Lensa UAD Gelar Pameran Foto di Tiga Kampus: “Transportasi Tradisional”
Foto merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk memonumentalisasikan suatu kejadian yang dianggap penting dan berharga. Dengan foto, seseorang dapat melukiskan peristiwa dan menjadikannya sebuah informasi kepada khalayak. Seperti itulah yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. LENSA, begitulah mereka menamai komunitas yang menjadi perahu berlayarnya kreativitas di bidang fotografi. LENSA adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UAD yang cukup tua usianya,
Organisasi yang lahir 28 Oktober 1998 ini mengadakan pameran foto hasil karya calon anggota yang sekaligus akan dikukuhkan sebagai anggota tetap UKM LENSA. Pameran ini akan berlangsung di tiga kampus mulai tanggal 8 Juni 2011 sampai tanggal 18 Juni 2011. Dalam pameran kali ini, pemotongan pita dilakukan langsung oleh Pembina LENSA, yaitu Kurniawan Ali Fachrudin, S.E., M.Si., Akt., pada tanggal 8 Juni 2011 di Hall Kampus UAD I, Jl. Kapas 9, Semaki, Yokyakarta.
“Pameran ini akan kami gelar selama 10 hari, terhitung dari tanggal 9 Juni 2011 – 11 Juni 2011 dilaksanakan di Kampus UAD I di Jl. Kapas 9, Semaki, Yokyakarta, tanggal 12 Juni 2011 – 14 Juni 2011 di hall kampus UAD II, Jl. Pramuka, No.42, Umbulharjo, Yogyakarta, dan akan bermuara di Hall Kampus UAD III, Jl. Prof. Soepomo, Janturan, Warung Boto, Yogyakarta. Untuk hasil dan kualitas foto, kami serahkan kepada masyarakat kampus. Silahkan datang dan menafsirkan.” ujar Dian Hendra Pratama, mahasiswa Psikologi yang akrab dipanggil Abe yang menjadi ketua panitia pameran angkatan 12 kali ini.
Pameran kali ini bertujuan untuk merealisasikan teori yang didapat para calon anggota dalam Dikdas (Pendidikan Dasar) dan Dikjut (Pendidikan Lanjut). Dalam pelaksanaannya, para calon anggota LENSA angkatan ke-12 ini memilih tema “Transportasi Tradisional”, dan mengambil peran sebuah transportasi dari sudut pandang sejarahnya, yaitu kendaraan yang tak lekang oleh waktu. Beberapa kendaraan (yang menurut mereka) memiliki andil besar dalam sejarah transportasi di Indonesia, yaitu sepeda Onthel, Kuda, Becak, dan Delman, baik dalam bentuk nyata ataupun miniatur.
“Dalam masa Dikdas dan Dikjut, kami dibimbing dengan sangat keras. Tujuannya, dalam momen pameran seperti ini, kualitas pengaplikasian teori ke dalam media foto yang dikedepankan. Kami dituntut untuk merekam suatu peristiwa dengan kriteria yang standar dengan pameran yang akan digelar. Dan tidak semua hasil foto yang kami kumpulkan dapat masuk seleksi dengan mudah. Contohnya Saya. Foto Saya yang diakui layak adalah foto yang terekam dalam Roll yang ke-5. Bahkan ada yang 10 Roll. Yang kuat akan bertahan.” papar Davi Risvianto, mahasiswa semester 2 dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang diiyakan Elvinalisa, mahasiswi PBSI yang menjadi seksi acara dalam pameran sekaligus anggota muda angkatan ke-12 ini. (IHS)

“Kalau berkarya, ya berkarya aja. Jangan takut dan peduli omongan orang. Asal kita nggak ganggu atau ngerugiin orang lain. Hidup itu pilihan kok, jadi sah-sah aja.” Kalimat berbau optimis dilontarkan Momo Captain Jack, salah satu personil group band Captain Jack ini memberi semangat kepada peserta talkshow. Bermusik adalah pilihan baginya jadi setiap pemusik memiliki hak untuk menentukan arah musiknya.
Kontes robot kategori robot cerdas ini diikuti sebanyak 24 tim robot dari universitas di penjuru Indonesia. Kontes Robot Cerdas Indonesia tahun 2011 (KRCI-2011) sebagai wahana untuk mendorong kemampuan kreativitas mahasiswa menggunakan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya dalam membuat suatu sistem dalam bentuk desain robot cerdas yang ditujukan untuk menemukan dan memadamkan api lilin yang diletakkan dalam suatu bentuk lapangan menyerupai bangunan rumah tinggal. Adapun tema yang diusung pada KRCI 2011 adalah “Robot Cerdas Pemadam Api Dan Robot Cerdas Pemain Sepak Bola”. Dari tema di atas kontes dikelompokkan menjadi 3 divisi.
Tim robot LANANGE JAGAD dipersiapkan untuk bertarung di ajang kontes Robot Bidang Seni (Kontes Robot Seni Indonesia), di tahun 2011 ini dilaksanakan di gedung Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dari tanggal 11 – 12 Juni 2011. KRSI 2011 ini membidik tema yang strategis disesuaikan dengan momentum yang tepat dalam gema nasional membangkitkan kecintaan dan pelestarian budaya nasional yaitu “Robot Klono Topeng”.
Jumat (10/06/2011), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mendapat kunjungan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) BK Universitas Malang (UM). Kunjungan yang disambut langsung oleh Wakil Dekan (WaDek) Dra. Tri Wahyuningsih, M.Hum. ini betempat di Auditorium Kampus II, Jl. Pramuka, No. 42, Sidikan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Sabtu (11 Juni 2011), International Pharmaceutical Student’s Federation (IPSF) mengadakan acara “vampire day”, berpusat di kampus III Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jl. Prof. Dr. Soepomoho, S.H. Janturan Umbulharjo. Kalau dilihat dari namanya, serem juga nih “Hari Vampir”, seolah-olah horor gimana gitu. Tapi, tunggu dulu, sebenarnya ini adalah suatu acara donor darah yang diper”lomba”kan oleh IPSF. IPSF ini merupakan organisasi tempat kumpulnya anak FARMASI seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, ada juga organisasi yang menyatukan calon Farmasis se-Indonesia. Namanya ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia). Kalau dilihat dari namanya, ada kata senat, tapi sebenarnya setiap mahasiswa farmasi itu bagian dari ISMAFARSI. ISMAFARSI wilayah JOGLOSEPUR (Jogja, Solo, Semarang, Purwokerto) yang beranggotakan 12 Universitas dari wilayah Joglosepur (UAD, UGM, UII, USD, UMS, USB, UWH, STIFAR YAPHAR, UMP, UNSOED), demikian penjelasan panitia dengan panjang lebar.
Hari Sabtu, Minggu 11, 12 Juni 2011 merupakan hari yang cukup menegangkan bagi tim Robot dari Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UA) yang akan berlaga di ajang Kontes Robot Tingkat Nasional (KRTN) yang berlangsung di gedung Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua tim pasukan robot UAD dipimpin langsung oleh Panglima Robot UAD, Bapak Nuryono Satya Widodo, S.T., M.Eng. untuk berjibaku melawan pasukan robot-robot lain yang berasal dari universitas-universitas se-Indonesia.
