Tercatat ada 8 Mahasiswa Baru yang Kembar di UAD

Hari ke-3 Program Pengenalan Kampus (P2K), panitia menemukan kehadiran mahasiswa baru (maba) sebagai anak kembar. Tercatat ada 8 mahasiswa kembar. Mahasiswa kembar tersebut kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Ekonomi (FE).
“Kami sengaja kuliah di program studi sama. Hal yang melatarbelakangi terutama masalah biaya. Pertimbangan kami, dengan kuliah di tempat yang sama akan menghemat biaya, seperti beli buku, tranportasi, dan akomodasi kegiatan perkuliahan,” kata Aris Sulkhan Fauzi dan Arif Lukman Fauzi, mahasiswa Prodi Elektro.
Selain Aris dan Arif, ada mahasiswa kembar lain yaitu Dita Saraswati dan Dea Saraswati dari Prodi Ekonomi Akutansi, Sherla Juwitawaty dan Sherly Juwitasary dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), M. Amirul Mukminin dan M. Mulya Al Amin dari Pendidikan Matematika (P.Mat), serta Dini Kurniati dan Dina kurnia dari Pendidkan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
“Sebenarnya kami kembar 3. Satunya kuliah di PTS lain ambil Hubungan Internasional. Tapi kami lebih memilih UAD karena sudah tahu dan kenal lama. Dulu kakak alumni Fakultas Sastra. Saya juga pernah memenangkan lomba Cipta Cerpen tingkat SMA yang diadakan UAD. Waktu itu juara 3, ” tutur M. Mulya Al Amin yang diiyakan oleh adiknya, M. Amirul Mukminin.
Ternyata ada mahasiswa kembar yang mengambil prodi berbeda, di antaranya Dina Oktariana dari Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) dan Dini Oktariani dari Prodi Pendidikan Kewaganegaraan (PKn), Gilang Wisnu Murti dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Gilang Wisnu Adi dari Prodi Pendidikan Matematika (P.Mat), serta Sri Wahyuniyanti dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Sri Wahyuni dari prodi Bimbingan dan Konseling (BK). Mungkin bisa diusulkan di rekor MURI tentang mahasiswa kembar terbanyak dalam dalam satu angkatan di sebuah universitas. (HIS)


“Kami selesaikan semalaman. Bertiga. Mengerjakannya memang sebentar, tidak lebih dari 2 jam. Tapi pencarian bahan bakunya itu yang bikin sedikit pusing. Mulai dari warung kecil, pasar tradisional sampai mini market. Tapi seru, namanya juga berjuang. Tidak sia-sia, akhirnya kami bisa menyelesaikan topi dan perlengkapan lainnya tepat setengah dua subuh.” papar Hertiko B yang diiyakan oleh kedua temannya, Adityo dan Fajar Bagaskara M, calon mahasiswa Fakultas Sastra saat diwawacarai sesaat setelah ketiganya mendapatkan hukuman karena terambat.
Manusia dihargai karena karyanya. Chahyo Edi Pramono, salah satunya. Mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD ini pantang menyerah terus berkarya. Mahasiswa yang lahir 2 Maret 1994 di Kulon Progo tersebut sangat antusias ketika tim reporter bertanya tentang prestasi-prestasi yang telah diraihnya.


