Tim Seni Budaya UAD Pukau Masyarakat Hungaria
Memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tampilkan tari tradisional Indonesia di Hungaria untuk mempromosikan budaya Indonesia.
Pergelaran seni budaya yang berlangsung di gedung pertunjukan Szent-Gyorgy Albert Agora yang dipenuhi oleh para penonton berlangsung sebagai rangkaian kegiatan KBRI Budapest dalam memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Hungaria.
Tari Rentak Indah yang berasal dari Sumatra Barat ditampilkan dengan gerakan yang dinamis, kompak, dan seirama. Selain itu, Tim Seni Budaya UAD juga mementaskan Tari Sintren dari Jawa Barat, Tari Tanggai dari Sumatra Selatan, Tari Tampi dari Bangka Belitung, Tari Mandau dari Kalimantan, dan Tari Asmaradhana yang merupakan kreasi tarian yang menggabungkan tari daerah dari Jawa, Kalimantan, dan Bali. Semua itu ditata secara apik oleh tim.
Tentunya, hal ini mengundang decak kagum para penonton, baik di Budapest yang diselenggarakan pada (8‒9/5/2015) dalam kegiatan Indonesian Days Charity Bazaar 2015, maupun di pergelaran Seni Budaya Indonesia di kota Pécs pada (10/5/2015).
Bahkan di Budapest, penampilan mereka mendapat standing ovation dari para penonton dan tamu undangan yang dihadiri oleh para Dubes negara ASEAN, negara sahabat, serta para jurnalis pemimpin redaksi majalah setempat.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Abdul Fadlil, M.T. mengatakan, saat di Pésc, tim tari UAD diminta untuk tampil sepuluh kali. Namun karena audiens sangat antusias, pihak panitia meminta mereka untuk tampil kembali.
“Karena antusias penonton, akhirnya kami menampilkan kembali. Tim Seni Budaya mengakhiri penampilan dengan Tari Asmaradhana. Kami mendapatkan aplaus yang meriah dari penonton yang berasal dari luar negeri tersebut,” terang Fadlil.
Tercatat, UAD telah memberangkatkan 10 mahasiswa yang di bawa ke Hungaria. Empat mahasiswa diambil dari UKM tari UAD, enam mahasiswa lainnya diambil dari mahasiswa berprestasi di fakultas masing-masing.
Selain tarian, Tim Seni Budaya UAD juga menampilkan lagu-lagu daerah dan nasional yang mendapat sambutan meriah dari para penonton. Di antaranya lagu “Ampar-ampar Pisang” dari Kalimantan, “Rek Ayo Rek” dari Jawa Timur, serta lagu nasional “Dari Sabang Sampai Merauke” dan lagu “Tanah Airku”.
Dubes RI untuk Hungaria, Wening Esthyprobo Fatandari, dalam sambutannya menekankan hubungan yang terjalin sangat baik antara kedua negara di segala bidang. Salah satu yang paling menonjol adalah di bidang pendidikan.
Universitas Szeged yang terkenal dengan penemuan Vitamin C oleh Albert Szent Gyorgy, mantan rektor universitas tersebut dan membawanya mendapatkan hadiah nobel, memiliki kerja sama pendidikan tinggi dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Di antaranya dengan UAD dan beberapa PT di Indonesia. (Sumber: KBRI Budapest/Infomed)

Terhitung sejak Selasa‒Kamis (19‒21/05/2015), Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-29 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kawasan Malioboro, dan Candi Kalasan. Acara tersebut merupakan serangkaian acara dalam pra-Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar Agustus mendatang.
Keselamatan pasien di era Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi topik yang selalu diperbincangkan akhir-akhir ini. Hal itu tidak terlepas dari masih adanya laporan masyarakat terkait dugaan malpraktik atau perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Terselenggaranya program BPJS Kesehatan seharusnya mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit. Harapannya, akan berdampak positif pada terjaminnya keselamatan pasien dan tidak ada lagi perlakuan diskriminatif yang diterima oleh pasien.

“Dinamisasi Tadjid dan Pengembangan Intelektualisme Muhammadiyah dalam Masyarakat Terbuka” begitulah tema yang diangkat dalam Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-29 dan Seminar Pra-Muktamar 47 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kerja sama dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.