UAD Adakan Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa

Jum’at (05/09/2014) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Ballroom Hotel Satya Graha Jln. Veteran (sebelah timur XT Square) Yogyakarta.

Acara yang diprakarsai oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD ini dihadiri oleh Drs. Hendro Setyono, S.E., M.Si. selaku Kepala Bimawa sekaligus pemateri.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan para mahasiswa UAD dalam rangka mengikuti PIMNAS yang akan segera dilaksanakan dan diharapkan para peserta yang hadir ini dapat lolos seleksi tingkat nasional,” kata Hendro.

Pelatihan tersebut dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul 13.00−15.00 WIB, kemudian sesi kedua dilanjutkan dari pukul 15.30−17.30 WIB.

Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari mahasiswa seluruh program studi yang ada di UAD dan mempunyai minat untuk mengadakan sebuah penelitian.

“Setelah diadakannya pelatihan ini, semoga para mahasiswa UAD mampu membuat proposal penelitian dengan baik dan benar,” tutup Hendro. (CH)

KKN UAD Adakan Pelatihan Penggunaan Pupuk Organik di Bantul

 

Tim KKN PPM UAD mengadakan acara serah terima perangkat pembuatan pupuk yang meliputi alat pencacah sisa panen, komposter, dan sealer kepada masyarakat desa Sidomulyo yang diterima oleh Kepala Desa Sidomulyo, Edi Murjita, S.Pd. pada Selasa, (26/8/2014).

Acara dengan tema “Pembuatan Pupuk Organik Guna Menyiasati Kerusakan Tanah di Desa Sidomulyo Bantul” ini dihadiri oleh warga masyarakat, pemuda, anak-anak, dan para perangkat desa Sidomulyo. Acara tersebut diawali dengan pengajian akbar bersama ustadz Hidayat Nur Pamungkas, M. Pd. dari LPSI UAD dan diakhiri dengan pentas musik yang dimeriahkan oleh Nasyid UAD.

Tim pengusung KKN PPM, Dra. Listiatie Budi Utami, M. Sc., Trianik Widyaningrum, M. Si., dan Shantiana Tri Erawati, M. Si. menyampaikan bahwa KKN PPM yang berlokasi di dusun Pinggir, Ponggok, dan Selo tersebut telah mengadakan serangkaian kegiatan tematik yang meliputi penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar sisa panen, pelatihan pengemasan pupuk, serta pemasaran pupuk dengan pemateri Dosen Ekonomi UAD, Utik Bidayati, S. E., M. M.

Masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul sebagian besar penduduknya adalah petani. Pola pertanian adalah satu kali tanam padi dan dua kali palawija dalam setahun. Untuk memperoleh hasil panen yang baik, petani masih mengandalkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimiawi karena mudah diperoleh dari berbagai toko pertanian yang ada di wilayah tersebut.

Penggunaan pupuk dan obat-obat kimia telah menimbulkan dampak berupa berkurangnya kesuburan tanah. Tanah menjadi keras, tingkat keasaman tanah meningkat, dan populasi hewan yang mendiami tanah tersebut (cacing dan berbagai serangga tanah) juga berkurang. Masalah ini merupakan dilema bagi petani. Agar hasil panen meningkat, maka harus menggunakan pupuk dan obat. Sementara di sisi lain, penggunaan pupuk dan obat-obat kimia yang berlebihan justru semakin mengurangi kesuburan tanah dan membahayakan jika residu pupuk dan obat-obatan tertinggal pada hasil panen dikonsumsi oleh manusia.

Oleh karena itu, diadakan penyegaran kembali pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan sisa panen. Harapannya, hal ini dapat mengembalikan kesadaran warga desa Sidomulyo untuk menggunakan pupuk organik sehingga tanah kembali menjadi subur.(Doc)

UAD Adakan Pelatihan Robotika ke Sekolah Muhammadiyah Brebes

 

Ketua Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Timbul Atmawidjaja, S.Pd., melakukan kunjungan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, (1/9/2014). Kedatangan di Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini diterima langsung oleh Wakil Rektor I Dr. Muchlas, M.T., Dekan FTI Kartika Firdausy, S.T., M.T., Wakil Dekan FTI Endah Sulistiawati M.T., dan ketua program studi di lingkungan FTI.

