mahasiswa prodi Psikologi. Selain itu, ia juga aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Mahasiswa Psikologi Indonesia (IMPI), dan di UKM Poros.

“Saya sangat sadar karena orang tua hanya bekerja sebagai petani, maka saya tidak boleh menyia-nyiakan waktu kuliah yang diberikan kepada saya,” imbuh gadis yang juga pernah menjadi juara 3 Mawapres tingkat fakultas ini. (Ard)