KUI: Sosialisasi Beasiswa Jerman dan Prancis
“Salah satu tugas dari Kantor Urusan Internasional (KUI) adalah memberikan sosialisasi tentang program beasiswa dari dalam maupun luar negeri,” terang Ida Puspita, M.A.,Res., Kepala KUI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Dari penjelasannya, KUI mengatur segala administrasi bagi dosen yang akan studi di luar negeri. Hal ini dilakukan sebagai dukungan terhadap misi UAD untuk memberikan akses atau informasi beasiswa sebanyak-banyanya kepada dosen.
Pada acara sosialisasi beasiswa untuk dosen yang diselenggarakan KUI di ruang sidang utama kampus 1 UAD, Selasa (4/4/2017), hadir sebagai pembicara Nur Fitria dari Institute Francais Indonesia (IFI) dan Suenja Völkert dari German Academic Exchange Service.
Keduanya memberikan detail informasi mengenai universitas, penyedia layanan beasiswa, biaya hidup, dan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mendapat beasiswa di masing-masing negara. Untuk mengikuti program beasiswa ini, selain penguasaan bahasa Inggris, harus menguasai bahasa Jerman dan Prancis dengan standar yang telah ditentukan.
Menurut Fitria, biaya hidup di Prancis tidak terlalu mahal. Pasalnya Pemerintah Perancis memberikan subsidi bagi mahasiswa asing. Subsidi ini bisa berupa potongan biaya sewa tempat tinggal dan biaya makan. Selain itu, di Prancis membuka kelas dengan pengantar bahasa Inggris.
Senada dengan yang disampaikan Fitria, Suenja Völkert juga menyampaikan bahwa biaya hidup dan kuliah di Jerman tidak mahal. Dia menambahkan untuk mendapat beasiswa syarat mutlaknya harus menguasai bahasa. (ard)


Sebagai upaya penyelarasan program kerja dan tujuan organisasi, mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) menyelenggarakan rapat koordinasi pada Minggu, (2/4/2017).
Jum’at (31/3/2017), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan pelepasan bagi 377 lulusannya. Pelepasan yang bertema “Menjadi Sarjana Pendidikan yang Kreatif, Mandiri, Berintegritas, dan Profesional” dilangsungkan di gedung Islamic Center kampus 4, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi adalah dengan cara bekerja sama dengan perguruan tinggi lain. Begitulah yang disampaikan Wakil Rektor 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof. Drs. Sarbiran, M.Ed.,Ph.D., saat ada kunjungan dari Univesiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM).
“Pernah beberapa kali saat ada pesanan, saya ikut Bapak ngambil genting di tempat produsen. Dari pekerjaan Bapak jualan genting itu, saya jadi tahu kualitas dan jenis-jenisnya. Nantinya, mungkin saya bisa membantu Bapak dengan manajemen penjualan yang lebih baik.”