welcoming_ramadhan_happily_uad.jpg

Wujud Rasa Senang Menyambut Ramadhan

Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikit pun oleh api neraka.”

(HR. an-Nasa’i)

Begitulah ungkapan Rasulullah Saw. yang disampaikan oleh banyak pemuka agama menjelang datangnya Ramadhan. Begitu pula oleh dua penceramah dalam Tabligh Akbar Menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Dr. H. Agus Taufiqurrahman, S.Ps., M.Kes. dan Ustadz Rudjito menjadi pembicara dalam acara yang bertemakan “Bersihkan Hati, Luruskan Niat dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan”.

Acara ini digelar di Masjid Ahmad Dahlan, Kompleks Islamic Center UAD, Jalan Ringroad Selatan, Bantul, pada Selasa (24/5/2016) dengan beragam peserta dari mahasiswa UAD dan masyarakat umum.

Menurut Rudjito, ada beberapa cara yang harus dijalankan dalam hidup, khususnya di bulan suci Ramadhan. Pertama, menyikapi hidup dengan bijak.

“Hidup itu harus dijalani dan disikapi, setiap manusia harus selalu menyadari perannya yang telah ditakdirkan untuk hidup di dunia ini,” terang Rudjito.

Kedua, yakni menikmati hidup. Seperti dalam firman Allah, “Barang siapa yang mau menjalankan dan menerima kenyataan, maka Allah akan memberikan petunjuk baru baginya.”

Ketiga, Sabar. Sebab dengan sabar, maka akan dikasihi dan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Keempat adalah ikhlas. Ikhlas merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dijalankan bagi setiap orang. Maka dari itu, Allah telah menjanjikan imbalan yang luar biasa bagi orang yang mampu bersikap ikhlas. Kelima, yakni Qanaah. Qanaah berarti merasa cukup atau rela atas hasil yang telah diusahakannya dan menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang.

Keenam, yaitu istiqamah. Istiqamah dalam beramal shalih merupakan hamba idaman Allah Swt.

“Mari kita kembangkan ilmu yang didapat di kampus kepada masyarakat. Karena kita akan dijadikan contoh bagi mereka untuk selamat dunia dan akhirat, juga terjauh dari api neraka.” (AKN)