You are here

Metode Ajar Dosen Muda tentang Nilai Keislaman

Indonesian

            “Seperti yang ada di al-Qur’an surat al-Zalzalah ayat 7-8, menunjukkan bawa Allah akan membalas semua hal baik maupun buruk sekecil biji zaroh. Bayangkan sekecil apa bijinya. Maka ketika kita akan berbuat sesuatu hal, ingatlah bahwa sebenarnya kebaikan yang aku lakukan untuk orang lain merupakan kebaikan untukku juga. Dan sebaliknya, jika aku melakukan keburukan maka sebenarnya keburukan itu untukku juga,” ucap Kartika Ayu, M.Sc. saat memberi kultum.

            Menurutnya, sebagai masyarakat Muhammadiyah, kita perlu tahu apa tujuan, visi dan misi Muhammadiyah, serta berusaha mengimplementasikan dan mengembangkan dalam dunia perkuliahan. Nilai-nilai keislaman itu sangat menonjol dan harus ditunjukkan di setiap perkuliahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

“Salah satu cara yang saya ambil agar kedua hal itu tercapai adalah dengan memasukkan beberapa kegiatan dalam pembelajaran, yakni berupa membaca al-Qur’an dan kultum,” terang dosen muda yang ternyata bagian dari alumnus UAD, tepatnya Fakultas Psikologi ini.

            Ide inilah yang selama ini diterapkan oleh Kartika Ayu ketika mengampu matakuliah Kemuhammadiyahan di Pendidikan Matematika (PMAT) UAD. Sebab, dalam pembelajaran, diperlukan pengetahuan lebih untuk diberikan kepada mahasiswa, khususnya tentang aspek keislaman dan nilai-nilai keislaman. Hal ini dapat diwujudkan dengan mudah tanpa memikirkan materi berlebih yang akan keluar dari setiap pengajar.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan mengaji dan kultum sebelum perkuliahan, mahasiswa dapat membiasakan diri membaca dan menggali isi al-Qur’an secara detail. Nah, apalagi ini di Fakultas Pendidikan yang nantinya akan mencetak calon guru, tentulah harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan berbagi pengetahuan dengan percaya diri.” (AR).