Dalam kunjungannya ke UAD, Timbul Atmawidjaya didampingi kepala sekolah, guru, dan siswa SD/MI, SMP/MTS, SMU, serta SMK Kabupaten Brebes yang terdiri atas SD Muhammadiyah Slawi, MI Muhammadiyah Larangan, SD Muhammadiyah Ketanggungan, SMP Muhammadiyah Slawi, SMP Muhammadiyah Kluwut, SMP Muhammadiyah Larangan, MTS Muhammadiyah Wanasari, SMK Muhammadiyah Bumiayu, SMK Muhammadiyah Wanasari, SMK Muhammadiyah Bulakamba, SMK Muhammadiyah Paguyangan, dan SMK Muhammadiyah Larangan.

Dalam sambutannya, Dekan FTI menerima kedatangan rombongan tersebut dengan tangan terbuka. Sesuai dengan visi dan misi serta pengabdian kepada masyarakat, FTI siap untuk memfasilitasi pelatihan robot bagi guru dan siswa Muhammadiyah Kabupaten Brebes yang pelaksanaannya berlangsung selama tiga hari (1−3/9). Agenda pelatihan robotika tersebut meliputi pembuatan action figure robot, pengenalan dan perakitan robot Ollo Bug, Roboplus, Ollo Action Kit A sampai Ollo Action Kit D, perakitan robot LF Analog, perakitan LF Microcontroller, dan pengetahuan lebih lanjut tentang dunia robotika.

Dalam sambutannya, Muchlas mewakili universitas sangat berterima kasih atas kepercayaan dalam memilih kampus UAD, khususnya FTI, untuk menyelenggarakan pelatihan robot bagi guru dan siswa Muhammadiyah Kabupaten Brebes. “Kerja sama dan pelatihan robot ini diharapkan dapat berlanjut untuk masa yang akan datang sehingga kerja sama ini bisa menumbuhkan tunas baru yang tumbuh berkembang pesat untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan di lingkungan Muhammadiyah,” ucapnya.

Timbul Atmawidjaja menambahkan, maksud dan tujuan berkunjung ke UAD adalah untuk penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara FTI dengan Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes. Tujuan utamanya adalah ingin memperoleh ilmu di bidang robotika bagi guru dan siswa SD/MI, SMP/MTS, SMU, serta SMK Muhammadiyah Kabupaten Brebes, sekaligus sebagai bentuk bersilaturahmi.

Kerja sama ini terjalin selama tiga tahun dan dibagi menjadi tiga tahapan. “Untuk tahap pertama, pelaksanaan sudah berjalan dan diikuti dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Untuk tahap kedua, peserta pelatihan robotika dari guru dan siswa sudah antre untuk mendaftar,” ungkap Timbul Atmawidjaja. Ia berharap, para guru dan siswa setelah mendapat ilmu pelatihan robot dari UAD tersebut dapat menerapkan dan mengimplementasikan kepada siswa di sekolahnya masing-masing.(Doc)

UAD Adakan Pelatihan Robotika di Sekolah Muhammadiyah Brebes

 

Ketua Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Timbul Atmawidjaja, S.Pd., melakukan kunjungan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, (1/9/2014). Kedatangan di Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini diterima langsung oleh Wakil Rektor I Dr. Muchlas, M.T., Dekan FTI Kartika Firdausy, S.T., M.T., Wakil Dekan FTI Endah Sulistiawati M.T., dan ketua program studi di lingkungan FTI.

Dalam kunjungannya ke UAD, Timbul Atmawidjaya didampingi kepala sekolah, guru, dan siswa SD/MI, SMP/MTS, SMU, serta SMK Kabupaten Brebes yang terdiri atas SD Muhammadiyah Slawi, MI Muhammadiyah Larangan, SD Muhammadiyah Ketanggungan, SMP Muhammadiyah Slawi, SMP Muhammadiyah Kluwut, SMP Muhammadiyah Larangan, MTS Muhammadiyah Wanasari, SMK Muhammadiyah Bumiayu, SMK Muhammadiyah Wanasari, SMK Muhammadiyah Bulakamba, SMK Muhammadiyah Paguyangan, dan SMK Muhammadiyah Larangan.

