Segudang Prestasi Ketua UKM Sepak Bola UAD
Ia adalah Rahmat Sri Mashuri. Di balik penampilannya yang sederhana, ternyata laki-laki ini memiliki segudang prestasi luar biasa. Tercatat, prestasinya tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik.
Sejak SD, lelaki yang beralamat di Mulusan, Paliyan, Gunungkidul ini telah menjuarai banyak perlombaan. Ketika di SD Muhammadiyah Mulusan 2, Rahmat sering menjuarai lomba MTQ, di antaranya juara 2 lomba MTQ dan juara 1 lomba Hafalan Surat Pendek tingkat kabupaten. Lebih lanjut, saat menempuh pendidikan di SMP N 2 Wonosari, laki-laki kelahiran 16 Februari 1995 ini kembali menyabet prestasi di bidang keagamaan, yaitu juara 3 lomba MHQ tingkat kabupaten dan juara 1 lomba MTQ tingkat provinsi.
Tidak berhenti di situ, Rahmat terus membuat prestasi saat bersekolah di SMK N 2 Wonosari, yakni sebagai juara 3 lomba MTQ tingkat provinsi.
Kini, laki-laki yang suka membaca ini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Ahmad Dahlan (PGSD-UAD). Ia dikenal mahir dalam mengumandangkan adzan, bahkan beberapa kali diminta untuk menjadi juri dalam beberapa perlombaan adzan.
Rahmat mengaku, bimbingan mengaji dari kedua orang tua telah membuatnya lancar membaca al-Quran.
“Sejak kecil, ibu dengan telaten mengajarkan saya qaari’ah. Kalau adzan, awalnya diajari oleh sahabat saya sejak SMK, kemudian saya berulang kali mendengarkan variasi-variasi adzan yang ada di dunia melalui Youtube, lalu saya tiru gaya-gaya adzannya,” ungkapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.
Laki-laki yang mempunyai hobi bermain sepak bola dan wedangan ini sekarang menjadi Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola UAD. Bersama tim-nya, ia sedang berproses untuk membawa UAD FC ke kejuaraan Regional DIY pada April 2017 mendatang.
“Doakan semoga kami bisa meraih juara 1, ya,” ucapnya.
Rahmat berharap kepada teman-teman agar mau tampil di luar Prodi PGSD serta selalu membawa nama baik Prodi PGSD di bidang apa pun.
“Jadikan hidup ini bermanfaat!” tutupnya. (TR)



“Sekolah memang penting, tetapi sebenarnya pendidikan anak dengan durasi waktu paling lama ada di rumah. Jadi orang tua juga memiliki peran penting. Mereka tidak boleh lepas tangan, mereka harus mendidik anak di rumah, tidak sekadar memasrahkan,” papar Rika Fitriani.
Sabtu (8/4/2017), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan pengajian rutin dosen dan karyawan di Masjid Islamic Center Kampus 4. Menurut Wakil Rektor I, Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengajian rutin merupakan salah satu implementasi dari visi UAD terkait dengan nilai-nilai keislaman.
