Estafet Kepemimpinan Persada UAD
Kamis, (22/09/2016) merupakan malam paling mengesankan bagi seluruh warga Persada (Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sekitar 200 santri, mudabbir dan mudabbirah, musyrif dan musyrifah, serta seluruh pimpinan Persada hadir dalam acara yang diadakan di Aula Islamic Center, Jalan Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul.
Acara tersebut tidak lain adalah ‘Reposisi Tugas dan Tanggung jawab’ pimpinan tertinggi Persada, yakni mudir (direktur) dan wakil mudir. Keadaan tersebut dikarenakan habisnya masa jabatan dari kedua pimpinan tersebut.
Thontowi, S. Ag. yang sebelumnya menjabat sebagai wakil mudir, pada tahun ajaran 2016-2017 ini diamanahi menjadi mudir, mengganti Anhar Anshari, M. Si.
“Sudah 2 tahun saya menjadi mudir, dan selama 2 tahun tersebut banyak sekali ide-ide yang belum terealisasi. Sekarang giliran Thontowi-lah yang akan melanjutkan tugas saya.” Kata Anhar Anshari dalam sambutannya.
Anhar menambahkan bahwa tiga potensi dasar manusia adalah iman, akal, dan akhlak, di mana ketiganya akan saling bersinergi dalam diri manusia. Jika ketiganya terpenuhi maka ia akan menjadi manusia seperti lilin yang tak akan kunjung padam yaitu manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
”Santri persada harus menjadi pemuda pendobrak dunia, tidak boleh loyo dan tidak boleh cengeng. Meski siang belajar di kampus dan malam belajar di asrama, serta mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya, santri harus tetap semangat. Harus berguna bagi agama, bangsa, dan negara.” Kata, Thontowi dalam pidatonya.
Di atas mimbar, berkali-kali Thontowi mengajak seluruh santri persada untuk bersama-sama mengucapkan kalimat mutiara dalam bahasa Arab (mahfudzat), “Ijtihad wa laa taksal wa laataku ghoofilann fanadaamatul ‘uqbaa limayyatakaasalu.” Yang artinya, “Bersungguh-sungguhlah, jangan malas, dan jangan lengah! Karena penyesalan merupakan akibat bagi orang-prang yang malas.” (As/AKN)


Community Service Program (KKN) entitled 3rd Muhammadiyah Dedication for The Nation was officially ended by the regent of Gorontalo, Prof Dr. H.Nelson Kamis (8/9/2016). The program was followed by 320 students from 18 Muhammadiyah Universities all over Indonesia (PTM). Some rectors of the universities accompanied by deputy rectors and heads of the universities’ Boards of Research and Community Service Program (LPPM).
“Mahasiswa baru berhak disambut dan pihak universitas wajib menyambut.” Kata Ketua Action Training, Triantoro Safaria, S.Psi., M.Si., Ph.D.Psi. saat ditemui di acara Action Training 2016, Minggu (18/9/2016) Graha Wana Bhakti Yasa.