Dalam sambutannya, Dekan FTI menerima kedatangan rombongan tersebut dengan tangan terbuka. Sesuai dengan visi dan misi serta pengabdian kepada masyarakat, FTI siap untuk memfasilitasi pelatihan robot bagi guru dan siswa Muhammadiyah Kabupaten Brebes yang pelaksanaannya berlangsung selama tiga hari (1−3/9). Agenda pelatihan robotika tersebut meliputi pembuatan action figure robot, pengenalan dan perakitan robot Ollo Bug, Roboplus, Ollo Action Kit A sampai Ollo Action Kit D, perakitan robot LF Analog, perakitan LF Microcontroller, dan pengetahuan lebih lanjut tentang dunia robotika.

Dalam sambutannya, Muchlas mewakili universitas sangat berterima kasih atas kepercayaan dalam memilih kampus UAD, khususnya FTI, untuk menyelenggarakan pelatihan robot bagi guru dan siswa Muhammadiyah Kabupaten Brebes. “Kerja sama dan pelatihan robot ini diharapkan dapat berlanjut untuk masa yang akan datang sehingga kerja sama ini bisa menumbuhkan tunas baru yang tumbuh berkembang pesat untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan di lingkungan Muhammadiyah,” ucapnya.

Timbul Atmawidjaja menambahkan, maksud dan tujuan berkunjung ke UAD adalah untuk penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara FTI dengan Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Brebes. Tujuan utamanya adalah ingin memperoleh ilmu di bidang robotika bagi guru dan siswa SD/MI, SMP/MTS, SMU, serta SMK Muhammadiyah Kabupaten Brebes, sekaligus sebagai bentuk bersilaturahmi.

Kerja sama ini terjalin selama tiga tahun dan dibagi menjadi tiga tahapan. “Untuk tahap pertama, pelaksanaan sudah berjalan dan diikuti dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Untuk tahap kedua, peserta pelatihan robotika dari guru dan siswa sudah antre untuk mendaftar,” ungkap Timbul Atmawidjaja. Ia berharap, para guru dan siswa setelah mendapat ilmu pelatihan robot dari UAD tersebut dapat menerapkan dan mengimplementasikan kepada siswa di sekolahnya masing-masing.(Doc)

Jan Bless Beri Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Fakultas Hukum UAD

 

Dalam rangka meningkatkan mutu kualitas, pengembangan fakultas, serta meningkatkan Pusat Kajian dan Bantuan Hukum (PKBH), Jan Bless yang diutus oleh Programma Uitzending Managers (PUM) Netherland Senior Expert, menjawab tawaran kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (FH UAD).

Jan Bless memberi kuliah perdana di hadapan seratusan mahasiswa baru (Maba) FH UAD Sabtu (30/8) di Hall Kampus II UAD dengan materi “Becoming International Lawyer”. Sebagai pengacara internasional sekaligus praktisi hukum, ia berpesan agar maba tidak hanya mengerti tata aturan hukum, tetapi juga perlu memiliki wawasan yang melampaui tata aturan hukum yang sudah berlaku. Sebab, pengacara yang baik adalah pengacara yang mengerti arti kebijaksanaan.

“Kalian juga akan mempelajari, bahwa ada yang lebih penting dari sekadar benar dan salah, menang dan kalah. Kenapa kalian hanya kerap pergi ke pengadilan untuk memenangkan perkara? Dalam hidup ada yang lebih penting daripada pergi ke pengadilan. Sebutlah itu cinta kasih, kebijaksanaan, dan apa pun itu! Itulah mengapa kemampuan mediasi dan negosiasi dibutuhkan oleh praktisi hukum,” jelasnya.

Di akhir kuliahnya, Jan Bless merasa bangga atas antusiasme maba yang bertanya. Sebagai poin penting dalam kuliah tersebut, ia mendorong agar para mahasiswa mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

Pada kesempatan lain, ia mengungkapkan rasa sanjung karena diberi kehormatan untuk mengawali kuliah perdana yang sejatinya baru dimulai Senin (1/9).

Jan Bless akan mengakhiri kunjungannya selama dua minggu di Yogyakarta pada 6 September 2014. Ia berharap setelah enam bulan ke depan dapat kembali berkunjung ke UAD, khususnya di FH, dan dapat melihat generasi maba FH UAD menjadi mahasiswa yang penuh kebanggaan dan membanggakan.(Dok)

UAD Bantu 546 Paket Sembako, Alat Tulis, dan 1.000 Eksemplar Buku Bacaan

Kepedulian mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) terhadap sesama, telah diwujudkan dalam “FKIP Peduli” melalui bakti  sosial di desa Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo pada Senin, (1/9/2014).

“Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang terselenggara berkat dukungan dari panitia Program Pengenalan Kampus (P2K), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dekanat, Tim Pendamping Mahasiswa (TPM), Bidang Kemahasiswaan (BIMAWA), dan sembilan Program Studi (prodi) di FKIP UAD,” jelas Dholina Inang Pambudi, M. Pd. selaku Humas FKIP.

Bakti sosial “FKIP Peduli” di Salamrejo merupakan puncak acara P2K FKIP UAD. “Bakti sosial ini untuk membantu masyarakat, khususnya lansia dan janda kurang mampu, serta sebagai wujud peran aktif mahasiswa terhadap masyarakat sekitar,” ungkap Faisal Ramdani selaku koordinator Bakti Sosial. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk 546 paket sembako, paket alat tulis, dan 1.000 lebih buku bacaan yang disumbangkan untuk perpustakaan desa.

Diakui oleh Gubernur BEM FKIP Edo Lestari, barang-barang tersebut merupakan sumbangan dari 1.441 maba FKIP UAD 2014.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Wakil Dekan FKIP UAD                         Dr. Suparman, M. Si, DEA. dan Kepala BIMAWA Drs. Hendro Setyono, M. Si. kepada Bupati Kulonprogo yang diwakili oleh Jumanto, S.H. disaksikan oleh warga desa Salamrejo, perangkat desa, dan perwakilan mahasiswa FKIP UAD. Warga menyambut antusias acara ini. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang sudah berada di balai desa Salamrejo sebelum waktu pembagian dimulai.  

Pembagian paket sembako dan alat tulis pun berjalan dengan lancar dan tertib sesuai harapan. Pembagian dilakukan oleh pihak desa Salamrejo dibantu mahasiswa  FKIP UAD.(Doc)

Diminta Menjadi Dosen, Naga Lyla Malah Ingin Jadi Mahasiswa UAD

 

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Kasiyarno, M. Hum. dalam sambutannya pada penutupan Program Pengenalan Kampus (P2K) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Minggu, (31/08/2014), menawarkan kepada vokalis Lyla untuk menjadi tenaga pendidik atau dosen di UAD. “Jika dosennya seperti Mas Naga, senang mahasiswanya,” serunya diikuti gelak tawa para personel Lyla.

“Saya memilih menjadi mahasiswa UAD saja, Pak,” jawab Naga vokalis Lyla saat mendampingi Rektor UAD di atas panggung.

Dalam acara tersebut, grub Band Lyla membawakan kurang lebih sepuluh lagu untuk menghibur mahasiswa baru (Maba). Band yang beranggotakan Naga (vokal), Fare (gitar), Dharma (piano, keyboard), Dennis (bass), dan Difin (drum) ini memakai almamater kebanggaan UAD di atas panggung saat menyapa maba. Hal ini sontak disambut dengan histeris.

Penampilan Lyla dalam menghibur Maba merupakan bagian dari rangkaian acara P2K yang berlangsung Selasa s/d Minggu, (26−31). Pada acara penutupan tersebut juga menampilkan pementasan hasil kreativitas maba dari setiap fakultas.

 

Ersi Murfianty: Teater dan Psikologi

 

 

Perempuan kelahiran Pangkal Pinang (Bangka-Belitung), 24 Juni 1996 ini merupakan salah satu mahasiswa baru (Maba) yang gemar berkesenian. Mulai Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah menggeluti dunia kesenian, terutama bidang teater.
    “Sejak SMA saya sudah aktif di teater sekolah. Kami  beberapa kali menyelenggarakan pertunjukkan di sekolah. Beberapa kali pernah ikut pertunjukkan nasional tahun 2013 teater kami FInalis dalam Festival Teater Remaja Nasional di STSI Bandung. Kemudian di ajang Festival Lomba Seni Sekolah Nasional (FLS2N) kami pun ambil andil,” papar perempuan yang aktif di teater Gita Persada, SMA 1 Pangkal Pinang.
    Perempuan penyuka karya W.S Rendra dan Hamka ini berniat mengolaborasikan antara teater dan psikologi.
“Belajar teater berarti belajar kehidupan. Kita membawa dunia nyata ke atas panggung, kemudian mempresentasikannya kembali ke kehidupan nyata. Dalam teater kita belajar psikologi, tidak hanya psikologi tokoh, tetapi psikologi kehidupan segala makhluk hidup. Menurut saya, antara teater dan psikologi adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan,” tutupnya dengan senyum manja. (IHS)
 

Hana Fitri Tresnaningrum: Akan Mengasah Bakat Menari di UAD

Hana Fitri Tresnaningrum, mahasiswa baru Teknik Industri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memiliki minat khusus dalam hal bermain musik, khususnya suling, gendang, dan gitar. “Saya mengenal suling sejak kelas 3 SD dari teman Ibu saya dan kakak kelas, sedangkan gendang sejak kelas 4 SD dari kakak kelas juga,” tutur mahasiswa asal Samarinda tersebut.

Tidak hanya bermain alat musik, Hana biasa ia disapa juga pernah tergabung dalam grup paduan suara dan bisa menari. Tarian favoritnya yakni tarian Burung Enggang dari Dayak dan Jepen dari pesisir. Berkat bakatnya tersebut, ia pernah memeroleh juara harapan 1 ketika SMA dan juara harapan 3 dalam Festival Mahakam. “Di UAD, saya ingin meneruskan bakat menari dan bermusik agar lebih berkembang,” ungkap Hana.

Tidak jauh berbeda dengan Agustina Nur. R mahasiswa satu jurusan dengan Hana yang juga memiliki bakat menari juga memaparkan kesukaannya dengan dunia seni tari . “Saya menari sejak kelas 4 SD ketika masuk sanggar tari yang dibimbing oleh Bapak Yasin di Karangmojo,” ungkap mahasiswa asal Wonosari, Gunungkidul tesebut.

Ia sering mementaskan tari tarian seperti tari Gabyong, Bondan Kendi, dan Sonder. Walaupun sejak SMA ia berhenti menari, ia berteka di UAD ingin mengembangkan bakatnya tersebut dengan masuk UKM Tari. “Dulu saya menari karena  diundang misalnya pada acara pernikahan dan pentas seni. Kedepannya, saya ingin menjadi penari profesional yang bisa tampil di acara-acara besar seperti ulang tahun kampus dan acara lainnya,” ungkapnya mengakhiri perbincangan dengan reporter Jurnal P2K.(sw)

Ribuan Maba telah Mendaftar UKM

Memasuki hari kedua Jum’at (27/08), pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jum'at (27/08) di GOR Among Raga semakin ramai. Hal tersebut juga berdampak pada banyaknya mahasiswa yang mendaftar ke UKM. Tercatat sudah 1.093 mahasiswa baru (Maba) yang telah mendaftar dari total 20 stand UKM yang ada. Data tersebut masih bisa bertambah. Dikarenakan baru zona 2 dan 3 yang telah berkunjung. Sementara zona 1 akan berkunjung pada hari berikutnya.

Masih sama seperti tahun lalu, UKM musik tetap menjadi pilihan utama para Maba. Terdapat 191 mahasiswa yang mendaftar. Sedangkan diurutan kedua dan ketiga, Lensa dengan 134 pendaftar dan Madapala dengan 101 pendaftar. Hal yang menarik justru datang dari UKM Tari. UKM yang masih dalam masa percobaan ini, berhasil menampung minat mahasiswa sebanyak 70 orang. Angka tersebut mengungguli beberapa UKM lainnya yang sudah lama terbentuk.

Menurut Wiwid Wahyu Ningtyas, Ketua UKM Tari, “Sejauh ini dominan pendaftar masih yang putri. Yang putra belum terlalu banyak. Kami berharap dengan sisa waktu ini Maba putra semakin bertambah,” jelasnya.

Selanjutnya, setiap UKM akan tetap melakukan pembukaan pendaftaran pasca P2K berakhir. Dengan jangka waktu yang ditetapkan oleh masing-masing pengurusnya. Bagi Maba yang belum sempat mendaftar, masih punya waktu untuk menentukan ke mana arah minat dan bakatnya berlabuh. (ZL)